Showing posts with label Kriminal. Show all posts
Showing posts with label Kriminal. Show all posts

Sunday, 13 March 2016

Kepergok Curi Uang Maling Babak Belur

Kepergok mencuri uang di salah satu warung kelontong di Kampung Karanganyar, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, MJ (17) babak belur dihajar massa. Aksi main hakim sendiri itu hanya berlangsung beberapa menit saja. Sebab, sesaat kemudian sejumlah anggota Sispamdu Zhadoel dan petugas Patroli Polsek Karawang kota datang dan langsung mengamankan MJ ke Polsek Karawang Kota. Meski begitu  pemilik toko enggan melaporkan peristiwa tersebut ke kanator polisi.

Sutaji warga sekitar mengatakan, aksi pencurian tersebut terjadi ketika pelaku yang berpura-pura menjadi pembeli kemudian mengambil uang dari dalam laci saat pemilik toko tengah lengah. "Modusnya jadi pembeli, tapi saat pemiliknya lengah pemuda ini malah mengambil uang dan tak lama pemiliknya mengetahui dan langsung diteriaki maling," kata Sutaji, Sabtu (12/3) lalu.

Setelah kepergok, lanjut Sutaji, pemilik toko langsung meneriaki MJ dengan teriakan maling dan spontan MJ langsung kabur. Teriakan pemilik toko mengundang reaksi masyarakat dan spontan mengejar MJ hingga akhirnya tertangkap massa. "Pelaku sempat kabur tapi keburu terkejar oleh warga yang lain dan tertangkap, untungnya saat kejadian melintas anggota Sispamdu Zhaduel dan tak lama polisi yang patroli dan pelaku langsung dibawa oleh mobil Patroli dari Polsek Kota," ungkapnya.

Sementara saat dihubungi via SMS Kapolsek Karawang Kota, Kompol Andryan Nugraha membenarkan peristiwa tersebut. Namun pihaknya belum bisa menindaklanjuti kasus tersebut karena pemilik toko belum bersedia membuat laporan atas pencurian tersebut. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 23:19

Wednesday, 24 February 2016

Bodong Ditangkap, Dagang Sabu untuk Operasi

Bodong Ditangkap, Dagang Sabu untuk Operasi
NIAT Rudi Haerudin alias Bodong (36) mengumpulkan uang untuk biaya operasi dari hasil penjualan narkoba, pupus sudah. Pasalnya, petugas dari seksi pemberantasan Badan Narkotika Nasional Karawang (BNNK) sudah keburu menangkapnya ketika tengah tidur di salah satu rental Play Station (PS) tak jauh dari rumahnya, Rabu (24/2) siang.

Saat digeledah, petugas menemukan empat paket sabu dan 1000 butir pil Excimer Warga Gang Ojo, Dusun Pulosari, Desa Karangsurya, Kecamatan Rengasdengklok,ini saat ditemui wartawan di kantor BNNK Karawang mengaku terpaksa menjual narkoba agar cepat mendapatkan uang untuk keperluan operasi tulang punggungnya. Namun, belum genap sebulan menjalankan bisnis haram tersebut, petugas dari BNNK keburu mengetahui aksinya. "Niat untuk menjual narkoba sih nggak ada karena awalnya beli narkoba untuk dipake sendiri untuk bantu kerjaan servis hape. Tapi karena untungnya lumayan jadi timbul niatan untuk mendapatkan uang yang banyak agar secepatnya tulang punggung saya bisa dioperasi," kata mantan pembalap motor  ini.

Sabu dan Excimer yang dijadikan sebagai barang bukti itu, diakuinya sebagai miliknya. Sabu tersebut dibeli dari seseorang yang diketahuinya bernama Jhon di daaerah Karawaci Tangerang seharga Rp 1,3 juta per gramnya. Bodong mengaku baru dua kali bertransaksi dengaan Jhon dalam sebulan terakhir. Tetapi, transaksi bisnis haram tersebut dilakukan secara tidak langsung. Sebab, Bodong harus terlebih dahulu mentransfer uang ke rekening Jhon sesuai dengan jumlah barang yang dipesan."Jhon tidak mau transaksi disini. Jadi harus transfer dulu kemudian saya disuruh ambil langsung di daerah Karawaci. Saya sendiri juga belum pernah ketemu dengan dia saat ambil barang melainkaan dipandu lewat hape untuk mengambil sabu tersebut ditempat yang sudah ditentukan," terangnya.

Sedangkan pil Excimer diperoleh dengan cara membeli di salah satu toko obat yang ada di kawasan Jalan Pramuka Jakarta Timur. Excimer dibeli seharga Rp 800 ribu per seribu butir atau Rp 800 per butirnya. Rencanaanya, excimer tersebut akan dijual kembali ke konsumennya seharga Rp 1000 per butir. "Tapi saya ga jual eceran melainkan per bungkus. Satu bungkus excimer berisi 250 butir," tuturnya.

Khusus sabu, Bodong mengaku sudah mendapatkan untung yang cukup lumayan karena sabu  yang dibeli semata-mata bukan untuk dijual melainkan sebagian untuk dikonsumsi secara pribadi. Sedangkan Excimer sama sekali belum mendapatkan untung karena belum sempat terjual."Kalau jual sabu saya akui sudah dapat untung meskipun belum banyak. Tapi klo excimer belum sama sekali," kata dia.

Kepala Seksi Pemberantasan BNNK Karawang, AKP Gunadi, MH mengatakan, penangkapan terhadap tersangka dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi yang menyebutkan Bodong kerap menjual sabu melalui hape yang diservicenya. Setelah dilakukan penyelidikan selama beberapa hari dan dipastikan tersangka tengah menyimpan sabu, anggotanya pun langsung menangkapnya. "Kami menemukan 4 paket sabu-sabu yang disimpan didalam sebuah kantong kecil. Sedangkan excimer itu kami sita saat rumah tinggalnya kami geledah," katanya.

Sabu tersebut dijual kepada rekan-rekaannya khususnya para pembalap motor yang tersebar di Karawang. Umumnya sabu tersebut dijual melalui paketan Rp 400 dan Rp 200 ribu . Sedangkan excimer belum sempat dijual karena sudah keburu  ketangkap. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, BNNK menerapkan pasal berlapis yakni pasal 114 ayat (1) jo 112 ayat (1) Undang undang Republik Indonesia No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara serta Undang undang No 05 tahun 1997 tentang Psikotropika. (*) 


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 23:23

Sunday, 21 February 2016

Beli Sabu Warga Karawang Kulon Disergap

Ilustrasi Sabu
Laela Qodriah alias Ela (35) security salah satu perusahaan di Karawang ditangkap anggota Satnarkoba Polres Karawang saat akan bertransaksi di Jembatan Klari tak jauh dari Rest Area KM 57, Kampung Walahar, Desa Walahar, Kecamtan Klari, Sabtu (20/2) malam lalu. Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita dua paket sabu siap edar.

"Kami mendapat laporan masyarakat, kemudian dilakukan penyelidikan dengan  mendatangi tempat kejadian perkara," kata Kasat Narkoba Polres Karawang, AKP Ahmad Faisal Pasaribu kepada wartawan, Minggu (21/2).

Penangkapan terhadap pelaku dilakukan setelah polisi mendapat informasi yang menyebutkan tersangka akan melakukan  transaksi narkotika jenis sabu di lokasi tersebut .Sehingga ketika petugas melihat tersangka berada di TKP, saat itu juga petugas langsung mengamankan ibu rumah tangga yang kerap disapa dengan panggilan Ela itu.

Saat digeledah petugas  menemukan barang bukti berupa 1 bungkus tisue yang didalamnya berisi 1 bungkus plastik bening berisi sabu. "Usai penggeledahan badan, anggota kembali menggeledah rumah tersangka di daerah Karawang Kulon. Kami berhasil menemukan 1 buah kotak plastik bening yang di dalamnya terdapat 1 bungkus plastik yang berisikan sabu yang disimpan dibawah kipas angin," kata Faisal.

Tersangka Ela, lanjut Faisal mengaku mendapatkan narkotika jenis sabu dari tersangka Abrag dengan cara membeli sebanyak 1 bungkus seharga Rp 1,5 juta. Petugas belum berhasil menangkap Abrag dan namanya sudah dimasukkan ke dalaam  Daftar Pencarian Orang (DPO). "Tersangka Ela yang merupakan petugas security, kami bawa ke Mapolres Karawang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, petugas juga sedang mengejar pelaku yang memasok sabu kepada tersangka ini," tandasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya penyidik menerapkan pasal 114 ayat (1) jo 112 ayat (1) Undang undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. "Ancaman hukumannya minimal 4 tahun penjara dan denda minimal Rp 800 juta," kata Faaisal. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 22:45

Thursday, 11 February 2016

Pelanggan Tipu Pemilik Restoran, Motor Lenyap

Pemilik RM Soto Betawi di Jalan Raya Citra Kebunmas Kondangjaya, Dheva Febrian (19), Rabu (10/2) ditipu seorang pria  pelanggannya. Akibatnya,  warga Kampung Tipar Desa Kondangjaya,  Kecamatan Karawang Timur itu kehilangan  sepeda motornya  Honda Beat merah F-2985 GQ.

Korban Dheva Febria mengatakan, peristiwa tersebut berawal saat dirinya didatangi oleh seorang pria yang mengaku bernama Bagus ke rumah makan miliknya itu dan memesan  500 porsi soto betawi dalam acara pernikahan kerabatnya. Setelah selesai membicarakan harganya, pria itu  meminjam motor Dheva untuk mengambil uang panjar (DP).

Tak berpikir panjang, Dheva langsung meminjamkan motornya itu kepada orang yang belum dikenalnya secara mendalam. "Karena saya percaya dengan penampilannya dan tak punya pikiran buruk kepada pria itu, lalu saya langsung meminjamkan motor saya kepada pria itu karena dia beralasan pinjam motor hanya untuk mengambil uang DP membayar soto yang sedang dipesannya," kata Dheva .

Namun setelah beberapa lama menunggu,  pria dan motor milik Devha itu tak kunjung datang. Dheva baru sadar jadi korban penipuan setelah satu jam lebih orang tersebut tak kembali, hingga akhirnya korban langsung melaporkan peristiwa itu  ke polisi. "Sepertinya orang itu adalah pelaku kejahatan yang sudah menipu saya dan membawa kabur motor. Padahal saya meminjamkan motor ke orang itu karena saya percaya dan sebelumnya orang itu memang pernah makan di rumah makan soto saya bersama seorang perempuan menggunakan sepeda motor CBR merah," ungkapnya.

Sebelum motor miliknya dibawa kabur, diakui Dheva,  beberapa waktu lalu pria itu memang pernah memesan sebanyak 500 porsi  soto di rumah makan miliknya. Kedatangan yang kedua kalinya dianggap Dheva juga serius. "Sebelumnya saya juga kenal dengan orang itu karena sering makan di sini.  Pantesan saja dia datang seorang diri dan ngakunya diantar oleh mobil kantor ke tempat saya," terangnya.

Disebutkan, sebelum membawa kabur motor milik Dheva, pria tersebut meminta ukuran baju dua karyawan wanita di RM Soto Betawi itu untuk keperluan seragam dalam acara pernikahan kerabatnya. "Yang buat saya percaya pria itu sempat mengukur baju 2 orang karyawan saya, Rani (20) dan Inah (19) itulah yang membuat saya percaya sama orang itu," katanya. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 18:15

Tuesday, 12 January 2016

Karawang Surga Pelaku Curanmor

Ilustrasi Karawang Surga Pelaku Curanmor
Aksi pencurian sepeda motor terus saja terjadi. Kemarin, satu unit  sepeda motor jenis Honda Vario Texno warna hitam Nopol R 3062 SP  milik Rizki Mugi Rahayu (20) hilang saat diparkir di depan rumahnya yang berlokasi Kdi perumahan Saung Riung di Blok E 02 No. 04, Desa kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur.

Kepada wartawan Rizki mengaku, motornya diketahui hilang setelah ditinggal masuk ke dalam rumah sekitar 10 menit. Sebab, motor sebelumnya diparkir di depan rumah agar cepat kering karena baru saja selesai dicuci. "Saya  baru 10 menit saya masuk rumah, Eh motor saya sudah hilang, dan yang hilang motor Vario padahal di luar ada dua motor yang satunya motor Beat," kata Rizky, Senin (11/1).

Pasca diketahui motornya hilang , dirinya masih sempat  menanyakan keberadaan motornya  kepada para tetangganya. Salah seorang tetangganya menyebutkan bahwa  sekitar pukul 10.00 WIB sempat  melihat ada dua orang yang mengendarai motor mondar madir didepan komplek, tapi karena tidak ada rasa curiga lalu tetangganya langsung masuk kerumah.  "Sepertinya dua orang itu pelakunya, karena mondar mandir depan rumah saya saat saya masuk kerumah. Anehnya padahal motor sudah dikunci stang tapi masih bisa dimaling," ungkapnya.

Atas dasar keterangan tetangganya tersebut, Rizki meyakini jika kedua pengendara motor yang mondar mandir itu yang diduga kuat sebagai pencuri sepeda motor miliknya. Apalagi, berdasarkan pengakuan sejumlah warga  di perumahan tersebut dalam dua bulan ini sudah 4 motor warga hilang saat diparkir depan rumah di siang bolong. "Iya sering disini sudah 4 kali kejadian hilang motor, dan ini kali ini motor saya hilang. Tapi saya udah lapor sama polisi tadi dan polisi," ungkapnya.

Sekedar informasi, pekan kemarin polisi menggulung kawanan pelaku pencuri kendaraan bermotor (curanmor). Kawanan yang beraksi disejumlah tempat berbeda ini berhasil menyikat empat sepeda motor, dan terakhir Jumat (8/1), sepeda motor milik Jajang (24) warga perumahan Gading Elok 1, Blok K No. 5, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur hilang. Yamaha vixion bernopol T 2648 MB berhasil dibawa kabur pelaku ketika  diparkir di depan rumahnya.

Jajang saat  ditemui di Polres Karawang mengatakan, sepeda motornya diketahui hilang sekitar pukul 06.00 WIB  saat  mau berangkat bekerja. Ketika mau ambil motor yang sebelumnya diparkir diteras rumah sudah tidak ada lagi. "Tahu-tahu pas saya mau berangkat kerja dan kluar rumah eh ihat motor saya sudah tidak ada ditempatnya," kata Jajang.

Sesaat setelah mengetahui motornya hilang, kata  dia, dirinya langsung menanyakan kepada keluarganya karena mengira ada yang bawa motor tanpa ijin. Namun tak seorangpun anggota keluarganya yang mengetahuinya. Bahkan, hal yang sama juga dilakukan kepada tetangganya. "Pas saya tanya sama tetangga yang didepan rumah, eh taunya bener waktu subuh sekitar jam 04.00 WIB katanya ada yang bawa motor saya, dan dikira tetangga saya itu saya karena pake Helm," terangnya.

Sebelumnya, Senin (4/1) sepeda motor Honda Blade milik warga perum CKM juga hilang dicuri maling saat diparkir digarasi rumah korban dan pelakunya masuk dengan cara menjebol gembok pintu gerbang. Kemudian pada Kamis (7/1), satu unit sepeda motor suzuki satria FU milik warga di Kampung Kepuh Kelurahan Karangpawitan, Karawang Barat juga hilang dicuri maling. Kemudian diwaktu yang bersamaan satu unit motor Yamaha Vixion dengan Nopol AA 3827 AV, milik korban Julrohman (22) Pasir Gombong, Cikarang, juga hilang. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 19:36

Monday, 28 December 2015

Bawa Kartu Pers Maling Motor Nyaris Tewas

Ilustrasi Bawa Kartu Pers Maling Motor Nyaris Tewas
Seorang pemuda nyaris tewas akibat digebuki massa di Jalan Raya Proklamasi, Kampung Wanasepi, Desa Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Sabtu (24/12) setelah dituduh sebagai pelaku pembegalan. Sedangkan tiga rekannya berhasil melarikan diri sehingga lolos dari amukan massa. Sementara dua motor milik pelaku habis dibakar.

Berdasarkan informasi di lapangan, pelaku yang berinisial GS tertangkap diketahui membawa kartu identitas Pers (ID pers) salah satu media mingguan. Arip, warga Tunggakjati mengatakan, amarah warga terjadi saat empat orang pelaku berkendara dua unit sepeda motor membegal salah satu korban yang melintas di jalan Raya Proklamasi, Desa Tunggakjati, sekitar pukul 04.00 WIB. Pelaku mengancam korban dengan golok sebelum merampas ponsel korbannya. Bahkan seorang pelaku mengaku sebagai anggota buser.

Namun, dalam upaya kabur usai melakukan aksinya, salah satu motor yang dikendarai pelaku kehabisan bensin dan mogok. Saat tengah mendorong sepeda motornya,  korban berteriak dan melawan sehingga mengundang kehadiran massa. “Tiga orang pelaku berhasil kabur, tapi yang satu orang tertangkap. Digebukin warga hingga babak belur,” Arif, saksi mata.

Dikatakan Arip, puluhan warga sempat melakukan pengejaran hingga ke belakang pabrik Aqua, arah pelaku melarikan diri. Sementara, warga yang kesal terus menerus menghakimi pelaku dan membakar dua sepeda motor yang dikendarai pelaku hingga hangus terbakar. “Untung polisi keburu datang, kalau tidak mati pelaku. Soalnya sempat mau dibakar bareng sama motor,” tuturnya.

Arip pun mengungkapkan, dari sekian banyak identitas diri yang dibawa pelaku yang tertangkap, warga menemukan kartu Pers dari pelaku. Namun, warga tak mengenal pasti apakah media massa yang tempat pelaku bekerja benar adanya atau hanya akal-akalan pelaku. “Parah, masa pelaku bawa kartu persnya. Tapi saya tidak kenal dia beneran wartawan atau bukan,” ungkapnya.

Sementara, saat coba dikonfirmasi, jajaran Kepolisian Polsek Karawang Kota, yang mengamankan pelaku masih belum memberikan keterangan secara resmi terkait kronologis pasti peristiwa tersebut. “Nanti, maaf saya sedang pam jalur di Jalan Baru,” kata Kapolsek Karawang Kota AKP Andryan Nugraha, saat dihubungi via ponsel, Minggu (27/12). (*)

Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 19:58

Masyarakat Muak, Polisi Tak Mampu Lindungi Warga

Ilustrasi Masyarakat Muak, Polisi Tak Mampu Lindungi Warga
Kasus main hakim sendiri oleh massa mulai menggejala di wilayah kabupaten Karawang belakangan ini. Bayangkan, dalam kurun waktu satu bulan terjadi terjadi empat kali pengeroyokan terhadap empat orang terduga pencuri kendaraan bermotor. Dalam kasus itu, tiga orang tewas, satu orang lainnya kritis.

Aparat keamanan setempat tampaknya tenang-tenang saja atas peristiwa tersebut. Buktinya adalah, tidak ada satupun daari empat kasus tersebut yang dijerat hukum atas perbuatannya. Gejala ini seolah-olah menunjukkan aparat keamanan mulai menganggap peristiwa itu tidak perlu dihiraukan kerana menyangkut massa. Polisi takut terhadap massa? Faktanya seperti itu. Seperti yang terjadi di Klari seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) tewas akibat dihakimi massa saat mencuri sepeda motor jenis Yamaha MX dengan Nopol G 38890 P, milik korban  Fauzan Aziz warga Perum Mustika Indah Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari.

Peristiwa itu terjadi saat motor korban yang ditinggal dan diparkir oleh pemiliknya yang menunaikan ibadah Sholat subuh di masjid Abdurohman. Nasib nahas juga menimpa seorang pria tanpa identitas yang tewas akibat dihakimi massa saat kepergok mencuri 2 ekor hewan domba milik warga bernama Soip (65) warga Kampung Penambahan RT 10/04 Desa Kertasari Kecamatan Pangkalan. Peristiwa pencurian berawal saat kedua pelaku yang menggunakan sepeda motor jenis matic Vario terlihat Membawa empat ekor domba hasil curian di dalam karung milik warga Soip (65) warga Kampung Cigintung Kertasari Kecamatan Pangkalan. Namun saat pelaku akan membawa kabur domba hasil curiaan ada warga yang mengetahuinya dan langsung di kejar dan diteriaki maling dan tertangkap warga.

Seorang pelaku Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tanpa identitas jugha tewas mengenaskan akibat dihakimi massa, saat keperok mencuri sepeda motor milik korban bernama Jafar Pahrudin (22) yang terparkir di depan rumah, di Kampung Baged RT13/04 Desa Kertasari, Kecamatan Pangkalan.
Terkait hukum massa ini, sejumlah pemerhati menilai hal itu terjadi sebagai bentuk krisis hukum yang berlangsung di kabupaten ini. Kendati demikian inipun mesti disikapi bijak. Karena aksi itu tidak akan ada jika warga sadar untuk tidak membeli motor tanpa surat-surat. "Pada sakit semua, baik para penyelenggara negara, masyarakat apalagi penjahatnya. Jangan saling lempar kesalahan. Keadaan yang terjadi saat ini akibat kesalahan kolektif kita sebagai bangsa," ucap Jajang Sutrisno.

Dia mencontohkan, adanya kasus pencurian motor karena memang ada permintaan (order). Hukum produksi, ada pemetikan (pencurian) karena ada permintaan dari kalangan masyarakat yang masih senang memakai kendaraan bodong. "Kalau saja masyarakat menyadari bahwa menggunakan kendaraan illegal tersebut adalah perbuatan dholim, haram dan merupakan bentuk tindak pidana, lalu para alim ulama terus dengan gencar memfatwakan bahwa memakai kendaraan illegal hukumnya haram, kemudian aparat penegak hukumpun memberikan sangsi pidana juga kepada masyarakat yang menggunakan motor illegal. Maka dipastikan ini akan memutus mata rantai paling tidak meminimalisir angka kasus curanmor. Karena memang tidak akan ada permintaan dari pengguna barang haram tersebut. Lalu fakta yang terjadi saat ini justeru sebaliknya. Maka saya katakan bahwa semua komponen bangsa ini tengah sakit," ucapnya.

Hal senada diungkapkan Sunda Krw, dia menilai terjadinya penghakiman massa itu juga akibat hukum yang tidak tegas ditegakkan. Itupun masih ditambah dengan peluang yang memng tercipta untuk memungkinkan terjadinya aksi kejahtan. "Kejahatan terjadi karena ada kesempatan. Pencuri itu pelantara, yang jahat itu adalah penadah. Perampok takan kapok tanpa pencerahan agama, perampok sadis akibat disengaja karena terhina. Karena, untuk memberantas aksi ini sebetulnya sederhana, yakni harus melibatkan semua komponen, terutama kalangan ulama," terangnya.

Sementara Surdin, malah dengan tegas mengatakan perbuatan melawan hukum karena itu harus ada sosialisasi langsung ke masyarakat. "Apapun alasannya menghakimi sendiri adalah perbuatan melawan hukum, meski dilakukan bersama-sama (massa). Ini perlu disosialisasikan secara luas. Tapi, penegak hukum (polisi) jangan sekali-kali menyepelekan hak rakyat untuk mendapatkan rasa aman, termasuk rasa aman dari pencurian kendaraan. Modus-modus pencurian dan pembegalan harus diantisipasi jangan sampai terjadi. Bila tertangkap, hukum dengan hukuman yang dapat membuat mereka jera," tandasnya.

Secara terpisah, Kasatreskrim AKP Doni Satria Wicaksono mengatakan pihaknya sangat mendukung partisipasi masyarakat membantu kepolisian mencegah terjadinya kejahatan. Hanya saja menurutnya masyarakat tidak boleh menghakimi sendiri pelaku kejahatan. Apalagi jika itu mengakibatkan pelakunya tewas. "Kita dukung itu karena jumlah polisi terbatas. Tetapi itu tidak boleh dilakukan secara keterlaluan apalagi pelakunya sampaai tewas," katanya.

Doni mengungkapkan pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarkat untuk meminimalisir aksi main hakim sendiri. Masyarakat boleh berpartisipasi dalam membantu kepolisian namun jangan sampai kebablasan. "Jujur kami merasa terbantu tapi jjangan sampai pelakunya tewas. Ya kalau hanya sedikit di jewer ya kita maklum karena mungkin mereka emosi," katanya. (*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 19:57

Sunday, 20 December 2015

Gara-gara Selingkuh dengan Istrinya, Adih Tewas Ditombak Jayadi

Ilustrasi Gara-gara Selingkuh, Adih Tewas Ditombak Jayadi
Gara-gara dituduh selingkuh, Adih (50) tewas bersimbah darah setelah mata tombak yang dihujamkan Ujang Jayadi menusuk dadanya. Aksi pembunuhan itu sendiri terjadi di Dusun Guha Mulya, Desa Medan Karya Kecamatan Tirta Jaya, Jumat (18/12) lalu.

Pasca kejadian   polisi  langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian dan langsung mengamankan pelaku  berikut alat bukti mata tombak yang digunakan untuk membunuh korban. “Saat ini pelakunya sudah kita amankan dan sedang kita gali motif yang sebenarnya hingga pelaku nekat membunuh korbannya, “ kata Kasatreskrim Polres Karawang, AKP Doni Satria Wicaksono, kepada wartawan, Minggu (20/12) kemarin.

Menurut Doni aksi pembuhunan tersebut terjadi  ketika Ujang  bertemu korban di Dusun Guha Mulya Desa Medan Karya, Kecamatan Tirta Jaya, Jumat (18/12) malam. Saat itu pelaku yang bekerja sebagai marbot masjid menuduh korban telah berselingkuh dengan istrinya. Tidak terima dengan tuduhan itu korban emosi dan lantas terjadi  cekcok mulut diantara keduanya. Korban semakin marah karena pelaku terus saja mencecar dan menuduhnya selingkuh. Puncaknya korban langsung memukul pelaku hingga terjatuh. Tidak terima dipukul korban pelaku kemudian kemudian  membalas dengan mengeluarkan mata tombak yang sudah disiapkan sebelumnya.  Korban langsung  roboh saat mata tombak menembus dadanya.

Mengetahui  korbannya roboh pelaku berusaha untuk kabur namun warga sudah berdatangan dan langsung mengamankan pelaku. Sedangkan korban dilarikan ke rumah sakit, namun dalam perjalanan korban sudah tewas. “Saat dibawa oleh warga ke rumah sakit korban sudah tidak tertolong lagi karena banyak mengeluarkan darah,” kata Doni.

Menurut Doni berdasarkan hasil pemeriksaan sementara pelaku cemburu karena korban dituduh telah berselingkuh dengan istrinya. Namun pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan ada motif lain dibalik kasus pembunuhan ini. “Kita masih terus mengembangkan kasus ini dan sejumlah saksi sudah diperiksa,” katanya.

Doni mengungkapkan pihak kepolisian juga telah sedang melakukan pemeriksaan terkait kejiwaan pelaku. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi selama ini pelaku dikenal ramah dengan warga sekitar sehingga  ketika pelaku melakukan pembunuhan tersebut banyak yang tidak percaya. “Hasil dari pemeriksaan kejiwaan ini  untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku. Pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukumnanya 7 tahun penjara. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 22:47

Monday, 14 December 2015

Dua Pengedar Narkoba Dicomot

Roni alias Oni (39) dan Purnomo alias Adi (35) dicomot tim buser Satnarkoba Polres Karawang, di sebuah rumah kontrakan,di Dusun Pejaten, Desa Dawuan Tengah Kecamatan Cikampek. Dari tangan mereka  polisi menyita 4 linting ganja dan satu paket sabu untuk dijadikan barang bukti

Kasat Narkoba Polres Karawang AKP Achmad Faisal Pasaribu ketika ditemui wartawan dikantornya, Senin (14/12) mengatakan, penangkapan terhadap kedua pelaku dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi  dari masyarakat terkait adanya penghuni kost yang diketahui sering menggunakan dan mengedarkan narkoba. Atas laporan tersebut dirinya memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan sekaligus menangkap keduanya. "Setelah kami selidiki ternyata benar, dan kami berhasil menangkap dua pelaku. yakni Roni alias Oni (39) warga Gang Stasiun Dawuan, Desa Dauwan, Kecamatan Dauwan Tengah, dan Purnomo alias Adi(23) warga Dusun Bangan RT 004002 Desa Muruh Kecamatan Guntiwarno, Klaten Jawa Tengah," kata Faisal.

Dikatakan Faisal, dari keterangan pelaku Roni kepad polisi bahwa sebanyak satu paket sabu itu didapat dari temannya bernama Nabil (belum tertangkap) yang dibelinya sebesar Rp 500 ribu dan bertransaksi di dekat stasiun Cikampek, sedangkan pelaku Adi Purnomo mengaku bahwa sabu-sabu sebanyak 4 linting ganjamiliknya itu didapat dari temannya yang bernama Riko Firmansyah. "Keduanya mengaku kepada kami hanya sebagai pemakai,  namun apapun alasan mereka tetap tidak kami hiraukan dan kami langsung menciduk pelaku dan membawanya ke Mapolres untuk kami periksa kembali lebih lanjut keterangan pelaku," ungkapnya.

Sementara itu, untuk barang bukti empat linting ganja yang disembunyikan di sebuah wadah bekas cotton Buud dan satu paket sabu dari tangan pelaku sudah diamankan polisi, beserta satu buah ponsel Blackberry hitam dan satu buah sepeda motor Honda Sapacy hitam dengan Nopol T 6164 LI. Akibat perbuatan perbuatannya itu, kini kedua pelaku terpaksa harus menjalani hari-harinya di balik sel tahanan mapolres Karawang, dan polisi akan menjerat pelaku dengan pasal 114 ayat (1) jo 112 ayat (1) UU RI No. 35 tentang narkotika dengan hukuman minimal 4 tahun penjara. (*)



Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 22:48

Sales Perumahan Dirampok di Dalam Mobil

Ilustrasi Sales Perumahan Dirampok di Dalam Mobil 
Titin Fatimah, warga Kosambi, salah seorang tenaga pemasaran komplek perumahan menjadi korban pencurian dengan kekerasan di Jalan Baru, Desa Kondang Jaya, Kecamatan Karawang Timur, pada Jumat (11/12), sekitar pukul 20.00 wib. Akibatnya korban kehilangan satu unit sepeda motor, sebuah tas yang berisi dompet, uang dan HP.

Halimah, salah seorang keluarga korban mengatakan, Titin pergi dari rumah sekitar pukul 19.00 wib mengendarai sepeda motor untuk menemui seseorang yang akan mengambil kredit satu unit rumah di dalah satu komplek perumahan. Titin memang merupakan tenaga pemasaran perumahan yang akan diambil kredit oleh para pelaku. “Pada saat itu korban disuruh menitipkan sepeda motor oleh para pelaku di penitipan di dekat Terminal Klari. Kemudian korban diajak masuk mobil,” ujarnya, Minggu (13/12).

Ketika mobil masuk ke Jalan Baru, salah seorang pelaku yang perempuan tiba-tiba merampas tas milik Titin yang di dalamnya tersimpan kunci motor. Kemudian korban dibekap dengan menggunakan sapu tangan, terus menghantamkan batu besar kebagian kepala korban. Setelah tak berdaya, korban dilempar ke pinggir Jalan Baru. Namun tidak lama kemudian korban ditemukan oleh petugas kepolisian yang sedang berpatroli. Oleh petugas, korban kemudian dibawa ke IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang.
Halimah kemudian sempat mengecek sepeda motor Titin di penitipan di dekat Terminal Klari. Namun motor Titin sudah tak berada di tempat tersebut. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 18:39

Lewat di Depan Polres, Jambret Beraksi

Illustrasi Lewat di Depan Polres, Jambret Beraksi
*2 Wanita Teriak di Suroto Kunto dan Syeh Quro

Minimnya jam patroli menjadi alasan mengapa aksi kejahatan penjambretan sulit diberantas, selain jumlah petugasnya yang juga minim. Seperti terjadi akhir pekan (12/12) kemarin. Dua wanita pengendara sepeda motor menjadi korban penjambretan di dua lokasi berbeda. Diduga, kedua aksi dilakukan oleh orang yang sama.

Peristiwa penjambretan pertama terjadi di Jalan Surotokunto tepatnya depan PT ADW, Warungbambu, Kecamatan Karawang Timur, Sabtu (12/13) malam sekitar pukul 20.30 WIB.  Pelaku yang berjumlah dua orang dengan ciri berperawakan tinggi kecil menggunakan helm fullpres dan mengendarai sepeda motor jenis satria FU hitam itu, berhasil membawa kabur tas warna orange milik korban wanita asal Klari yang saat itu baru saja mengambil uang dari ATM Mandiri.

"Menurut keterangan korban, dia merasa sudah dibuntuti dari depan bunderan Mega Mall usai mengambil uang di ATM. Korban  tidak menaru curiga apapun terhadap dua orang yang menjambretnya. Hanya saja saat tak jauh dari TKP dia langsung dipepet hingga tas kecil yang berisi uang berikut isi dompet langsung ditarik pelaku yang kabur ke arah klari," kata Supri, petugas parkir, di depan lokasi kejadian, kemarin.

Peristiwa penjambretan kedua terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, di Jalan Raya Syeh Quro tepatnya di depan Daeler Yamaha Arista. Disini pelaku yang diduga masih orang yang sama dengan motor Satria FU warna hitam tersebut berhasil membawa dompet milik ibu rumah tangga bernama Sukaesih (35) warga Desa Tegalsawah. "Kejadiannya begitu cepat saya tidak tahu karena dengan tiba-tiba dari arah belakang samping kanan dua orang pelaku langsung merampas dompet saya yang dicantelkan di motor," ujar korban.

Dikatakan korban, sebelum dijambret saat itu korban baru saja pulang dari rumah adiknya di Telukjambe. Namun ketika melintas di jalan Syeh Quro korban langsung dipepet sehingga dompet miliknya yang berisi uang sebesar Rp 600.000 dan ponsel merek Oppo berhasil dibawa kabur. "Saya sempat minta tolong sama warga yang lewat tapi dua orang yang menjambret saya lansung kabur ke arah Lamaran. Saya inget orang yang jambret saya pake motor Satria FU hitam, orangnya tinggi pake masker," katanya.

Akibat peristiwa penjambretan tersebut, kini kedua korban harus kehilangan sejumlah uang dan juga sejumlah surat penting seperti kartu identitas dan yang lainnya, nantinya menurut kotban akan melaporkan kasus penjambretan yang dialaminya itu kepada pihak kepolisian. Sedikit mengingatkan kembali kepada masyarakat, dua lokasi diantaranya Jalan Syeh Quro dan Jalan Surotokunto tersebut merupakan sasaran empuk para pelaku kejahatan, meskipun selalu ramai dan trek yang lurus dan dipadati arus lalulintas tiap harinya. Namun para pelaku terkesan sangat berani untuk melakukan aksi penjambretan di dua jalan tersebut. Warga berharap agar kejadian yang sama tak terulang, pihak kepolisian diminta terus melakukan patroli di setiap waktunya tetlebih pada jam-jam berangkat maupun pulang bekerja. (*)

Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 18:36

Wednesday, 2 December 2015

Diparkir di Garasi Avanza Raib

Mobil Avanza silver B 1690 FOK, milik Uus Kusnadi, warga Kampung Sukaresmi RT 16/05 Desa Anggadita, Kecamatan Klari, Selasa (1/12) hilang dari garasi rumahnya. Diduga, mobil tersebut dicuri orang dengan cara menjebol gembok pintu gerbang rumah korban. Raibnya mobil tersebut kini ditangani pihak kepolisian setempat.

Uus Kusnadi saat ditemui wartawan di rumahnya Selasa (1/12) kemarin mengatakan, mobil miliknya dikertahui hilang saat orang ibunya bangun dan mau menunaikan sholat subuh sekitar pukul 04.30 WIB. Kemudian, ibunya  pun curiga dan merasa  ada yang aneh di halaman rumahnya karena gerbangnya terbuka lebar."Pas orang tua saya bangun dan liat keluar rumah mobil memang sudah tidak ada di tempat, lalu saya dibangunkan oleh ibu saya katanya mobil gak ada dan setelah saya cek ternyata pintu gerbang memang sudah terbuka dan gemboknya juga sudah tidak ada padahal dikunci," kata Uus.

Mengetahui mobilnya hilang, kemudian pada pagi harinya dia langsung menanyakannya kepada tetangga rumahnya apakah ada yang melihat mobil miliknya keluar dari garasi rumahnya atau tidak. Namun para tetangganya tidak mengetahui sama sekali, bahkan warga juga sama sekali tidak mendengar suara mobil dan pintu gerbang dibuka. "Saya udah nanya sama para tetangga rumah saya katanya gak ada yang dengar apalagi yang lihat. Terlebih, semua keluarga saya juga kebetulan malam tadi tidur pada pulas semua dan anehnya gak seperti biasanya," ungkapnya. (*)

Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 20:29

Monday, 30 November 2015

Polisi Ringkus 10 Pengedar dan Bandar Togel

Polisi Ringkus 10 Pengedar dan Bandar Togel
Satnarkoba Polres Karawang mengamankan sekitar 780 gram sabu-sabu dan 1 kg ganja serta menangkap 10 orang pengedarnya selama berlangsung Operasi Anti Narkoba (Antik) sejak 22 hingga 31 Oktober lalu.

Kasat Narkoba, AKP Ahmad Faisal Pasaribu, Senin (30/11) mengatakan, ke sepuluh orang tersangka itu dua diantaranya merupakan Target Operasi (TO) dan delapan orang non target operasi (non TO). “Sebagaian besar yang kami tangkap dalam operasi antik merupakan pengedar narkotika jenis sabu-sabu dan lainnya pengedar ganja. Peredarannya di daerah pinggiran kota Karawang titik kawasan rawan narkoba,” katanya.

Operasi ini merupakan agenda tahunan yang bersifat nasional. Tujuan operasi ini untuk mencegah peredaran narkoba dan menangkap pelakunya. Para tersangka kini meringkus di sel tahanan Mapolres Karawang. Mereka diancam dengan pasal 114 ayat (1) jo 111 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman penjara minimal 4 tahun.

Sementara, ditempat terpisah Reskrim Polres Karawang pun meringkus dua bandar togel beromset Rp 300 ribu per hari di sebuah rumah di kampung Pejaten, Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek. Bersama para pelaku,  petugas juga mengamankan sejumlah perangkat judi serta uang  hasil perjudian. Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Doni Satria Wicaksono, melalui Kanit Jatanras Iptu Adis Iskandar, mengatakan, dua orang tersebut masing-masing Sarim bin Abrag (54) dan Entis (65), warga Kampung Babakan Cikampek, Desa Citarik, Kecamatan Tirtamulya Karawang. Keduanya diciduk petugas saat serah terima uang hasil judi togel.

"Para pelaku kami tangkap atas laporan dari masyarakat. Kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pelaku," kata Adis, Senin,(30/11).

Kasus judi togel terpantau masih marak di lingkungan masyarakat Karawang. Untuk itu, semampu mungkin pihaknya terus mengungkap dan menangkap para pelaku praktik judi togel yang operasinya terselubung. Alhasil, kata Adis, pada Senin (23/11) pukul 23.00 WIB, petugas mendatangi dan melakukan penyelidikan ke lokasi yang sempat dilaporkan warga kerap dijadikan transaksi judi togel. "Saat itu kami mendapati tersangka Entis tengah menyetor uang kepada Abrag. Saat itu juga kami tangkap, dan sesuai dugaan sejumlah barang bukti pun kami amankan dari tangan tersangka," ungkapnya.

Dikatakan Adis, para tersangka tak berkutik saat petugas mendapati uang sebanyak Rp535 ribu, dan sejumlah perangkat judi togel berupa kupon, buki tafsir mimpi, bolpen lengkap dengan buku catatan, serta HP yang diduga digunakan sarana perjudian. Dari tersangka Abrag, kami sita uang sebesar Rp 235 ribu dan dari tersangka Entis disita uang sebesar Rp 367 ribu," paparnya.

 Menurutnya, kedua tersangka mengaku sebagai pelaku praktik perjudian Singapur, yang omsetnya rata-rata mencapai Rp 300 ribu per hari. Namun secara pasti persentase keuntungan yang didapat 20 persen dari total hasil penjualan kupon. "Kedua tersangka bersekongkol melakukan praktik judi togel dan di setor ke bandar besar bernama EK, yang saat ini masih dalam pengejaran kami," jelasnya. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 22:15

Saturday, 21 November 2015

Jambret Bermotor Satria FU Beraksi di Jalan Ahmad Yani

Jambret Bermotor Satria FU Beraksi di Jalan Ahmad Yani
Keamanan Karawang Kota kini dipertanyakan. Masyarakat merasa sudah tidak aman, bahkan ketika melintas di jalan raya. Aksi kejahatan ternyata tidak hanya terjadi ditempat sepi tetapi dikeramaian sekalipun para kriminil itu tanpa segan-segan berani beraksi tanpa pandang lokasi. Salah satunya adalah disepanjang ruas bypass Ahmad Yani.

Seperti Kamis (19/11) malam, korban bernama Irmawati (18) dan Nurul (20) pengendara sepeda motor honda scoopy yang dijadikan sebagai korbannya saat melintas di Jalan Ahmad Yani tepatnya di depan kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar, Kelurahan Karangpawitan, Karawang Barat, Kamis (19/11) malam. Akibatnya korban kehilangan uang, ponsel dan surat berharga lainnya.

Menurut warga Guro 2, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, aksi jambret tersebut terjadi ketika keduanya melintas di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) usai  menghadiri acara makan-makan di sekitar Jalan Interchange Karawang Barat. Namun, laju kenderaan terpaksa melambat setelah dipepet dua pemuda yang mengendarai Suzuki Satria FU.

Salah seorang pelaku langsung merampas tas yang diselendangkan di pinggang kanan Nurul. "Pas di jambret tas saya putus dan pelakunya langsung kabur. Tapi pas depan Hotel Omega pelaku langsung putar arah dan kabur ke arah Fly Over," kata Nurul.

Nurul mengaku sempat meminta tolong kepada warga sekitar maupun pengendara lainnya dengan teriakan "maling, maling". Malah, sempat terlihat beberapa pengendara motor lainnya yang berusaha mengejar pelaku. Tetapi, karena kedua pelaku memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, warga dan pengendara laainnya pun jadi kehilangan jejak. "Pelaku sulit dikejar karena kecepatan motornya sangat cepat," ucapnya.
Diakuinya, uang berhasil dibawa kabur penjahat tersebut sebanyak Rp 450 ribu, termasuk dua buah ponsel dan dompet. "Nilai uang memang tidak seberapa tapi, surat surat penting lainnya nilainya sangat mahal. Apalagi STNK motor juga ikut dibawa kabur," lanjutnya.

Sebelumnya hal serupa pun terjadi di ruas jalan yang sama. Korbannya ketika itu bernama Dewiyanti (30) sedang menunggu anaknya mengisi bensin di SPBU Jalan Ahmad Yani. tiba-tiba tasnya dijambret pengendara Yamaha Mio warna biru. Korban yang merasa kaget dengan aksi pelaku spontan meneriaki maling. Komunitas motor yang kebetulan sedang nongkrong dan pengendara lain yang mendengar teriakan korban, kemudian mengejar pelaku hingga tertangkap. Pelaku sempat menjadi bulan-bulan massa hingga babak belum sebelum diamankan petugas Polsek Karawang Kota.

Terkait itu Direktur Yayasan Yafa Institute Yakub Fauzi, yang sempat dimintai komentarnya mengenai aksi kejahatan jalanan, mengatakan selain Jalan Ahmad Yani ruas jalan yang juga rawan kejahatan serupa adalah jalan ByPass Ahmad Yani - Tanjungpura. Berdasarkan laporan yang berhasil ia terima, selama ini tindak kejahatan kerap menimpa masyarakat yang melintas di jalan tersebut. Selain begal, tindak kejatan seperti jambred juga kerap terjadi.

Lebih jauh ia membeberkan, tindak kejahatan tersebut terjadi ketika tengah malam hingga waktu subuh. Bahkan tak segan - segan untuk melukai korbannya. Banyak modus yang dilakukan pelaku ini, mulai dari berpura - pura memberitahu si korban kondisi motornya yang rusak, hingga langsung menyambar korbannya dengan senjata tajam. "Pelaku pura - pura kasih tahu motor olinya bocor, pas berhenti langsung di jambret," seru dia.

Selain tindak kejahatan, angka kecelakaan dijalan tersebut itu kerap memakan korban jiwa. Selain By Pass merupakan jalur cepat, minim penerangan disebut - sebut menjadi biang keladi dari munculnya tindak kejahatan dan kecelakaan di jalur ini. "Ini salah satunya karena kurang penerangan sehingga mengancam keamanan," kata Yakub.

Karena, jika kondisi jalan tersebut terang benderang, ia yakin pelaku kejahatan akan berfikir ulang untuk melakukan tindak kejahatan dijalur tersebut. Maka dari itu, pemerintah daerah harus berfikir untuk mengantisipasi tindakan kejahatan dengan menambah penerangan jalan. "Kalau terang saya yakin penjahat gak akan berani, apalagi kepolisian rutin patroli," imbuhnya.(*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 00:47

Tuesday, 10 November 2015

Jual Sabu Debt Collector Ditangkap

Illustrasi Jual Sabu Debt Collector Ditangkap
Asep Saepudin alias AS (34) warga Dusun Krajan I, Desa Lemahabang Wadas, Kecamatan Lemahabang, tertangkap tangan aparat Sarnarkoba Polres Karawang tengah menjual narkoba jenis sabu-sabu di parkiran Masjid Al Jihad, Senin (9/11). Asep yang sehari-harinya sebagai debt collector ini langsung digelandang ke mapolres setempat untuk diperiksa secara intensif.

Penangkapan Asep berdasarkan laporan masyarakat yang menyebutkan di halaman parkir masjid Al Jihad sering digunakan transaksi narkoba. Berdasarkan laporan tersebut, polisi langsung bergerak melakukan investigasi yang kemudian menemukan seorang pria yang mencurigakan seperti menunggu seseorang. “Kami melakukan penggeledahan dan ditemukan dua plastik bening berisikan narkoba jenis sabu-sabu yang jika ditotal beratnya sekitar satu gram. Kami juga mengamankan satu buah hp milik tersangka,” jelas Kasat Narkoba Ahmad Faisal Pasaribu.

Dari hasil pemeriksaan, kata kasat,  tersangka Asep membeli sabu seharga Rp 1,5 juta dari seseorang warga Karawang. Dia (AS) mengaku baru kali ini menjadi pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Namun tambahnya, polisi tidak mempercayai begitu saja sebab itu modus pelaku narkoba untuk memutus mata rantai supaya tidak sampai ke bandar besarnya.  “Kami masih melakukan penyelidikan untuk dapat menangkap pemasoknya,” tandasnya.

Tersangka AS yang kini sudah menghuni rutan Polres Karawang dijerat  pasal 114 ayat (1) jo 111 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman penjara selama 4 tahun. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 18:59

Monday, 9 November 2015

Curi Hape Lasarus Diselamatkan Polisi

DIAMANKAN: Lasarus maling hape di Mesjid Agung,
Alun-Alun Karawang, diamankan petugas.
Lasarus (18) pelaku aksi pencurian pomnsel nyaris jadi target amukan warga di depan Alun-Alun Karawang, Minggu (8/11) sore. Pasalnya, pemuda yang mengaku berasal dari luar Jawa Barat ini kepergok oleh warga mencuri handphone merk Nokia 1800 milik Nurdin (43) yang sedang di cas di Masjid Agung Karawang.

Nurdin yang saat itu memergoki pelaku mencuri HP miliknya langsung berteriak dan mengejar pelaku. Lasarus yang saat itu kalap langsung lari terbirit-birit ke arah Pos Polisi (Pospol) di Jalan Kertabumi Perempatan Alun-alun. "Saya kejar dia lari kesini, ponsel saya lagi dicas langsung main ambil saja," ujar Nurdin di lokasi kejadian.

Beruntung bagi Lasarun, petugas Kepolisian yang saat itu berjaga di Pospol langsung sigap melindungi pelaku dari amukan massa dengan cara diamankan di ruangan Pospol. Puluhan massa nampak emosi bahkan berteriak kepada petugas agar pelaku dibawa keluar untuk diberikan pelajaran dengan cara dipukuli. "Sudah bawa keluar saja dulu pak, biar kapok," teriak seorang warga penuh emosi.

Meski mendapatkan tekanan dari warga yang merasa kesal kepada pelaku, petugas yang ada saat itu tetap melindungi pelaku pencurian di dalam ruangan Pospol. Setelah bernegosiasi dengan warga, akhirnya pelaku dibawa keluar tanpa dianiaya oleh warga yang sudah menunggu diluar. Selanjutnya, pelaku dibawa ke dalam mobil sedan yang sudah disiapkan oleh petugas. "Kita bawa dia (pelaku pencurian), ke Polsek dulu, korban juga kita bawa untuk jadi saksi," ujar petugas.(*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 20:21

Thursday, 5 November 2015

Maling Beraksi di Perumahaan Sari Indah

Aksi pencurian dengan pemberatan (curat) masih terus terjadi khususnya dalam tiga hari belakangan ini. Peristiwa teranyar terjadi di Perumahan Sari Indah, Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur,  Kamis (5/11) dinihari. Sekitar Rp 30 juta harta milik korban berhasil dibawa pelaku.

Korban bermama Heru Purnomo (30), mengatakan, dirinya mengetahui menjadi korban pencurian, setelah orang tuanya bangun tidur sekitar pukul 06.00 wib dan kemudian memberitahunya. Karena handphone serta tas milik adiknya sudah tidak ada ditempat, namun setelah di cek ke belakang rumah di lantai dua, ternyata burung piaranya juga hilang.  “Saat saya periksa satu persatu, ternyata yang hilang burung jenis muray tiga ekor hilang (Rp 25 juta), dua buah handphone, SIM, STNK , ATM, dan uang Rp 1,5 juta. Kalau ditotal kerugian mencapai sekitar Rp 30 juta,” ujarnya.

Menurut Heru, orang tuanya biasanya bangun subuh terutama setelah mendengar suara alarm untuk solat subuh. Namun kali ini tumben bangunnya malah kesiangan, katanya seperti di hipnotis karena tidurnya terlelap dan baru sadar sudah siang. “Kejadian seperti di keluarga kami baru pertama kali terjadi," ucap Heru.

Heru mengungkapkan, pelaku ini memasuki rumahnya melalui tembok belakang rumah tetangganya. Kemudian memanjat ke lantai dua rumahnya, pada saat itu pintunya tidak terkunci. Maka para pelaku leluasa mengambil barang-barang berharga miliknya. “Tadi menurut pihak kepolisian, pelaku pencurian ini beraksi lebih dari satu orang dan mengetahui lingkungan sekitar perumahan ini,” jelasnya. 

Berdasarkan inforamasi yang dihimpun dilapangan, bahwa perumahan Sari Indah, Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, rawan akan terjadi tindak pencurian. Bahkan bebrapa waktu lalu ada warga sekitar rumahnya pernah dibobol maling di siang bolong sekitar pukul 09.00 wib. Sebelumnya, Kantor Perum Jasa Tirta II, di Jl raya curug klari, Desa Curug, Kecamatan Klari, Senin (2/11) disatroni kawanan perampok. Akibatnya sebuah brangkas besar berisi uang sebesar Rp 13 juta raib, diduga pelaku berjumlah lebih dari satu orang.

Salah seorang office boy, Deni Wahyudin (33), mengatakan, peristiwa perampokan tersebut baru dikatahui sekitar pukul 06.00 wib saat akan membuka kantor tersebut. Namun saat ia mau membuka satu persatu ke ruangan didalam kantor, ia dikejutkan dengan kondisi sejumlah ruangan sudah dalam posisi terbuka bahkan berantakan dan brangkas yang ada didalam ruangan sudah jebol. "Saya tahu saat saya mau bersih-bersih dan buka ruangan, dan kondisinya sudah jebol semua pintu ruangan. Karena penasaran kemudian lihat dan ternyata sudah berantakan semua brangkas uang juga sudah tidak ada," katanya. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 22:29

Wednesday, 28 October 2015

Pembobol Spesialis Distro Beraksi di Syeh Quro

Illustrasi Pembobol Spesialis Distro Beraksi di Syeh Quro
Maling spesialis distro beraksi di Distro Eiger Pondok Petualang di Jalan Syeh Quro, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Selasa (27/10). Distro itu dibobol, akibat peristiwa itu, pemilik distro yang baru dua bulan membuka distro mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Peristiwa itu baru diketahui setelah karyawan toko bernama Heryan, akan sampai di toko sekitar pukul 08.00 Wib. Saat ia dan temannya akan membuka toko seperti biasanya. Namun saat mau membuka roling door toko ia dikagetkan dengan kondisi roling door sudah dalam posisi terbuka dan rusak. Sejumlah barang seperti pakaian, sandal, sepatu, tas dan asesoris merk Eiger sudah tidak ada di tempatnya. "Pas saya mau buka toko tempat saya kerja, tahu-tahu sudah terbuka lebar dan terliat kunci jebol, pas dilihat ternyata barang yang ada di dalam sudah habis," kata Heryan, saat ditemui di TKP.

Dikatakan Heryan, mengetahui toko tempat kerjanya berantakan, ia langsung menghubungi pemilik toko dan memilih untuk tidak masuk dulu ke dalam. Tak lama setelah itu, pemilik toko datang bersama petugas kepolisian dari Polres Karawang dan langsung melakukan olah tempat kejadian. "Kondisi roling door sudah jebol, diduga dibobol maling dengan cara merusak menggunakan alat berat karena terlihat dari bekas kerusakannya," ungkapnya.

Sementara dalam olah TKP, Tim identifikasi Polres Karawang berhasil menemukan sebuah senter warna hijau yang diduga milik pelaku yang masih keadaan menyala. Selain itu ditemukan juga sejumlah sidik jari para pelaku yang menempel di pintu kaca dan meja kasir. Di tempat berbeda, Abah pemilik warung didepan Distro menerangkan, orang yang diduga para pelakunya tersebut diketahui masuk distro yang berada di seberang jalan sekitar pukul 05.00 WIB. Karena saat itu ia sempat melihat ada sebuah mobil jenis kijang Inova warna hitam terparkir di depan distro bahkan dengan posisi naik ke atas keramik toko dengan dua orang berperawakan tinggi besar terlihat mondar mandir didepan toko.

Hanya saja, saat itu Abah pemilik warung tak menaruh curiga sedikitpun. Sebab ia mengira bawa dua orang yang menggunakan mobil tersebut adalah orang yang mau ngirim barang ke distro itu karena distro tersebut memang baru buka selama dua minggu kemari. "Ya memang setahu saya tadi pagi ada mobil depan distro itu dan dua orang yang mondar mandir dan terlihat roling dor juga sudah terbuka, ya saya kira itu adalah yang mau nganter barang jadi gak tahu bahwa itu maling," ujarnya.

Diduga kuat para pelakunya tersebut, beraksi sekitar pukul 05.00 WIB saat kondisi sedang sepi, karena menurut informasi dilokasi sekitar pukul 04.WIB masih ada petugas RT sekitar melakukan ronda, selain itu kondisi dilokasi sekitar pun terbilang ramai. "Kalau disini rame karena setiap harinya apalagi kalau malam ada juga yang ronda bahkan sampai pagi, dan kejadian ini baru terjadi mungkin pelakunya sudah mengintai karena toko ini baru dua minggu buka," jelasnya. (*)

Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 18:04

Thursday, 22 October 2015

Polisi Gulung Komplotan Curanmor

Illustrasi Polisi Gulung Komplotan Curanmor
Tim buser Satreskrim Polres Karawang menangkap komplotan pencuri kendaraan bermotor spesialis tempat parkir hiburan malam di tempat berbeda. Dari tangan dua pelaku ini,  polisi berhasil mengamankan dua unit sepeda motor hasil curian satu diantaranya diamankan dari seorang penadah.

Hariyanto alias Olo bin kandi (22) warga Kampung  Jenebin Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, merupakan pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor), sedangkan Yudi Setiawan alias US (25) warga Dusun Gandapata, Kelurahan Gandapata, Kecamatan Subang, Kabupaten Banyumas penadah motor yang dicuri Hariyanto.

Kanit Jatanras Polres Karawang IPTU Adis Iskandar mengatakan, penangkapan kedua pelaku, curanmor dan penadahnya berawal dari adanya laporan masyarakat yang kehilangan motor di sebuah tempat hiburan malam terminal 163 ruko karawang hijau (KH). Kemudian polisi yang mendapati laporan itu langsung melakukan penyelidikan dan melakukan olah TKP/ di lokas. Beberapa hari kemudian pelakunya bisa nerhasil diringkus saat mau menjual motor hasil curiannya kepada penadah.

“Pelaku kami tangkap saat pelaku berada di GOR Panatayuda, pada Sabtu (19/10) malam kemarin, karena sebelumnya pelaku sudah kami ketahui dan kami buntuti,” kata Adis, Rabu (21/10). 

Dari hasil pemeriksaan, kata Adis, pelaku tersebut sudah melakukan pencurian kendaraan roda dua sejak tahun 2013 dengan lokasi di tempat-tempat hiburan malam diantaranya terminal 163 Karawang Hijau. Dan terakhir, pelaku memetik motor Honda Beat hitam tanpa nopol (masih baru) milik seorang pengunjung di tempat hiburan 163.

“Jadi pelaku ini adalah pelaku sepesialis pencuri motor di tempat hiburan, dan tercatat saat ini sudah ada empat unit yang berhasil pelaku ambil di tempat hiburan malam. Diantaranya, Dua motor Beat satu motor Jupiter MX dan Vario,” ungkapnya.

Sementara itu, dari keterangan Yudi Setiawan alias US mengaku, ia membeli motor Honda Beat dari Olo Rp 2juta.  Rencananya, motor itu akan dipakai untuk keperluan belanja ke pasar karena si penadahnya tersebut merupakan pedagang mie ayam.  (*)

Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 20:37

Wednesday, 21 October 2015

Maling Beraksi Plawad

SEBUAH rumah yang dihuni Neneng Sutarsih di Dusun Krajan Plawad, Desa Plawad, Kelurahan Plawad, Selasa (20/10) dibobol maling. Pelaku berhasil membawa uang milik korban sebesar Rp 7 juta dan satu buah tablet.

Peristiwa itu terjadi saat rumah Neneng sedang kosong. Neneng mengantar anaknya ke sekolah sekitar pukul 08.00 WIB, sedangkan suaminya tengah bekerja di PT Pindodeli.

"Ya pas pulang sekitar 09.30 WIB saya kaget kok pintu rumah terbuka, setelah di cek ternyata kondisi dalam rumah sudah pada berantakan semua termasuk dua kamar rumah, dan uang Rp 7 juta yang disimpan di laci lemari hilang berikut laptop," kata Neneng.

Setelah mengetahui rumahnya dibobol maling, Neneng langsung menghubungi suaminya yang sedang bekerja.  Setelah diperiksa,  diketahui para pelakunya masuk dengan cara membobol kunci pintu depan rumah. "Pelakunya masuk lewat pintu depan rumah, dengan cara membobol kunci karena tak ada kerusakan selain pintu," ungkapnya.

Seorang tetangga Neneng menyebutkan, sebelumnya ia sempat melihat ada dua orang berada di depan rumah korban menggunakan motor dengan memakai helm dan ditutupi masker. Sedangkan satu orang lagi berpura pura sedang telepon. "Tadi sebelum diketahui rumah korban ada yang bobol, saya lihat ada dua orang di depan rumahnya. Semuanya laki-laki dengan perawakan yang satu tinggi kecil yang satu pendek besar. Tapi saya gak curiga kirain itu tamu dan tau-tau pas korban pulang dengan menanyakan ada atau tidak orang yang masuk," ujarnya. (*)

Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 19:36