Showing posts with label Peristiwa. Show all posts
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

Friday, 12 February 2016

Tenggelam, Tim SAR Masih Mencari Firman

TENGGELAM: Hingga menjelang malam tim sar masih berusaha mencari Firman (14) warga Anjun Kanoman, RT 01/08, kelurahan Karawang Kulon yang tenggelam di irigasi KW 6 belakang Kodim.
Tim SAR masih terus mencari Firman (14), siswa kelas 5 SD Kertabumi yang tenggelam di saluran irigasi KW 6 belakang Kodim 0604 Karawang, Kamis (11/2) sekitar pukul 16.00 wib. Orangtua korban menunggu harap-harap cemas tentang nasib anaknya itu.

Hingga berita ini diturunkan belum ada kepastian mengenai nasib Firman yang dikabarkan keempat rekannya tenggelam di saluan irigasi yang kondisi permukaan airnya sedang tinggi tersebut. Tim SAR yang berasal dari Dinas Sosial, Tagana, Zhadoel terus mencarinya dengan menggunakan sejumlah perahu karet menyusuri saluran hingga ke hilir.

Edi Suhendi ayah korban yang merupakan warga Anjun Kanoman, Rt 01 Rw 08, kelurahan Karawang Kulon itu mengaku pasrah. Ia tetap sabar menunggu kabar mengenai anaknya itu di lokasi kejadian. “Saya pasrah. Saya masih menunggu Tim SAR yang sedang berusaha melakukan pencarian, mudah-mudahan ada kabar baik,” harapnya.

Disebutkan Edi, anaknya mandi di saluran irigasi bersama empat rekannya yang lain. Rekan-rekan anaknya itu melaporkan kepadanya bahwa Firman tidak diketahui keberadaannya saat mandi di saluran irigasi bersamanya. Padahal, baju Firman masih tergeletak di sisi saluran irigasi. “Kebetulan saat kejadian, saya sedang bekerja, jadi saya tahunya dapat kabar dari teman korban,” jelasnya. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 17:23

Monday, 14 December 2015

Tamu Hotel Dewi Tewas di Kamar

Ilustrasi Tamu Hotel Dewi Tewas di Kamar
Seorang tamu hotel bernama Romat (55), warga Rengas Bandung RT 2/5 Desa Karang Sambung, Kelurahan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, ditemukan tewas di dalam kamar hotel No 204, Hotel Dewi di Jalan Kertabumi, Sabtu (12/12) siang lalu. Polisi menduga penyebab korban tewas bukan dibunuh tetapi lantaran penyakit yang dideritanya. 

"Di tubuh korban kami tak menemukan tanda-tanda kekerasan sedikitpun. Kemungkinan, kematian korban akibat sakit asma karena ditemukan sejumlah obat d lokasi tempat korban ditemukan tewas," kata Kasat Reskrim Polres Karawang, Doni Satria Wicaksono, Minggu (13/12).

Dikatakan Doni, saat menerima laporan adanya tamu hotel yang meninggal di dalam kamar No 204, pihaknya langsung mengirimkan petugas Identifikasi ke hotel Dewi dan melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban yang saat itu ditemukan dalam posisi terlentang di atas tempat tidur. "Tidak ada temuan-temuan yang mengarah ke unsur kekerasan di tubuh korban. Kami juga sudah memintai keterangan sejumlah saksi diantaranya. Komariah (40) teman tidur korban, Security hotel dan resepsionis hotel," ungkapnya.

Setelah melakukan pemeriksaan dan olah TKP di dalam kamar hotel tempat korban menginap, kemudian jasad korban langsung di bawa ke RSUD Karawang menggunakan mobil ambulan identifikasi kriminal Polres Karawang. "Saat itu juga jasad korban langsung kami bawa ke RSUD Karawang untuk menunggu pihak kluarganya," terangnya.

Komariah (40) kepada polisi menyebutkan, korban diketahui tewas setelah ditinggal membeli makanan di luar. Disebutkan, korban memang sedang mengidap gejala sesak nafas yang diduga kambuh saat berada di kamar hotel bersama teman wanitanya. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 18:39

Monday, 23 November 2015

Lagi Asyik Pacaran Akbar Dirampok

Apes! Itu mungkin kalimat yang paling tepat dialamatkan kepada  Akbar (17) dan Yuli (17) warga Tanjungpura, Karawang Barat, saat nongkrong di sekitar depan Rumah sakit Umum daerah (RSUD) Karawang, Sabtu (21/11) malam lalu. Pasangan yang sedang memadu kasih ini menjadi korban dua pemuda mabuk yang datang secara tiba tiba mengacungkan senjata tajam. Keduanya hanya bisa pasrah ketika barang berharga mereka dilucuti kawanan begal itu

Menurut Akbar, peristiwa penodongan yang menimpa dirinya terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, saat ia sedang nongkrong bersama pacarnya nongkrong tak jauh  RSUD Karawang. Tiba-tiba kedua pelaku yang saat itu meengendarai sepeda motor Mio hitam  berhenti dihadapan mereka dan tanpa basa basi, keduanya langsung meminta uang untuk tambahan beli minuman keras (miras) sembari menodongkan senjata tajam jenis pisau.

"Mereka  datang menghampiri kami dan langsung minta uang  buat tambahan beli miras tapi saya tolak. Tiba-tiba temannya marah dan  langsung mengeluarkan  sangkur dan ditempelkan  ke arah perut. Saya menyerahkan uang sebesar Rp 20 ribu tapi malah mereka tambah beringas," jelas Akbar.

Kedua pelaku, lanjut Akbar bukannya senang setelah diberi uang. Mereka malah semakin ngotot dan lebih beringas.Khawatir ancamannya benar-benar terjadi,  Yuli   mencoba melerainya dengan mengatakan. "Udah dong kan udah dikasih uang" kata Yuli. Kedua pemuda itu sama sekali tidak menggubris permintaan Yuli, mereka malah terlihat semakin nekat sehingga Akbar dan Yuli hanya bisa pasrah ketika pelaku meminta hape berikut dompet."Saya hanya bisa pasrah ketika pelaku  ngerampas tiga hape kami dan dompetku,"jelasnya.

Akibat peristiwa itu, korban harus kehilangan dompet berisi uang sebesar Rp 250 ribu, kartu pelajar dan STNK. Akbar mengaku akan melaporkan tindakan kedua pelaku ke aparat kepolisian. "Saya akan segera buat laporan polisi dan semoga saja polisi dapat menangkap mereka. Sebab, menurut informasi dari warga sekitar, kedua pemuda itu merupakan warga sekitar RSUD Karawang," pungkasnya. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 18:05

Avanza Terbakar di Tol

KOBARAN api melalap avaza nahas berwarna biru di ruas tol KM 47.
BELUM diketahui penyebab terbakarnya. Namun kobaran api yang membalut Toyota Avanza di Jalan Tol Cikampek, KM 47 arah Jakarta ke  Cikampek, Minggu (22/11) ini membuat ruas jalan itu tersendat. Untung petugas cukup sigap sehingga begitu api berhasil dipadamkan arus lalulintas yang sempat macet hingga satu kilometer kembali lancar.

Data yang berhasil kami himpun, petugas pemadan kebakaran yang tiba dilokasi begitu mendapat informasi tidak langsung berhasil memadamkan api yang membakar Avanza nahas tersebut. Petugas sempat berjibaku dengan api bahkan beberapa kali terdengar ledakan kecil. Baru setelah sekitar 30 menit api berkobar petugas akhirnya berhasil menjinakkan api.

Tidak lama api dipadamkan petugas keposian setempat yang sejak kebakaran berusaha melancarkan arus lalulintas langsung mengambil alih lokasi. Bangkai Avanza berwarna biru itu dievakuasi. Petugas sendiri usai evakuasi tersebut mengaku belum mengetahui sebab terbakarnya kendaraan tersebut. Petugas operator Jasa Marga, Dewi, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa terbakarnya mobil di lajur kiri jalan itu. "Peristiwa terjadi sekitar jam 12.18 WIB, kami belum mendapat informasi lanjutan. Imbas kemacetan kurang lebih satu kilometer," ujarnya. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 18:05

Wednesday, 11 November 2015

PSK Pasar Induk Johar Kembali Gentayangan

PSK Pasar Induk Johar Kembali Gentayangan
Setelah lama menghilang kini lokasi prostitusi Pasar Induk Beras Johar kembali terdengar. Aktivitas bernuansa lendir ini mengemuka seiring maraknya aktivitas serupa di lokasi Seer selain judi unyeng yang juga marak di kedua lokasi tersebut.  

“Bandar judi termasuk oknum aparat yang menjadi beking harus ditindak tegas,” kata H. Karda warga Santiong, Selasa (10/11). Menurut Karda, saat ini warga resah dan meminta aparat kepolisian untuk memberikan tindakan tegas terakhir aktivitas judi unyeng dan esek-esek di sekitar Pasar Induk Johar.

Dikatakan Karda, lokasi seer dan pasar induk beras sudah  dirazia aparat kepolisian dan satpol pp. Bahkan, setelah razia tersebut praktek judi tersebut sempat tutup meskipun beberapa saat kemudian kembali beroperasi. “Ironisnya,  saat ini praktek judi tersebut lebih ramai lagi dari sebelumnya.Oleh karena itu kami menghimbau aparat kepolisian untuk kembali mengambil langkah tegas," pintanya.

Karda menduga praktek judi tersebut kembali marak akibat campur tangan oknum aparat. Sebab, secara kasat mata sering terlihat beberapa oknum aparat yang berseragam hilir mudik di lokasi tersebut. “Saya sering melihat oknum aparat yang berpakaian dinas  hilir mudik ke lokasi tersebut. Tidak tertutup kemungkinan mereka ikut jadi beking perjudian tersebut," pungkasnya.

Hal senada juga diutarakan, Suhendri tokoh masyarakat  Johar. Menurut dia,  praktik perjudian yang ada di sekitar pasar induk beras juga sering didatangi masyarakat dan oknum polisi. “Bukan hanya judi unyeng aja yang marak disana. Tetapi judi lainnya juga marak. Makanya, polisi harus cepat bertindak supaya daerah ini bersih dari praktek judi," pintanya. (*)




Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 21:29

Tuesday, 6 October 2015

Pembunuh Roy Martin Masih Berkeliaran

Illustrasi Pembunuh Roy Martin Masih Berkeliaran
Kasus pembunuhan terhadap Roy Martin Manullang, pelajar kelas dua SMK Texmaco, warga Perum BMI 2 Blok E 4 No 27, Desa Dawuan Tengah Kecamatan Cikampek masih misterius. Aparat dari Polres Karawang masih kesulitan mencari pelakunya yang diduga lebih dari satu orang itu.

Kanit Jatanras Polres Karawang Iptu Adis Iskandar ketika ditemui wartawan di kantornya, Senin (5/10) mengatakan, pihaknya masih terus menyelidiki kasus pembunuhan Roy yang mayatnya ditemukan warga mengambang di saluran irigasi Dusun Balonggandu, Kecamatan Jatisari. Meski penyelidikan sudah dilakukan, namun belum ada tanda-tanda adanya progress dari penyelidikannya tersebut.

Dalam olah TKP, polisi memperkirakan korban bukan dibunuh di tempat penemuan mayat karena tak ditemukan satupun tanda-tanda ataupun jejak sehingga kesulitan mendapatkan saksi. Polisi menduga korban dibunuh oleh lebih dari satu orang karena melihat kondisi mayat ditemukan dalam keadaan tangan dan kaki terikat, dan mereka kemudian membawa kabur motornya. “Saat ini kami masih mengumulkan sejumlah informasi baik itu di lapangan maupun orang yang dekat denga korban,” kata Adis.

Seperti diketahui mayat Roy ditemukan, sekitar pukul 07.30 WIB. Sebelumnya pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB, korban sempat berpamitan kepada orang tuanya keluar rumah untuk membeli nasi uduk dengan mengendarai sepeda otor jenis Honda Beat warna putih biru denga nopol T 5593 MN.

Namun hingga malam hari bahkan sampai ke esokan harinya, Jumat (2/10) korban tak kunjung pulang juga sehingga keluarga  melaporkannya ke Polsek Cikampek. Pada hari Sabtu ternyata ditemukan sesosok mayat mengambang di saluran irigasi Dusun Balonggandu, Kecamatan Jatisari. Polisi sempat kesulitan mengidentifikasi mayat korban karena saat ditemukan tak ada satupun identitas yang bisa dikenali, hanya saja saat itu korban menggunakan celana pendek, tanpa memakai baju. Di tubuh korban terdapat luka tusukan diantaranya empat luka tusukan di bagian leher sebelah kanan, tujuh luka tusukan di bagian kepala, serta lutut dan kaki lecet. Sempat ada seseorang yang mengaku telah kehilangan keluarganya sejak Kamis malam. Polisi lalu mengarahkan untuk mengeceknya ke RSUD dan ternyata mayat tersebut adalah anggota keluarganya yakni Roy Martin Manullang. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 21:04

Friday, 2 October 2015

Mengaku Wakili Warga, LSM Minta Evaluasi Izin Jui Shin

KAJI ULANG: Ketua LSM Kompak A Mulyono
memperlihatkan rekomendasi warga 3 desa
di Kecamatan Pangkalan yang meminta untuk mengkaji
ulang izin PT Jui Shin.
Belasan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kompak mengaku kecewa saat datang ke Kantor DPRD Kabupaten Karawang, Kamis, (1/10) siang. Bagaimana tidak, setelah datang ke Gedung DPRD, ternyata tak seorang pun dari total 50 anggota dewan yang berada di kantor. Padahal, belasan perwakilan masyarakat ini datang untuk mengadukan keluhan masyarakat yang ada di Kecamatan Pangkalan.

Ketua DPP LSM Kompak, A Mukron menjelaskan, kedatangan mereka ke Kantor DPRD Karawang adalah untuk mengantarkan surat permohonan hearing kepada Ketua DPRD Karawang Toto Suripto. Surat yang dikirim tersebut merupakan aspirasi dari warga tiga desa yaitu Desa Tamansari, Ciptasari dan Desa Mulangsari, ketiganya berada di Kecamatan Pangkalan. Warga tiga desa tersebut, kata Mukron, meminta kepada wakil rakyat untuk meninjau ulang tentang keberadaan perusahaan PT Jui Shin yang selama ini dianggap tidak berkontribusi terhadap warga sekitar.

Bahkan yang lebih parah lagi, kata Mukron, warga di tiga desa mengaku dirugikan akibat keberadaan PT Jui Shin. Misalnya saja pencemaran limbah ke sungai, dan suara bising yang dikeluarkan akibat aktivitas perusahaan. “Kami dari LSM Kompak menantang pihak Legislatif dan Eksekutif untuk meninjau ulang keberadaan PT Jui Shin. Bukan malah sebaliknya pemerintah saat ini terkesan hanya pencitraan dan tidak mau melihat penderitaan warga Pangkalan akibat ada aktivitas PT Jui Shin,” ujar Mukron.

Mukron juga menantang kepada para aktivis  yang selama ini mengatasnamakan aktivis lingkungan untuk sama-sama bergerak dan bukan hanya berbicara tanpa aksi yang nyata. Pihaknya berharap DPRD mau meluangkan waktu untuk melakukan dengar pendapat dengan memanggil perwakilan PT Jui Shin ke Gedung DPRD Karawang secepatnya. “Kita kasih waktu tiga hari, PT Jui Shin harus sudah dipanggil oleh DPRD,” kata Mukron.

Karena tak ada satupun anggota DPRD di lokasi, seorang petugas keamanan dan beberapa staff pegawai DPRD jadi bulan-bulanan caci maki anggota LSM. "Kemana ini anggota dewan? Masa dari lima puluh orang tidak ada satu pun yang masuk kantor," teriak  Mukron di hadapan pegawai staff dan petugas keamanan.

Petugas yang saat itu berada di lokasipun kewalahan. Mereka nampak bingung ketika belasan anggota LSM ini mulai tersulut emosi karena setelah disisir ke dalam ruangan tak satupun anggota DPRD yang berada di dalam ruangan. Petugas juga nampak menenangkan anggota LSM dan memberikan penjelasan bahwa anggota DPRD tidak ada di gedung karena semuanya sedang melakukan kunjungan kerja ke luar daerah. "Semua anggota sedang tugas di luar pak, suratnya biar kami yang terima nanti kita serahkan ke Ketua DPRD," ujar seorang petugas berseragam hitam.

Merasa kecewa, akhirnya belasan anggota LSM tersebut menyerahkan surat permohonan hearing yang ditunjukkan kepada Ketua DPRD tersebut kepada bagian umum DPRD Karawang. Mereka lantas mengunjungi gedung Bupati Karawang untuk menyerahkan surat tembusan perihal yang sama. Perwakilan masyarakat ini mendesak kepada seluruh wakil rakyat yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang agar benar benar memfungsikan diri mereka sebagai wakil rakyat. Mengingat mereka dipilih rakyat untuk menerima dan menyampaikan aspirasi masyarakat.Namun kenyataanya sebagian besar wakil rakyat yang ada itu, selain terlihat malas ngantor, mereka juga susah di temui oleh masyarakat. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 18:51

Wednesday, 23 September 2015

Sidang Pembunuhan Ricuh

Sidang Pembunuhan Ricuh
Jody Yusril Kunagara (17), warga Kampung Sentul Blok Kalapa, Desa Dawuan Timur, Kecamatan Cikampek divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Karawang selama 8 tahun penjara dalam kasus pembunuhan terhadap Nana Priatna, Manajer Parkir Mall Cikampek. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Jatniko yang sebelumnya  menuntut terdakwa selama 10 tahun penjara.

Kontan saja, vonis tersebut membuat sidang yang berlangsung, Senin (21/9) di PN Karawang tersebut diwarnai kericuhan dari keluarga korban Nana Priatna.  Mereka mengamuk di ruang sidang dan menyerang terdakwa. Petugas Keamanan PN Karawang yang berusaha mencegahnya sempat kuwalahan bahkan nyaris terkena bogem mentah para keluarga korban.

Pengacara terdakwa, Aneng Winengsih, menuturkan, dalam sidang agenda putusan tersebut keluarga korban kesal karena tak diberitahu agenda persidangan terdakwa. Akibatnya, luapan emosi tersebut dilampiaskan keluarga korban saat melihat terdakwa usai proses persidangan berlangsung. “Pihak keluarga korban kesal karena datang jauh dari Tasikmalaya, tapi tak dapat menyaksikan proses persidangan. Tahu-tahu sudah agenda putusan. Sempat ada insiden pemukulan terhadap terdakwa tapi keburu diamankan aparat keamanan,” kata Aneng, Selasa (22/9).

Sementara, Humas Pengadilan Negeri Karawang, Damenta Alexander (Alex), mengatakan, sidang kasus pembunuhan yang dilakukan terdakwa sengaja digelar tertutup, karena terdakwa masih dibawah umur. Sidang dengan nomor perkara 23/Pid.Sus.Anak/2015/PN KWG, berakhir dengan agenda putusan pada Senin (21/9). “Vonisnya 8 tahun penjara. Tuntutan awal dari JPU 10 tahun  dan itu sudah hukuman maksimal bagi terdakwa yang masih di bawah umur,” ujarnya.

Selama proses persidangan, kata Alex , terdakwa tak menunjukkan rasa penyesalan sedikitpun. Ia mengakui segala perbuatannya terhadap korban, karena kadung di bumbui rasa dendam yang terlampau besar. “Terdakwa menerima segala tuntutan,dan mengakui semua perbuatannya. Kronologisnya pun sesuai dengan apa yang pernah di beritakan media, tak ada yang beda,” ucapnya.

Menurutnya, dakwaan primer terhadap terdakwa sesuai dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dan subsidair pasal 338 KUHP tentang pembunuhan biasa. Agenda persidangan, diketuai Majelis Hakim Tomy Manik, anggota Damenta Alexander, dan Febrian ali,serta JPU Jatniko. “Terdakwa langsung di kirim ke LPKA Bandung dan akan menjalani masa penahanan di sana,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, gara – gara dituduh mencuri uang, bocah berusia 17 tahun tega habisi nyawa manajer pengelola parkir SmartParking, Mall Cikampek, Karawang, Rabu (26/8) dinihari. Korban tewas dengan sejumlah luka tusukan golok, yang dihujamkan pelaku ke tubuh korban, di Kampung Sentul Sirnaraga, Desa Dawuan Timur, Kecamatan Cikampek.

Peristiwa pembunuhan sadis diketahui setelah warga Kampung Sentul, digegerkan dengan temuan sesosok mayat lelaki, yang terkapar di pinggir rel kereta api tepat di belakang Mall Cikampek, Kampung Sentul Sirnaraga, Desa Dawuan Timur, Kecamatan Cikampek, sekitar pukul 06.00 WIB.  Kabar tersiarnya temuan tersebut sampai ke pihak kepolisian yang datang untuk melakukan evakuasi serta melakukan olah TKP.

Melihat kondisi luka di tubuh korban, dipastikan jasad pria, bernama Nana Priatna, pria berusia 30 tahun, warga jalan Paseh, Desa Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota  Tasikmalaya, Jawa Barat tewas akibat dibunuh pelaku secara sadis. Penyelidikan yang dilakukan aparat jajaran kepolisian Polres Karawang berhasil mengungkap misteri pembunuhan tersebut hanya beberapa jam. Pelaku yang ternyata Jody Yusril itu berhasil diamankan saat tengah mendapatkan perawatan medis di RS Karya Husada Cikampek, karena luka di lengannya. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 00:54

6 Terluka Diseruduk Carry 4 Diantaranya Siswa SD

Sebuah mobil Carry menabrak empat sepeda motor dan satu mobil minibus yang sedang melintas di Jalan Ali Muhtar, Kelurahan Adiarsa Barat tepatnya sebelum Jembatan Gantung Telukjambe, Selasa (22/9). Akibat kecelakaan itu dua pengendara motor dan empat murid SD mengalami luka parah dan dilarikan kerumah sakit terdekat.

Sementara sopir Carry B 1159 BVI tersebut yang kemudian diketahui bernama Laras Waras Sungkawa (24) sempat menjadi bulan-bulanan warga karena berusaha kabur setelah menabrak. Warga yang marah itu juga merusak kendaraan warna hitam milik warga Karanganyar Subang itu. Penyebab kecelakaan itu diduga karena sopir belum benar-benar ahli mengendarai kendaraan.

Sejumlah saksi mata menyebutkan, kecelakaan terjadi berawal dari mobil Carry tersebut berjalan dari arah johar menuju Telukjambe. Kemudian saat  sampai di TKP,  kendaraan yang disopiri Laras yag merupakan karyawan PT Wintex tersebut tiba-tiba menabrak sebuah kendaraan Toyota Agya warna hitam nopol T 1646 DW yang berjalan berlawanan arah.  Karena kaget,  mobil  Carry oleng kekanan hingga akhirnya kembali menabrak empat sepeda motor yang ada didepan dan berjalan satu arah.

Setelah menabrak secara beruntun tersebut, Laras berusaha turun dari mobilnya. Namun setelah keluar dari mobil ia malah melarikan diri sehingga sejumlah warga terpaksa mengejarnya. Warga yang marah kemudian ramai-ramai memberikan bogem mentah. Bahkan warga lainnya juga meeusak mobil Carry tersebut. Untung polisi segera datang.

Mukti (39), saksi mata menyebutkan ia melihat seorang ibu  sempat terseret dan berada di kolong mobil Carry sedangkan korban murid SD semuanya terluka di bagian kaki lengan dan kepala. Semua langsung dibawa warga ke RS Dekima Asih.

Nama-nama korban, Rusmini (35) yang mengendarai sepeda motor mengalami luka serius di bagian kepala dan sekujurtubuhnya karena terseret dan dalam penanganan medis, Muhamad Ihsan (6) pelajar kelas 2 SD, warga perumahan Bumi Karawang Permai (Bukaper) warung bambu. Kemudian, Muhamad Fahmi (8) murid kelas 2 SD, sedangkan Riris orang tuanya juga mengalami luka disekujur tubuh, warg  a Bintang alam. Dan Alfaro (6) murid kelas 1 SD. Semua korban merupakan pelajar dari SD Adiarsa IV, Kelurahan Adiarsa Barat Kecamatan Karawang Barat, dan satu pengendara motor lainnya bernama Samin (45).

Di tempat berbeda, seorang teman Laras menyebut, pelaku memang baru bisa nyetir mobil selama tiga bulan ini. Bahkan perusahaan pun tidak tahu bahwa Laras membawa mobil meskipun saat itu disuruh oleh bosnya untuk mengambil radiator di bengkel radiator. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 00:54

Wednesday, 26 August 2015

Gelar Demo Warga Krajan Minta Limbah

SEPI: PT Adya Winsa Stamping (PT ADW) usai
di demo warga Dusun Krajan 1 tampak sepi. 
Warga Dusun Krajan 1, Desa Warung Bambu, Kecamatan Karawang Timur melakukan aksi protes terhadap PT Adya Winsa Stamping (PT ADW). Mereka menganggap keberadaan perusahaan tersebut tidak memberikan kontribusi yang baik terhadap warga. Ujung-ujungnya sekelompok warga ini meminta limbah ekonomis pabrik.

Ketua Ikatan Remaja Krajan 1 (Ireka) Dudi Lesmana menuturkan, PT ADW dianggap tidak memberikan kontribusi yang baik terhadap warga lingkungan sekitar. Dudi menuding PT tersebut enggan memperkerjakan warga lingkungan sekitar. "PT ADW telah melanggar Perda No. 1 tahun 2011 yakni perusahaan harus memperkerjakan warga sekitar 60 persen dari kuota. Tapi yang ada perusahaan banyak menarik warga luar," kata Dudi kepada kalangan jurnalis, Selasa (25/8).

Selain permasalahan tersebut, Dudi juga mendesak kepada PT ADW untuk menyetujui permintaan warga setempat.  untuk mengelola limbah produksi diluar limbah areal. Dudi menjelaskan, selama ini pihak ketiga yang mengelola limbah tidak pernah memberikan kontribusi terhadap warga sekitar. "Kalau dikelola warga lingkungan Dusun Krajan 1, tentunya warga sekitar jadi punya penghasilan. Selama ini, baik dari PT ADW maupun pihak ketiga pengelola limbah juga tidak memberikan kontribusi kepada warga Dusun Krajan 1," bebernya.

Sementara itu Corporate Affair PT ADW Harry Purwanto membantah kalau pihak perusahaan tidak memberikan kontribusi kepada warga lingkungan Dusun Krajan 1. "Kita sudah memperkerjakan warga sekitar. Kita pun sudah memberikan pekerjaan kepada warga yang memiliki ijazah SD dan SMP dengan bayaran sesuai UMK Kabupaten, kita kurang apa?" ungkap Harry.

Terkait tuntutan kuota 60 persen warga sekitar, Harry menjelaskan bahwa pihak PT ADW telah memenuhi aturan tersebut. Kata Harry, PT ADW telah menyerap 60 persen warga Desa Warung Bambu, jadi bukan berarti kuota 60 persen itu di isi warga Dusun Krajan 1. "Tapi mereka tetap ingin 60 persen dikuasai warga Dusun Krajan 1, nanti akan jadi permasalahan lagi bagi kami. Warga dusun lain di Desa Warung Bambu pasti juga akan marah ke pihak kami," tuturnya.

Lanjut Harry, kontribusi perusahaan kepada warga sudah jelas. Perusahaan sudah memberikan limbah areal berupa plastik bekas, kardus, kertas, bekas palet, besi gram, jerigen dan kaleng pengambilan limbah secara cuma-cuma. "Tapi mereka justru ingin menguasai limbah produksi. Sedangkan limbah produksi sudah melalui pihak ketiga dan sudah terikat kontrak, dan disaat mediasi ada yang mempertanyakan pihak ketiga sudah memberikan kontribusi melalui kepala desa. Namun kepala desa tidak menjelaskan saat proses mediasi,"tandasnya. (*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 01:57

Tuesday, 25 August 2015

Pengusaha Sparepart Tewas di Ruko Grand Taruma

Illustrasi
Seorang pria yang diketahui bernama Ase (40) ditemukan tewas membusuk di dalam ruko Dharmawangsa Grand Taruma Blok C 08/CS lantai 3 miliknya. Diduga, warga Perumahan Grand Vilage Blok VI No 12 Karawang ini tewas akibat kesetrum listrik.

Aparat Polsek Telukjambe usai mendapat  laporan dari warga langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP sekaligus identifikasi jenasah. Setelah selesai, polisi kemudian  membawa jenasah tersebut ke RSUD Karawang. Polisi juga membawa sejumlah barang pribadi milik korban ke kantornya, kemarin.

Udin (50), anak buah korban mengatakan, ia datang ke ruko milik Ase untuk bekerja. Namun sudah siang, rukonya masih tertutup rapat. Ia berkali-kali menelepon tak juga diangkat. Curiga terjadi sesuatu hal, Udin kemudian menghubungi satpam setempat untuk bersama-sama mendobrak pintu sekitar pukul 13.30 wib. Ketika sampai di dalam, ia mencium bau busuk menyengat. Kemudian naik ke lantai 3, ia menemukan Ase telah meninggal membusuk di bak mandi.

Menurut Udin,  korban  merupakan salah seorang pemilik perusahaan yang menjual alat, sparpate untuk industri sekaligus ruko Dharmawangsa komplek Grand Truma blok C 08/CS Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang. Korban kerap kali tidur di ruko tersebut seorang diri. Ridho, anak korban yang datang ke TKP, menjelaskan, ia baru mengetahui bahwa ayahnya tewas karena diberitahu oleh salah satu karyawan ayahnya . Ia menyebutkan ia tidak mempunyai riwayat penyakit apapun. “Ayah tidak mempunyai penyakit apa-apa, bahkan saya sempat bertemu dengan ayah waktu hari Sabtu kemarin masih dalam kondisi sehat-sehat saja, makanya tadi langsung kaget,” ujar Ridho anak Korban. (*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 02:15

Wednesday, 19 August 2015

Kematian Lilis Masih Misteri

Illustrasi
Kematian Lilis Mustika, warga Adiarsa Barat, Karawang  masih misteri bagi pihak kepolisian setempat. Meski telah memeriksa enam orang saksi, namun polisi masih belum menemukan sebab-sebab kematian ibu muda yang mayatnya ditemukan warga  di Desa Sukamulya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Minggu (9/8) lalu.

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Doni Satria Wicaksono mengatakan, pihaknya masih belum bisa menyimpulkan apa-apa dari keterangan enam saksi yang diperiksa itu anggotanya. Setiap saksi yang dimintai keterangan menyebutkan hal yang berbeda sehingga hasilnya kabur. Untuk itu, pihak kepolian masih terus melakukan penyelidikan, apakah korban tewas akibat perampokan ataukah korban tewas lantaran dibunuh lalu mayatnya dibuang di wilayah sekitar TKP.

Sejauh ini pihak polisi juga sudah mengecek dan mencari tahu toko tempat dimana korban belanja ke toko langanannya bernama ‘Murah Hati”  dan meminta keterangan dari para pegawai toko yang memang sempat melihat korban. Berdasarkan keterangan pemilik toko pada saat itu, korban datang ke tokonya hanya seorang diri dan setelah itu langsung pergi kembali.

“Dari keterangan dan informasi itulah kami kumpulkan. Karena sebelumnya kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap suami korban yang  diketahui mengatakan hal seperti itu, hingga akhirnya bisa untuk menemukan titik terang. Oleh karenanya kami masih perlu melakukan penyelidikan dan mengetahui lebih jauh lagi,” ungkapnya.

Doni menyebutkan, informasi terakhir yang didapat dari suami korban, diketahui bahwa semasa hidupnya, korban pernah bekerja di Pasar Johar sebagai  karyawan toko pakaian. Namun diketahui bahwa ia sering pindah bekerja dari satu toko ke toko lainnya.  Ia berhenti bekerja sebelum lebaran. Polisi kata Doni, nanti akan mencocokan informasi yang didapat di lapangan dengan keterangan saksi-saksi untuk mengetahui lebih jelas siapa orang yang terakhir bersama korban. “Kalau dugaan pasti ada, tapi pada dasarnya kami masih melakukan proses lidik,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata Doni, pihaknya belum dapat menyimpulkan, apakah korban tewas akibat dibunuh secara sengaja ataukah korban tewas lantaran di rampok hingga mayatnya dibuang ke sekitar tkp. “Tapi, kalaupun itu korban perampokan kami rasa sangat tanggung, karena sejumlah perhiasan seperti kalung dan cincin masih melekat dipakai korban meskipun ada beberapa bagian yang hilang termasuk motor milik korban,” pungkasnya. (ops)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 01:41

Thursday, 13 August 2015

Polisi Masih Buru Sopir Bus Dedy Jaya

Sopir bus Dedy Jaya, diketahui bernama Rudi yang kabur saat terjadi kecelakaan di ruas tol Cikampek - Jakarta KM 45 saat ini dalam pengejaran aparat kepolisian. Sopir bus itu dinyatakan lalai karena berhenti di bahu jalan, hingga bertabrakan dengan dumb truk, Selasa (1/8) malam dan mengakibatkan korban tewas dan luka-luka.

Kanit Laka Lantas Polres Karawang, Iptu Hery Nur Cahyo, mengatakan, Dump Truk  B 9991 WX, yang dikemudikan Mashuri (57), melaju dari arah Cikampek menuju Jakarta menabrak belakang bagian kanan bus yang menyebabkan bus tersebut oleng. “Keterangan saksi dan hasil olah TKP. Truk melaju di lajur 1, nabrak bus dari belakang hingga keduanya terguling ke luar jalur tol sebelah kiri,” kata Hery, Rabu (12/8) di Mapolres Karawang.

Dikatakan Hery, hingga saat ini, pihaknya belum dapat meminta keterangan dari sopir bus yang diduga melarikan diri usai kecelakaan terjadi. Hingga kini sopir tersebut belum diketahui keberadaannya. “Nantinya bila sopirnya sudah diketahui keberadaannya maka akan kita lakukan pemeriksaan kembali,” ungkapnya.

Dijelaskan Hery, korban luka akibat kecelakaan tersebut mayoritas terdiri dari penumpang bus Dedy Jaya termasuk kernetnya, Tarwan (44). Sementara, sopir truk nahas, Mashuri (57) yang juga menderita luka, sudah teridentifikasi ia dikletahui sebagai warga Dusun Kemasan, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon. “Seluruh korban luka-luka saat ini masih dirawat di RS Rosela Karawang, dan saya jelaskan kembali korban luka bukan dibawa ke RS Rosela Cikarang seperti yang diberitakan sebelumnya,” terangnya.

Sebelumnya, saksi Adang, pekerja proyek alih fungsi lahan kawasan Industri tepatnya di Kampung Batutulis, Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat, mengatakan, dirinya melihat benturan tabrakan kedua kendaraan saat tengah berteduh tak jauh dari lokasi kecelakaan. Dikatakannya saat itu, saat melihat dump truk menabrak bagian belakang bus hingga keduanya oleng dan terguling ke luar jalan setelah melabrak guardrail jalan tol. “Kayaknya sopir truk juga mengantuk, dan saat itu sopir bus juga ada dan masih  sempat jalan pas mau saya tolong, bahkan sempat dibawa petugas jasa marga,” ujar Adang.

Sementara itu, berikut data korban dari enam penumpang bus Dedy Jaya yang dirawat di RS Rosela Karawang.  (1) Fery Zakaria ,pria, 48 tahun, warga Desa Cibungur, RT 07 RW 01, Padalarang. (2)  Zaenudin , pria, 57 tahun, warga Desa Begawat, RT 06 RW 02, Kecamatan Bumijaya, Kabupaten Tegal. (3) Sobirin, pria 62 tahun. (4) Wachri, pria, 31 tahun, (5) Arif Budiman, pria 47 tahun,  dan (6) Tarwan (40), kernet bus, warga Brebes. (*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 17:03

Tuesday, 11 August 2015

Mobil Semen Terjungkal Dekat Kampus Unsika

Sebuah truk bermuatan semen terbalik di ruas Jalan Ronggo Waluyo, Desa Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, Senin (10/8). Mobil nahas itu terjungkal menimpa warung milik warga setempat sekitar pukul 16.00 WIB.

Menurut seorang saksi mata Abah (54), mobil truk T 8960 DZ berwarna kuning itu melaju dari arah selatan menuju utara ke arah Kampus Unsika Karawang. Namun saat diperjalanan, tiba-tiba mobil yang belum diketahui pengendaranya tersebut menginjak gundukan pasir milik warga. Karena tidak kuat menahan beban, akhirnya mobil terjungkal ke arah kanan dan menimpa warung. "Tidak ada korban, sopirnya juga tadi langsung keluar gak apa-apa," ujar Abah di lokasi kejadian.

Warga lainnya Yadi (38) mengatakan, saat mobil terjungkal beruntung tidak ada penghuni atau pengunjung di depan warung tersebut. Meski begitu, kejadian itu sempat mengganggu aktivitas pengguna jalan sekitar karena sebagian badan mobil berada di tengah jalan. "Tidak tahu nih kapan mau diangkat dari sore belum ada petugas derek," kata Yadi.

Pantauan kami, selain menyebabkan kemacetan, kerugian lain dialami pemilik warung yang tertimpa mobil. Tumpukan karung semen yang pecah juga berhamburan mengotori lantai dan jalanan sekitar. Warga juga nampak membantu mengatur lalu lintas untuk mengurangi dampak kemacetan. Hingga berita ini ditulis, mobil nahas itu masih belum dievakuasi petugas. (*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 18:58

Tuesday, 4 August 2015

Tewas, Laki-laki Tanpa Identitas Jadi Korban Tabrak Lari

Seorang laki-laki tanpa identitas ditemukan tergeletak dengan luka parah di tengah jalan raya Cikampek di Dusun Warungkebon, Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari, Senin (3/8) sekitar pukul 05.00 WIB. Ia tewas di tengah perjalanan saat tengah dibawa menuju rumah sakit. Diduga, ia merupakan korban tabrak lari.

Kanit Laka lantas Polres Karawang, IPTU Hery Nur Cahyo mengatakan, korban ditemukan tergeletak dengan luka di kepala oleh seorang saksi yang saat itu sedang melintas di lokasi kejadian. Berdasarkan olah TKP, korban diduga sebagai korban tabrak lari. “Saat ditemukan korban yang tadinya berada di tengah jalan, langsung dipindahkan oleh warga ke sisi jalan. Kemudian tak lama ada anggota dari Pos Dawuan datang dan membawa korban ke rumah sakit Karya Husada Cikampek. Namun, karena mengalami pendarahan di kepala akhirnya korban meninggal dalam perjalanan saat dirujuk ke RSUD Karawang ,” kata Hery, Senin (3/8).

Dikatakan Hery, laki-laki tersebut diduga kuat akibat menjadi korban tabrak lari oleh kendaraan yang menabraknya. Namun, ia belum bisa memastikan jenis kendaraan roda dua ataupun roda empat. “Kami menduga korban adalah pejalan kaki yang mau menyebrang,” ucapnya.

Ciri-ciri korban adalah usia diperkirakan berumur 60 tahun tinggi badan 165 CM, berat badan sekira 67 KG, badan sedang, kulit sawo matang, rambut lurus, bentuk mata biasa, telinga biasa, wajah/muka bulat. Korban memakai baju rangkap 3 lapis, lengan panjang, baju pertama warna putih, baju kedua warna abu-abu, dan baju ketiga baju Koko abu-abu, celana panjang, warna abu-abu. “kini jenazah korban telah berada di ruang jenazah RSUD Karawang, untuk itu diharapkan bila ada masyarakat yang kehilangan keluarganya diharap menghubungi pihak kepolisian,” jelasnya. (*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 01:32