Meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia mendorong Biznet meningkatkan kualitas layanannya. Tidak hanya untuk segmen bisnis, Biznet pun meningkatkan kualitas layanan untuk segmen consumer. Biznet resmi meningkatkan kapasitas bandwidth untuk layanan Biznet Metronet dan Biznet Home. Layanan ini efektif per 1 Agustus 2015.
“Memiliki koneksi internet yang cepat dan andal merupakan salah satu syarat terpenting bagi bisnis untuk tumbuh dan berkembang. Tingginya kebutuhan akan layanan internet supercepat dari segmen bisnis yang terus meningkat, mendorong kami untuk meningkatkan kapasitas bandwidth layanan. Kapasitas bandwidth yang kami tingkatkan khusus untuk layanan Biznet Metronet dan Biznet Home,” ujar Adi Kusma, President Director Biznet Networks dalam keterangan resminya yang kami terima.
Biznet Metronet merupakan layanan broadband internet supercepat yang menarget kalangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dengan layanan sampai dengan 100 Mbps. Biznet mengerti setiap perusahaan memerlukan layanan internet yang lebih cepat, untuk menjalankan bisnis lebih efisien. Sedangkan layanan Biznet Home merupakan layanan internet dengan kapasitas bandwidth mulai dari 10 Mbps. Biznet mengklaim pengguna dapat menyaksikan video streaming tanpa buffering dan bermain game online lebih baik. "Peningkatan layanan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna dalam mengakses internet. Biznet memastikan bisnis pengguna bisa berjalan sesuai rencana, dan dapat mendukung seluruh keluarga di rumah dalam melakukan kegiatan online," tambah Adi.
Peningkatan kapasitas bandwidth ini didukung oleh perluasan jaringan Biznet. Biznet baru-baru ini mengumumkan ekspansi di mana jaringan Biznet kini telah tersedia di lebih dari 70 kota di sepanjang pulau Jawa, Bali, dan Sumatera. Dengan teknologi yang andal dan didukung oleh jaringan backbone Fiber Optic yang kuat, sambung Adi, Biznet percaya akan mampu memberikan kualitas layanan yang baik dan prima bagi pelanggan segmen bisnis dan consumer.
Untuk memberikan nilai lebih di paket terbaru ini, Biznet menawarkan promo khusus yaitu promo Buy 11 Free 1 untuk pelanggan baru dan lama yang berlaku mulai dari 1 Januari – 31 Desember 2015, dan hanya berlaku untuk paket Biznet Metronet dengan biaya bulanan normal. Untuk informasi lengkap mengenai layanan Biznet Metronet dan program promo khusus, silakan kunjungi www.biznetnetworks.com/id/business/internet/biznet-metronet. Untuk lebih lanjut bisa menghubungi Biznet Branch Karawang di kawasan Galuhmas Karawang atau Biznet Brach Cikampek di Mall Cikampek.(dri)
Wednesday, 5 August 2015
Distribusi Gas 3 Kg Dibenahi
Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Kabupaten Karawang-Purwakarta bersama Tim Koordinasi Pemerintah Kabupaten Karawang melakukan pendataan kebutuhan gas elpiji 3 kilogram per desa agar pendistribusian barang bersubsidi itu jelas.
Kegiatan ini sudah direncanakan tiga tahun silam, tapi baru tahun ini terealisasi. "Setiap bulannya kebutuhan gas elpiji 3 kilogram di Karawang mencapai 1.800 juta tabung per bulan. Apakah pendistribusiannya jelas atau tidak, sekarang kita rapikan," kata Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Karawang-Purwakarta Didin Nazarudin saat dihubungi, Selasa (4/8).
Dikatakannya, sistem pendistribusian gas elpiji 3 kilogram yang merupakan barang bersubsidi itu kini mulai dirapikan. Sebab di Karawang sudah terbentuk pangkalan gas elpiji 3 kilogram yang tersebar di 309 desa dan diketahui oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang serta Hiswana Migas Karawang-Purwakarta. Menurut dia, rencana menyebar pangkalan gas elpiji 3 kilogram di 309 desa sekitar Karawang sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Tetapi baru tahun ini rencana tersebut terlaksana.
Di antara tujuan menyebar pangkal gas itu ialah untuk merapikan sistem pendistribusian gas elpiji 3 kilogram yang merupakan barang
Dikhawatirkan barang bersubsidi itu banyak digunakan warung-warung atau rumah makan. "Tujuan lainnya menyebar pangkalan di 309 desa ialah untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram," kata dia. Terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram itu sendiri diakui karena banyak faktor. Di antaranya ialah karena tidak meratanya pangkalan gas elpiji di seluruh desa sekitar Karawang. (ops)
Kegiatan ini sudah direncanakan tiga tahun silam, tapi baru tahun ini terealisasi. "Setiap bulannya kebutuhan gas elpiji 3 kilogram di Karawang mencapai 1.800 juta tabung per bulan. Apakah pendistribusiannya jelas atau tidak, sekarang kita rapikan," kata Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Karawang-Purwakarta Didin Nazarudin saat dihubungi, Selasa (4/8).
Dikatakannya, sistem pendistribusian gas elpiji 3 kilogram yang merupakan barang bersubsidi itu kini mulai dirapikan. Sebab di Karawang sudah terbentuk pangkalan gas elpiji 3 kilogram yang tersebar di 309 desa dan diketahui oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang serta Hiswana Migas Karawang-Purwakarta. Menurut dia, rencana menyebar pangkalan gas elpiji 3 kilogram di 309 desa sekitar Karawang sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Tetapi baru tahun ini rencana tersebut terlaksana.
Di antara tujuan menyebar pangkal gas itu ialah untuk merapikan sistem pendistribusian gas elpiji 3 kilogram yang merupakan barang
Dikhawatirkan barang bersubsidi itu banyak digunakan warung-warung atau rumah makan. "Tujuan lainnya menyebar pangkalan di 309 desa ialah untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram," kata dia. Terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram itu sendiri diakui karena banyak faktor. Di antaranya ialah karena tidak meratanya pangkalan gas elpiji di seluruh desa sekitar Karawang. (ops)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 18:26
Kejanggalan Kasus Korupsi Gedung Paripurna DPRD Menyeruak
Sedikit demi sedikit kejanggalan penuntasan kasus dugaan korupsi rehab gedung paripurna DPRD menyeruak. Pejabat pengelola kegiatan di Sekretariat Dewan pun mulai tersentuh. Terlebih setelah ada dugaan pagu anggaran pembuatan Detailed Engineering Design (DED) sebesar Rp 245 juta diduga di mark up.
Pengamat Kebijakan Publik Rio Setiawan, Selasa (4/8) siang, disinggung perkembangan kasus dugaan korupsi rehab gedung paripurna DPRD yang saat ini sudah ditangani mengatakan itu. Bahkan dia menilai penyelidikan terhadap kasus itupun jalan ditempat. "Kejaksaan Negeri Karawang tebang pilih dalam penuntasan kasus dugaan korupsi rehab gedung paripurna DPRD," ujar Rio.
Ia membeberkan, penanganan kasus tebang pilih tak terlepas indikasi adanya sejumlah pejabat yang akan terseret dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi ini. Indikasi ini diperkuat dengan mandeg nya proses penuntasan kasus ini, meski di awal-awal Kejaksaan sudah heboh menetapkan tersangka. Padahal kata Rio, dalam alur pembuatan DED rehab gedung paripurna DPRD ini merupakan hasil program di Sekretariat DPRD. Yang tentunya, ada sejumlah pejabat pengelola kegiatan disana, yang harusnya menjadi fokus dari penyidikan Kejaksaan. "Faktanya tidak ada tersangka baru, padahal sudah jelas seluruh pejabat pengelola kegiatan DED kemungkinan besar statusnya saksi, dan bisa menjadi tersangka," seru Rio.
Kejanggalan penuntasan kasus ini semakin menguat, pasca Pejabat Dinas Cipta Karya Karawang Tri Hermawan Tyo Putro yang ditahan. Tri sebagai Pejabat Pemeriksa Hasil Pekerjaan (P2HP) dari penyusunan Detail Engineering Design (DED). Rio mempertanyakan peran Tri, jika memang ditetapkan sebagai tersangka karena menerima aliran dana, maka seharusnya pemberi aliran dana tersebut juga harus dijerat. Namun nyatanya, tidak sama sekali.
Bahkan, jika Tri ditahan sebagai kapasitas P2HP harusnya pejabat lain sebagai P2HP juga harus di tetapkan sebagai tersangka. Maka itu, Rio menilai banyak kejanggalan di balik penuntasan kasus ini. "Tri ditahan dalam kapasitas apa? Menerima aliran dana atau tim pemeriksa. Kalau pemeriksa kenapa cuma Tri saja, kenapa tidak semuanya diperiksa. Jika menerima aliran dana kenapa pemberi dana tidak dijerat," sesalnya.
Tak hanya itu, Rio juga melihat kejanggalan sejak dalam perencanaan. Karena, pagu anggaran nilainya sangat fantastis mencapai Rp 245 juta. Padahal, untuk membuat DED rehab gedung itu diprediksi hanya di kisaran maksimal Rp 100 juta. Namun nyatanya, membengkak hingga Rp 245 juta tentu tericum aroma markup. "Proses perencanaan ini sudah janggal. Berbeda jika DED dibuat untuk bangunan baru. Biasanya pagu untuk rehab itu maksimal Rp 90 sampai 100 juta," tukas dia.
Seperti yang diketahui, hingga kini kasus tersebut nampaknya masih jalan ditempat. Tidak ada progres yang signifikan dalam penuntasan kasus ini. "Saat ini perkembangan kasus nya masih berjalan,"ujar Penyidik Jaksa Kejaksaan Negeri Karawang Zico Extrada. Namun sayang, dirinya tidak bisa menyebutkan secara gamblang terkait dengan perkembangan kasus yang ditanganinya ini. Hal ini tentu sangat miris, karena penuntasan kasus ini seperti jalan ditempat karena penetapan tersangka dalam kasus ini Tri Hermawan Tyo Putro sejak 14 April silam. "Saya tidak bisa saya sebutkan perkembangannya itu masuk materi penyiidikan,"tutur dia.
Ia berjanji, secepatnya akan menuntaskan proses penyidikan ini. Agar, kasus ini dapat dilimpahkan ke meja hijau. "Kita sesuai dengan SOP, secepatnya proses ke tahap selanjutnya, meski ada rintangan dan hambatan," kata dia tanpa memberikan kepastian. Terkait bukti dalam kasus ini, Zico menjelaskan dalam penetapan tersangka dalam kasus ini sudah mengantongi dua alat bukti. Meski begitu, itu semua akan dapat dibuktikan dalam pengadilan. "Jelas kita tetapkan minimal 2 alat bukti itu, tidak mungkin kita tetapkan tersangka jika tidak ada alat bukti. Pembuktian alat bukti itu nanti kita buktikan di persidangan," tukasnya.
Apakah ada kemungkinan tersangka baru, Zico enggan berasumsi terkait hal tersebut. Meski dalam penetapan Tri sebagai tersangka menuai banyak pertanyaan besar, seakan hanya menjadi tumbal dalam kasus ini. "Itu semua masih dalam proses, berarti itu masuk dalam materi penyidikan, kita tidak bisa berikan. Tapi intinya itu masih berjalan,"timpal dia. (vid)
Pengamat Kebijakan Publik Rio Setiawan, Selasa (4/8) siang, disinggung perkembangan kasus dugaan korupsi rehab gedung paripurna DPRD yang saat ini sudah ditangani mengatakan itu. Bahkan dia menilai penyelidikan terhadap kasus itupun jalan ditempat. "Kejaksaan Negeri Karawang tebang pilih dalam penuntasan kasus dugaan korupsi rehab gedung paripurna DPRD," ujar Rio.
Ia membeberkan, penanganan kasus tebang pilih tak terlepas indikasi adanya sejumlah pejabat yang akan terseret dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi ini. Indikasi ini diperkuat dengan mandeg nya proses penuntasan kasus ini, meski di awal-awal Kejaksaan sudah heboh menetapkan tersangka. Padahal kata Rio, dalam alur pembuatan DED rehab gedung paripurna DPRD ini merupakan hasil program di Sekretariat DPRD. Yang tentunya, ada sejumlah pejabat pengelola kegiatan disana, yang harusnya menjadi fokus dari penyidikan Kejaksaan. "Faktanya tidak ada tersangka baru, padahal sudah jelas seluruh pejabat pengelola kegiatan DED kemungkinan besar statusnya saksi, dan bisa menjadi tersangka," seru Rio.
Kejanggalan penuntasan kasus ini semakin menguat, pasca Pejabat Dinas Cipta Karya Karawang Tri Hermawan Tyo Putro yang ditahan. Tri sebagai Pejabat Pemeriksa Hasil Pekerjaan (P2HP) dari penyusunan Detail Engineering Design (DED). Rio mempertanyakan peran Tri, jika memang ditetapkan sebagai tersangka karena menerima aliran dana, maka seharusnya pemberi aliran dana tersebut juga harus dijerat. Namun nyatanya, tidak sama sekali.
Bahkan, jika Tri ditahan sebagai kapasitas P2HP harusnya pejabat lain sebagai P2HP juga harus di tetapkan sebagai tersangka. Maka itu, Rio menilai banyak kejanggalan di balik penuntasan kasus ini. "Tri ditahan dalam kapasitas apa? Menerima aliran dana atau tim pemeriksa. Kalau pemeriksa kenapa cuma Tri saja, kenapa tidak semuanya diperiksa. Jika menerima aliran dana kenapa pemberi dana tidak dijerat," sesalnya.
Tak hanya itu, Rio juga melihat kejanggalan sejak dalam perencanaan. Karena, pagu anggaran nilainya sangat fantastis mencapai Rp 245 juta. Padahal, untuk membuat DED rehab gedung itu diprediksi hanya di kisaran maksimal Rp 100 juta. Namun nyatanya, membengkak hingga Rp 245 juta tentu tericum aroma markup. "Proses perencanaan ini sudah janggal. Berbeda jika DED dibuat untuk bangunan baru. Biasanya pagu untuk rehab itu maksimal Rp 90 sampai 100 juta," tukas dia.
Seperti yang diketahui, hingga kini kasus tersebut nampaknya masih jalan ditempat. Tidak ada progres yang signifikan dalam penuntasan kasus ini. "Saat ini perkembangan kasus nya masih berjalan,"ujar Penyidik Jaksa Kejaksaan Negeri Karawang Zico Extrada. Namun sayang, dirinya tidak bisa menyebutkan secara gamblang terkait dengan perkembangan kasus yang ditanganinya ini. Hal ini tentu sangat miris, karena penuntasan kasus ini seperti jalan ditempat karena penetapan tersangka dalam kasus ini Tri Hermawan Tyo Putro sejak 14 April silam. "Saya tidak bisa saya sebutkan perkembangannya itu masuk materi penyiidikan,"tutur dia.
Ia berjanji, secepatnya akan menuntaskan proses penyidikan ini. Agar, kasus ini dapat dilimpahkan ke meja hijau. "Kita sesuai dengan SOP, secepatnya proses ke tahap selanjutnya, meski ada rintangan dan hambatan," kata dia tanpa memberikan kepastian. Terkait bukti dalam kasus ini, Zico menjelaskan dalam penetapan tersangka dalam kasus ini sudah mengantongi dua alat bukti. Meski begitu, itu semua akan dapat dibuktikan dalam pengadilan. "Jelas kita tetapkan minimal 2 alat bukti itu, tidak mungkin kita tetapkan tersangka jika tidak ada alat bukti. Pembuktian alat bukti itu nanti kita buktikan di persidangan," tukasnya.
Apakah ada kemungkinan tersangka baru, Zico enggan berasumsi terkait hal tersebut. Meski dalam penetapan Tri sebagai tersangka menuai banyak pertanyaan besar, seakan hanya menjadi tumbal dalam kasus ini. "Itu semua masih dalam proses, berarti itu masuk dalam materi penyidikan, kita tidak bisa berikan. Tapi intinya itu masih berjalan,"timpal dia. (vid)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 18:26
Bangun Fly Over di Karawang
Masalah lalulintas di kota manapun akan menjadi persoalan penting, tanpa terkecuali di Karawang. Sebetulnya persoalan yang mencuat dalam persoalan itu hanya tiga, yakni kemacetan, kesemrawutan dan tertib lalu lintas. Dari ketiga persoalan tersebut hal paling krusial adalah kemecetan.
"Untuk mengentaskan berbagai persoalan di karawang terutama masalah lalulintas tidak ada jalan lain kecuali membuat akses jalan baru atau fly over. Saat ini posisi pelintasan kereta api membelah kota karawang, dan di daerah dan dikota manapun jika itu terjadi akan menimbulkan kemacetan di lokasi tersebut," ungkap pemerhati masalah lalulintas Danil Sumarsana, beberapa waktu lalu.
Hal sama pun pernah diungkapkan mantan Kadishubkominfo Setya Dharma. Saat itu dia tidak menampik jika kemacetan yang terjadi di Jalan Tuparev kedepannya akan terjadi lebih parah. Terlebih dengan jumlah pertambahan kendaraan saat ini yang demikian tinggi sementara sama sekali tidak ada penambahan jalan. Karena jika tidak dibangunkan flyover maka kemacetan akan terus terjadi, mengingat adanya perlintasan kereta api sehingga akan menghambat arus lalu lintas, ditambah tingginya volume kendaraan yang melintas. (*)
"Untuk mengentaskan berbagai persoalan di karawang terutama masalah lalulintas tidak ada jalan lain kecuali membuat akses jalan baru atau fly over. Saat ini posisi pelintasan kereta api membelah kota karawang, dan di daerah dan dikota manapun jika itu terjadi akan menimbulkan kemacetan di lokasi tersebut," ungkap pemerhati masalah lalulintas Danil Sumarsana, beberapa waktu lalu.
Hal sama pun pernah diungkapkan mantan Kadishubkominfo Setya Dharma. Saat itu dia tidak menampik jika kemacetan yang terjadi di Jalan Tuparev kedepannya akan terjadi lebih parah. Terlebih dengan jumlah pertambahan kendaraan saat ini yang demikian tinggi sementara sama sekali tidak ada penambahan jalan. Karena jika tidak dibangunkan flyover maka kemacetan akan terus terjadi, mengingat adanya perlintasan kereta api sehingga akan menghambat arus lalu lintas, ditambah tingginya volume kendaraan yang melintas. (*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 18:23
Sektor Pariwisata Belum Tergarap
Masih harus lebih diperbaiki lagi ke depannya. Banyak sektor-sektor yang belum seratus persen tergarap, terutama dari sektor pariwisata. Padahal sektor ini amat berpotensi sebagai sumber pendapat asli daerah (PAD). Hal lain yang mestinya bisa menjadi bahan pertimbangan perlunya sektor ini digarap bahwa Karawang kaya akan tempat-tempat wisata.
"Sektor pariwisata belum tergara secara optrimal. Amat disayangkan jika mengetahui ternyata banyak sekali tempat-tempat wisata berpotensi PAD yang belum tergali," ucap pemerhati masalah pariwisata, Yanwar, belum lama ini. Padahal kalau saja pemerintah serius mengembangkan potensi PAD ini bukan tidak mungkin kedepannya Karawang akan menjadi daerah tujuan wisata nasional.
Alasan masih banyak kendala untuk mengembang sektor pariwisata, sebetulnya itu tidak bisa menjadi alasan. Perkembangan teknologi bisa memungkinkan apa saja, termasuk membuat terobosan-terobosan pengembangan usaha. "Banyaknya indutri-industri di karawang harus dikotrol dan apabila memang harus ada aturan atau perda untuk melindungi masyarakat, buatkan perdanya," tandas Yanwar.
Selain itu, ketidak cakapan pemerintah Karawang dalam membaca peluang PAD ini diakui memang menjadi pemicu mencuatnya berbagai opini ditengah masyarakat dan pemerhati budaya dan wisata. Mereka menilai bukan hanya ketidak jelian tetapi juga dari Pemkab sendiri yang terkesan enggan menaruh perhatian kesana. Padahal untuk mengembangkan wisatanya banyak hal bisa dilakukan, termasuk mengoptimalkan sarana dan prasarana pendukung wisata. Seperti potensi mahasiswa sebagai penyampai informasi efektif, hingga kini sama sekali belum dilirik. Padahal insan akademisi itu amat berpotensi menjadi duta-duta wisata.
"Kalau saja keberadaan objek-objek wisata itu dipublikasikan secara serius bukan hal yang tak mungkin jika Karawang akan menjadi daerah tujuan wisata utama," ucap Rini juga pemerhati pariwisata. Mengoptimalkan peranan mahasiswa bukan hanya sebagai duta-duta wisata tetapi juga mitra wisata dalam hal menggali potensi-potensi objek wisata bersangkutan. (*)
"Sektor pariwisata belum tergara secara optrimal. Amat disayangkan jika mengetahui ternyata banyak sekali tempat-tempat wisata berpotensi PAD yang belum tergali," ucap pemerhati masalah pariwisata, Yanwar, belum lama ini. Padahal kalau saja pemerintah serius mengembangkan potensi PAD ini bukan tidak mungkin kedepannya Karawang akan menjadi daerah tujuan wisata nasional.
Alasan masih banyak kendala untuk mengembang sektor pariwisata, sebetulnya itu tidak bisa menjadi alasan. Perkembangan teknologi bisa memungkinkan apa saja, termasuk membuat terobosan-terobosan pengembangan usaha. "Banyaknya indutri-industri di karawang harus dikotrol dan apabila memang harus ada aturan atau perda untuk melindungi masyarakat, buatkan perdanya," tandas Yanwar.
Selain itu, ketidak cakapan pemerintah Karawang dalam membaca peluang PAD ini diakui memang menjadi pemicu mencuatnya berbagai opini ditengah masyarakat dan pemerhati budaya dan wisata. Mereka menilai bukan hanya ketidak jelian tetapi juga dari Pemkab sendiri yang terkesan enggan menaruh perhatian kesana. Padahal untuk mengembangkan wisatanya banyak hal bisa dilakukan, termasuk mengoptimalkan sarana dan prasarana pendukung wisata. Seperti potensi mahasiswa sebagai penyampai informasi efektif, hingga kini sama sekali belum dilirik. Padahal insan akademisi itu amat berpotensi menjadi duta-duta wisata.
"Kalau saja keberadaan objek-objek wisata itu dipublikasikan secara serius bukan hal yang tak mungkin jika Karawang akan menjadi daerah tujuan wisata utama," ucap Rini juga pemerhati pariwisata. Mengoptimalkan peranan mahasiswa bukan hanya sebagai duta-duta wisata tetapi juga mitra wisata dalam hal menggali potensi-potensi objek wisata bersangkutan. (*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 18:23
Tuesday, 4 August 2015
L'Pro Cinema Buka Kelas Baru untuk Anak Berbakat Karawang
Setelah sukses mengadakan audisi mencari aktor dan aktris berbakat yang akan bermain di film Target di Karawang Centra Plaza beberapa waktu lalu, L’Pro Cinema kembali membuat gebrakan baru dengan membuka beberapa macam kelas guna menampung dan memberikan wadah bagi anak-anak berbakat Karawang di bidang entertainment menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) dan LSM Duta Bangsa dari Jakarta.
Humas L’Pro Cinema, Ratu Bena mengatakan, alasan dibukanya program kelas entertainment karena pihaknya melihat perkembangan dunia entertaint di Karawang yang semakin maju dengan melahirkan anak-anak muda berbakat, terutama di bidang musik, modelling dan fotografi. Selain itu karena sebelumnya pula, permintaan masyarakat yang menginginkan didirikannya sebuah agency profesional dalam menyalurkan bakat-bakat muda tersebut agar go nasional, maka saat mendapati kondisi demikian, L’Pro Cinema hadir menjawab tantangan.
“Kami hadir membuka beberapa kelas bagi anak usia dini hingga remaja yang ingin mengembangkan bakatnya di bidang model fotografi, akting, nyanyi dan penyutradaraan. Pelatihan kelas akan dilakukan di Wonderland, Senin mulai pembukaan pendaftaranya,” ungkap Bena saat diwawancarai dalam kegiatan opening class L’Pro Cinema, Sabtu (1/8) di Wonderland.
Sementara Executive Produser L’Pro Cinema, Sam Vino menyebut untuk kelas penyutradaraan, pihaknya memberikan tempat khusus bagi para pelajar agar bisa mendalami dunia perfilman. Hal itu dilakukan karena dirinya secara pribadi menginginkan lahirnya sineas muda berbakat yang lahir dari Karawang. Selama ini, kata Sam, dirinya melihat ketertarikan muda mudi terhadap dunia perfilman sangat tinggi, namun kadang terkendala informasi dalam mencari wadah pengembanganya, pada akhirnya ketertarikan dan keingintahuan itu hanya sebatas menjadi wacana saja.
“Maka dengan adanya kelas penyutradaraan film, para pelajar bisa mencari ilmu dari beberapa sutradara yang sudah membuktikan diri di kancah film nasional. Nantinya setelah proses kelas berjalan, kami akan menghadirkan sutradara-sutradara muda untuk membagikan pengalaman serta ilmu mereka dalam proses penggarapan sebuah film,” ujar Sam.
Perlu diketahui, L’Pro Cinema adalah sebuah rumah produksi dari Jakarta yang pernah sukses menggarap sebuah film berjudul Laskar Semut Merah tahun 2014. Yang paling menarik dalam pembuatan film ini adalah semua pemainnya merupakan pendatang baru di dunia film Indonesia. Di tahun 2015 ini, L’Pro Cinema akan mengulang kembali sejarah mengorbitkan pendatang baru dalam film mengenai penyalahgunaan narkoba berjudul Target yang proses syutingnya akan berjalan September mendatang bekerja sama dengan BNN Pusat. Beberapa pemain asal Karawang sudah terpilih. Selain aktor, L’Pro Cinema juga memilih penyanyi yang akan mengisi soundtrack film Target. (*)
Humas L’Pro Cinema, Ratu Bena mengatakan, alasan dibukanya program kelas entertainment karena pihaknya melihat perkembangan dunia entertaint di Karawang yang semakin maju dengan melahirkan anak-anak muda berbakat, terutama di bidang musik, modelling dan fotografi. Selain itu karena sebelumnya pula, permintaan masyarakat yang menginginkan didirikannya sebuah agency profesional dalam menyalurkan bakat-bakat muda tersebut agar go nasional, maka saat mendapati kondisi demikian, L’Pro Cinema hadir menjawab tantangan.
“Kami hadir membuka beberapa kelas bagi anak usia dini hingga remaja yang ingin mengembangkan bakatnya di bidang model fotografi, akting, nyanyi dan penyutradaraan. Pelatihan kelas akan dilakukan di Wonderland, Senin mulai pembukaan pendaftaranya,” ungkap Bena saat diwawancarai dalam kegiatan opening class L’Pro Cinema, Sabtu (1/8) di Wonderland.
Sementara Executive Produser L’Pro Cinema, Sam Vino menyebut untuk kelas penyutradaraan, pihaknya memberikan tempat khusus bagi para pelajar agar bisa mendalami dunia perfilman. Hal itu dilakukan karena dirinya secara pribadi menginginkan lahirnya sineas muda berbakat yang lahir dari Karawang. Selama ini, kata Sam, dirinya melihat ketertarikan muda mudi terhadap dunia perfilman sangat tinggi, namun kadang terkendala informasi dalam mencari wadah pengembanganya, pada akhirnya ketertarikan dan keingintahuan itu hanya sebatas menjadi wacana saja.
“Maka dengan adanya kelas penyutradaraan film, para pelajar bisa mencari ilmu dari beberapa sutradara yang sudah membuktikan diri di kancah film nasional. Nantinya setelah proses kelas berjalan, kami akan menghadirkan sutradara-sutradara muda untuk membagikan pengalaman serta ilmu mereka dalam proses penggarapan sebuah film,” ujar Sam.
Perlu diketahui, L’Pro Cinema adalah sebuah rumah produksi dari Jakarta yang pernah sukses menggarap sebuah film berjudul Laskar Semut Merah tahun 2014. Yang paling menarik dalam pembuatan film ini adalah semua pemainnya merupakan pendatang baru di dunia film Indonesia. Di tahun 2015 ini, L’Pro Cinema akan mengulang kembali sejarah mengorbitkan pendatang baru dalam film mengenai penyalahgunaan narkoba berjudul Target yang proses syutingnya akan berjalan September mendatang bekerja sama dengan BNN Pusat. Beberapa pemain asal Karawang sudah terpilih. Selain aktor, L’Pro Cinema juga memilih penyanyi yang akan mengisi soundtrack film Target. (*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 01:33
Tewas, Laki-laki Tanpa Identitas Jadi Korban Tabrak Lari
Seorang laki-laki tanpa identitas ditemukan tergeletak dengan luka parah di tengah jalan raya Cikampek di Dusun Warungkebon, Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari, Senin (3/8) sekitar pukul 05.00 WIB. Ia tewas di tengah perjalanan saat tengah dibawa menuju rumah sakit. Diduga, ia merupakan korban tabrak lari.
Kanit Laka lantas Polres Karawang, IPTU Hery Nur Cahyo mengatakan, korban ditemukan tergeletak dengan luka di kepala oleh seorang saksi yang saat itu sedang melintas di lokasi kejadian. Berdasarkan olah TKP, korban diduga sebagai korban tabrak lari. “Saat ditemukan korban yang tadinya berada di tengah jalan, langsung dipindahkan oleh warga ke sisi jalan. Kemudian tak lama ada anggota dari Pos Dawuan datang dan membawa korban ke rumah sakit Karya Husada Cikampek. Namun, karena mengalami pendarahan di kepala akhirnya korban meninggal dalam perjalanan saat dirujuk ke RSUD Karawang ,” kata Hery, Senin (3/8).
Dikatakan Hery, laki-laki tersebut diduga kuat akibat menjadi korban tabrak lari oleh kendaraan yang menabraknya. Namun, ia belum bisa memastikan jenis kendaraan roda dua ataupun roda empat. “Kami menduga korban adalah pejalan kaki yang mau menyebrang,” ucapnya.
Ciri-ciri korban adalah usia diperkirakan berumur 60 tahun tinggi badan 165 CM, berat badan sekira 67 KG, badan sedang, kulit sawo matang, rambut lurus, bentuk mata biasa, telinga biasa, wajah/muka bulat. Korban memakai baju rangkap 3 lapis, lengan panjang, baju pertama warna putih, baju kedua warna abu-abu, dan baju ketiga baju Koko abu-abu, celana panjang, warna abu-abu. “kini jenazah korban telah berada di ruang jenazah RSUD Karawang, untuk itu diharapkan bila ada masyarakat yang kehilangan keluarganya diharap menghubungi pihak kepolisian,” jelasnya. (*)
Kanit Laka lantas Polres Karawang, IPTU Hery Nur Cahyo mengatakan, korban ditemukan tergeletak dengan luka di kepala oleh seorang saksi yang saat itu sedang melintas di lokasi kejadian. Berdasarkan olah TKP, korban diduga sebagai korban tabrak lari. “Saat ditemukan korban yang tadinya berada di tengah jalan, langsung dipindahkan oleh warga ke sisi jalan. Kemudian tak lama ada anggota dari Pos Dawuan datang dan membawa korban ke rumah sakit Karya Husada Cikampek. Namun, karena mengalami pendarahan di kepala akhirnya korban meninggal dalam perjalanan saat dirujuk ke RSUD Karawang ,” kata Hery, Senin (3/8).
Dikatakan Hery, laki-laki tersebut diduga kuat akibat menjadi korban tabrak lari oleh kendaraan yang menabraknya. Namun, ia belum bisa memastikan jenis kendaraan roda dua ataupun roda empat. “Kami menduga korban adalah pejalan kaki yang mau menyebrang,” ucapnya.
Ciri-ciri korban adalah usia diperkirakan berumur 60 tahun tinggi badan 165 CM, berat badan sekira 67 KG, badan sedang, kulit sawo matang, rambut lurus, bentuk mata biasa, telinga biasa, wajah/muka bulat. Korban memakai baju rangkap 3 lapis, lengan panjang, baju pertama warna putih, baju kedua warna abu-abu, dan baju ketiga baju Koko abu-abu, celana panjang, warna abu-abu. “kini jenazah korban telah berada di ruang jenazah RSUD Karawang, untuk itu diharapkan bila ada masyarakat yang kehilangan keluarganya diharap menghubungi pihak kepolisian,” jelasnya. (*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 01:32
Edarkan Sabu Egleng Diciduk
Dadang Sanjaya alias Egleng (34) ditangkap Tim Buser Satnarkoba Polres Karawang di rumah kontrakannya di Dusun Ciketeng, Desa Jayanegara, Kecamatan Tempuran, Sabtu (1/8) lalu. Dia diduga memakai sekaligus mengedarkan narkoba jenis sabu. Polisi menyita barang bukti berupa satu paket sabu dan alat hisap sabu atau yang disebut bong.
Kasat Narkoba AKP Senen Ali mengatakan, pelaku ditangkap saat anggotanya melakukan penyelidikan dan mencari informasi terkait keberadaan pelaku yang diketahui terlibat dalam kasus narkoba. Kemudian pada malam itu juga pelaku yang merupakan warga Dusun Kalen Asem, RT 01/05 Desa Tempuran, Kecamatan Tempuran langsung ditangkap bersama sabu yang disimpan di dalam tas warna merah serta bong.
"Pelaku dapat kami tangkap setelah kami mendafatkan informasi dari masyarakat bahwa pelaku ini sering menggunakan narkoba. Dalam waktu yang cepat kami langsung menangkap pelaku yang sebelumnya sudah diketahui identitasnya itu,” kata kasat Ali, Senin (3/8).
Dikatakan Kasat, setelah berhasil menangkap pelaku, kemudian anggotanya langsung menggeledah rumah kontrakannya dan berhasil ditemukan sebuah tas berwarna merah milik pelaku. Setelah diperiksa, di dalamnya terdapat sebuah cangkang korek api beserta sebuah plastic bening kecil berisi sabu siap edar bersama satu buah alat hisap milik pelaku.
Berdasarkan keterangan Dadang saat diperiksa di Mapolres Karawang, sabu tersebut diperoleh teman seprofesinya yang berinisial WAU dengan membelinya sebesar Rp 700 ribu per paketnya. Namun pelaku mengaku tidak mengetahui alamat kawannya tersebut. WAU kini masih diburu petugas. Polisi menjerat Dadang dengan pasal 114 ayat (1) jo 111 ayat (1) jo 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika yang hukumannnya minimal selama 4 tahun penjara dan denda minimal Rp 800 juta. (*)
Kasat Narkoba AKP Senen Ali mengatakan, pelaku ditangkap saat anggotanya melakukan penyelidikan dan mencari informasi terkait keberadaan pelaku yang diketahui terlibat dalam kasus narkoba. Kemudian pada malam itu juga pelaku yang merupakan warga Dusun Kalen Asem, RT 01/05 Desa Tempuran, Kecamatan Tempuran langsung ditangkap bersama sabu yang disimpan di dalam tas warna merah serta bong.
"Pelaku dapat kami tangkap setelah kami mendafatkan informasi dari masyarakat bahwa pelaku ini sering menggunakan narkoba. Dalam waktu yang cepat kami langsung menangkap pelaku yang sebelumnya sudah diketahui identitasnya itu,” kata kasat Ali, Senin (3/8).
Dikatakan Kasat, setelah berhasil menangkap pelaku, kemudian anggotanya langsung menggeledah rumah kontrakannya dan berhasil ditemukan sebuah tas berwarna merah milik pelaku. Setelah diperiksa, di dalamnya terdapat sebuah cangkang korek api beserta sebuah plastic bening kecil berisi sabu siap edar bersama satu buah alat hisap milik pelaku.
Berdasarkan keterangan Dadang saat diperiksa di Mapolres Karawang, sabu tersebut diperoleh teman seprofesinya yang berinisial WAU dengan membelinya sebesar Rp 700 ribu per paketnya. Namun pelaku mengaku tidak mengetahui alamat kawannya tersebut. WAU kini masih diburu petugas. Polisi menjerat Dadang dengan pasal 114 ayat (1) jo 111 ayat (1) jo 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika yang hukumannnya minimal selama 4 tahun penjara dan denda minimal Rp 800 juta. (*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 01:32
BK DPRD Didesak Jatuhkan Sanksi
*Nurlaela: Anggota Dewan Menitip Siswa Melanggar Kode Etik
Polemik praktik titip menitip siswa oleh oknum anggota DPRD Karawang terus menuai protes. Bahkan, Badan Kehormatan (BK) DPRD menilai, praktik tersebut sudah melanggar kode etik anggota Dewan.
"Saya baru mendengar informasinya, karena saya lagi sakit," ujar Ketua BK DPRD Karawang Nurlaela Saripin saat dihubungi, Senin (3/8). Dia mengaku meski persoalan titip menitip siswa ini sudah santer terdengar dia baru tahu karena selama ini dirinya menderita sakit. Nurlaela tergolek di RSUD Karawang lantaran sakit lambung yang dideritanya namun dirinya menegaskan akan menindaklanjuti laporan praktik oknum dewan yang melakukan titip menitip siswa ini. Nurlaela berjanji akan menelusuri kasus tersebut.
Bahkan menurut dia, jika praktik titip menitip ini benar terjadi maka jelas sudah melanggar kode etik anggota DPRD. Karena sudah melakukan intervensi ke pejabat Dinas Pendidikan. "Ini kan sudah melanggar kekuasaan, harusnya dewan itu tidak boleh intervensi apapun," serunya. Terlebih, tambah dia, jika praktik titip menitip itu sudah mengarah ke pemaksaan.
Praktik titip menitip ini, lanjut Nurlaela, merupakan tindakan tidak terpuji karena menguntungkan diri sendiri. "Apapun alasannya jika tindakan itu sudah mengarah kepada pemaksaan itu tidak boleh. Memaksa titipan itu menguntungkan diri sendiri," tukasnya.
Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang Asep S., ketika ditanya soal praktik titipan anggota dewan ini terlihat ketakutan. Bahkan, dirinya enggan untuk membeberkan hal tersebut. "Soal itu silahkan ke ketua Panitia PPDB online saja, Kabid Dikmen," kilah dia.
Disisi lain, Pengamat Kebijakan Publik M. Iqbal menilai praktik titip menitip anggota dewan ini sama sekali tidak mencerminkan sebagai wakil rakyat. Karena tindakan tersebut sangat tidak pantut untuk menjadi contoh masyarakat. Apalagi, penerimaan siswa melalui PPDB online ada mekanisme dan aturannya. "Kalau dewan memaksa untuk menitip siswa itu sudah offside. Karena kan ada aturannya, masa mau dilanggar begitu saja," tuturnya.
Maka itu, seharusnya anggota dewan ini malu masih melakukan praktik titip menitip siswa. Karena, masyarakat pun mau mengikuti aturan dan prosedur yang ada. Bukan melabrak aturan, untuk memenuhi kepentingan pribadinya. "Kalau dewan masih titip menitip, malu dong sama masyarakat yang sudah taat aturan," tandasnya. (vid)
Polemik praktik titip menitip siswa oleh oknum anggota DPRD Karawang terus menuai protes. Bahkan, Badan Kehormatan (BK) DPRD menilai, praktik tersebut sudah melanggar kode etik anggota Dewan.
"Saya baru mendengar informasinya, karena saya lagi sakit," ujar Ketua BK DPRD Karawang Nurlaela Saripin saat dihubungi, Senin (3/8). Dia mengaku meski persoalan titip menitip siswa ini sudah santer terdengar dia baru tahu karena selama ini dirinya menderita sakit. Nurlaela tergolek di RSUD Karawang lantaran sakit lambung yang dideritanya namun dirinya menegaskan akan menindaklanjuti laporan praktik oknum dewan yang melakukan titip menitip siswa ini. Nurlaela berjanji akan menelusuri kasus tersebut.
Bahkan menurut dia, jika praktik titip menitip ini benar terjadi maka jelas sudah melanggar kode etik anggota DPRD. Karena sudah melakukan intervensi ke pejabat Dinas Pendidikan. "Ini kan sudah melanggar kekuasaan, harusnya dewan itu tidak boleh intervensi apapun," serunya. Terlebih, tambah dia, jika praktik titip menitip itu sudah mengarah ke pemaksaan.
Praktik titip menitip ini, lanjut Nurlaela, merupakan tindakan tidak terpuji karena menguntungkan diri sendiri. "Apapun alasannya jika tindakan itu sudah mengarah kepada pemaksaan itu tidak boleh. Memaksa titipan itu menguntungkan diri sendiri," tukasnya.
Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang Asep S., ketika ditanya soal praktik titipan anggota dewan ini terlihat ketakutan. Bahkan, dirinya enggan untuk membeberkan hal tersebut. "Soal itu silahkan ke ketua Panitia PPDB online saja, Kabid Dikmen," kilah dia.
Disisi lain, Pengamat Kebijakan Publik M. Iqbal menilai praktik titip menitip anggota dewan ini sama sekali tidak mencerminkan sebagai wakil rakyat. Karena tindakan tersebut sangat tidak pantut untuk menjadi contoh masyarakat. Apalagi, penerimaan siswa melalui PPDB online ada mekanisme dan aturannya. "Kalau dewan memaksa untuk menitip siswa itu sudah offside. Karena kan ada aturannya, masa mau dilanggar begitu saja," tuturnya.
Maka itu, seharusnya anggota dewan ini malu masih melakukan praktik titip menitip siswa. Karena, masyarakat pun mau mengikuti aturan dan prosedur yang ada. Bukan melabrak aturan, untuk memenuhi kepentingan pribadinya. "Kalau dewan masih titip menitip, malu dong sama masyarakat yang sudah taat aturan," tandasnya. (vid)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 01:32
Monday, 3 August 2015
Dua Wartawan Karawang DiPalak Geng Motor
*Gor Panatayuda Tak Aman
Ini peringatan bagi Kapolres Karawang AKBP Daddy Hartadi bahwa karawang belum aman dari genk bermotor. Jangan kan ditempat sepi bahkan dikeramaian pun para penjahat ini leluasa melakukan aksinya. Seperti itulah yang terjadi di Gor Panatayudha, akhir pekan (1/8) kemarin. Sialnya yang menjadi korban kali ini justru dua awak media cetak lokal di Karawang yang kerap menyampaikan kesuksesan polisi mengamankan Karawang dari aksi genk motor.
Kedua korban masing-masing Gusti Septa (25) Wartawan Spirit Karawang dan Ega Nurgraha (25) Wartawan Radar Karawang. Menjadi korban pemerasan genk motor saat berada di sekitar GOR Panatayudha, Sabtu (1/8). Selain merampas uang sebesar Rp 340 ribu, para pelaku juga sempat menganiaya kedua korban. Kini kasus perampasan dengan kekerasan itu sudah ditangani Polres Karawang.
Gusti dan Ega saat ditemui wartawan usai melapor ke Polres Karawang mengatakan, peristiwa pemalakan dan kekerasan tersebut terjadi ketika mereka berada di sekitar parkiran GOR Panatayuda untuk mencari makanan. Tiba-tiba, datang tiga orang pelaku yang mengendarai sepeda motor masing-masing. Tanpa basa basi, salah satu dari ketiga anggota geng motor itu langsung menodongkan senjata tajam jenis pisau dan seorang lainnya menggunakan botol. Sementara rekannya yang lain meminta uang secara paksa. "Karena situasinya sudah tidak memungkinkan lagi, kami pasrah dan menyerahklan uang yang mereka minta," kata Gusti.
Saat ketiga pelaku datang, lanjut Gusti, kondisinya sudah dalam keadaan mabuk. Sehingga, mereka sulit diajak berkomunikasi secara logika terutama agar mengurungkan niatnya untuk melakukan pemalakan. Malah, sebelum ketiga pelaku kabur dengan membawa hasil kejahatannya beberapa motor yang parkir sempat dijatuhkan pelaku. "Awalnya, kami sempat menyerahkan uang masing masing sebesar Rp 10.000 karena mereka mengaku kekurangan duit untuk membeli minuman keras (miras) tetapi mereka tetap ngotot meminta uang lebih besar sembari mengacungkan pisau dan botol. Daripada nyawa melayang, kami pasrah saja ketika mereka merogoh isi kantong kami. Beruntung, sejumlah uang, kamera dan barang berharga yang ada di tas kami tidak diambil juga oleh pelaku pemalakan dengan kekerasan itu," terang Gusti.
Hal senada juga diungkapkan Ega Nugraha. Menurutnya, dirinya dan Gusti bukan hanya dijadikan sebagai korban pemalakan tetapi juga menjadi korban penganiayaan. "Saya di pukul sekali, kalau Gusti di pukul sebanyak dua kali karena Gusti tetap mempertahankan uang sakunya itu. Gusti dipukul dengan botol miras kosong itu di kepala sama punggungnya, kalau saya hanya di punggung saja," ujarnya.
Ega mengaku sempat mencatat salah satu nomor polisi (Nopol) sepeda motor yang digunakan oleh pelaku yakni Honda Beat warna Pink dengan nopol T-4319-KN. "Dua motor lainnya yakni Yamaha Mio warna Hitam Merah dan Yamaha Mio warna Hijau Kuning tidak menggunakan nomor yakin kalau para pelakunya adalah oknum dari salah satu geng motor, karena para pedagang disini mengenali mereka sebagai anggota geng motor yang sering nongkrong di daerah Jatirasa, Karawang." jelasnya.
Selain menimpa keduanya, kejadian serupa juga menimpa korban lainnya. Bahkan, ia bersama warga lainnya yang menjadi korban pemalakan serta pemukulan dengan botol miras kosong, sempat melaporkan kejadian tersebut ke Pos Polisi yang ada tak jauh dari lokasi kejadian. Tepatnya, di depan Bank BCA. Namun laporan yang diterima oleh salah satu anggota patroli, tak digubris dan menganjurkan langsung melaporkan kasus tersebut ke Polsek Karawang Kota. "Kami sangat menyayangkan sikap anggota polisi tersebut," ungkapnya (ops)
Ini peringatan bagi Kapolres Karawang AKBP Daddy Hartadi bahwa karawang belum aman dari genk bermotor. Jangan kan ditempat sepi bahkan dikeramaian pun para penjahat ini leluasa melakukan aksinya. Seperti itulah yang terjadi di Gor Panatayudha, akhir pekan (1/8) kemarin. Sialnya yang menjadi korban kali ini justru dua awak media cetak lokal di Karawang yang kerap menyampaikan kesuksesan polisi mengamankan Karawang dari aksi genk motor.
Kedua korban masing-masing Gusti Septa (25) Wartawan Spirit Karawang dan Ega Nurgraha (25) Wartawan Radar Karawang. Menjadi korban pemerasan genk motor saat berada di sekitar GOR Panatayudha, Sabtu (1/8). Selain merampas uang sebesar Rp 340 ribu, para pelaku juga sempat menganiaya kedua korban. Kini kasus perampasan dengan kekerasan itu sudah ditangani Polres Karawang.
Gusti dan Ega saat ditemui wartawan usai melapor ke Polres Karawang mengatakan, peristiwa pemalakan dan kekerasan tersebut terjadi ketika mereka berada di sekitar parkiran GOR Panatayuda untuk mencari makanan. Tiba-tiba, datang tiga orang pelaku yang mengendarai sepeda motor masing-masing. Tanpa basa basi, salah satu dari ketiga anggota geng motor itu langsung menodongkan senjata tajam jenis pisau dan seorang lainnya menggunakan botol. Sementara rekannya yang lain meminta uang secara paksa. "Karena situasinya sudah tidak memungkinkan lagi, kami pasrah dan menyerahklan uang yang mereka minta," kata Gusti.
Saat ketiga pelaku datang, lanjut Gusti, kondisinya sudah dalam keadaan mabuk. Sehingga, mereka sulit diajak berkomunikasi secara logika terutama agar mengurungkan niatnya untuk melakukan pemalakan. Malah, sebelum ketiga pelaku kabur dengan membawa hasil kejahatannya beberapa motor yang parkir sempat dijatuhkan pelaku. "Awalnya, kami sempat menyerahkan uang masing masing sebesar Rp 10.000 karena mereka mengaku kekurangan duit untuk membeli minuman keras (miras) tetapi mereka tetap ngotot meminta uang lebih besar sembari mengacungkan pisau dan botol. Daripada nyawa melayang, kami pasrah saja ketika mereka merogoh isi kantong kami. Beruntung, sejumlah uang, kamera dan barang berharga yang ada di tas kami tidak diambil juga oleh pelaku pemalakan dengan kekerasan itu," terang Gusti.
Hal senada juga diungkapkan Ega Nugraha. Menurutnya, dirinya dan Gusti bukan hanya dijadikan sebagai korban pemalakan tetapi juga menjadi korban penganiayaan. "Saya di pukul sekali, kalau Gusti di pukul sebanyak dua kali karena Gusti tetap mempertahankan uang sakunya itu. Gusti dipukul dengan botol miras kosong itu di kepala sama punggungnya, kalau saya hanya di punggung saja," ujarnya.
Ega mengaku sempat mencatat salah satu nomor polisi (Nopol) sepeda motor yang digunakan oleh pelaku yakni Honda Beat warna Pink dengan nopol T-4319-KN. "Dua motor lainnya yakni Yamaha Mio warna Hitam Merah dan Yamaha Mio warna Hijau Kuning tidak menggunakan nomor yakin kalau para pelakunya adalah oknum dari salah satu geng motor, karena para pedagang disini mengenali mereka sebagai anggota geng motor yang sering nongkrong di daerah Jatirasa, Karawang." jelasnya.
Selain menimpa keduanya, kejadian serupa juga menimpa korban lainnya. Bahkan, ia bersama warga lainnya yang menjadi korban pemalakan serta pemukulan dengan botol miras kosong, sempat melaporkan kejadian tersebut ke Pos Polisi yang ada tak jauh dari lokasi kejadian. Tepatnya, di depan Bank BCA. Namun laporan yang diterima oleh salah satu anggota patroli, tak digubris dan menganjurkan langsung melaporkan kasus tersebut ke Polsek Karawang Kota. "Kami sangat menyayangkan sikap anggota polisi tersebut," ungkapnya (ops)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 17:53
Jambret Beraksi Lagi di Jalan Baru Karawang
Pasca lebaran, Jalan lingkar (jalan baru) Tanjung pura - Pendeuy Karawang Timur kembali dijadikan sebagai lokasi untuk melakukan aksi kejahatan. Korbannya ini bernama Erika (17) pengendara sepeda motor asal Kampung Rawagabus, Pos Kelurahan Adiarsa Timur, Kecamatan Karawang Timur. Dia jadi korban penjambretan dua penjahat yang mengendarai motor besar saat melintas di ruas jalan tersebut, akhir pekan (1/8) kemarin.
Uang sebesar Rp 700 ribu dan ATM berhasil dibawa kabur pelaku Erika. Kepada wartawan Erika mengatakan, aksi penjambretan itu terjadi ketika dirinya melintasi ruas jalan tersebut usai kondangan dari Rengasdengklok bersama ibu dan seorang adiknya, sekitar pukul 13.45 WIB kearah Pendeuy. Namun ditengah perjalanan, tepatnya di jembatan Kepuh tiba-tiba sepeda motor yang dikendarainya di pepet oleh dua pelaku yang mengendarai sepeda motor besar yang berjalan searah. Sesaat kemudian miliknya yang dipegang oleh ibunya langsung dirampas kemudian kabur dengan kecepatan tinggi. "Kedua pelaku kabur ke arah Jalan Kodim (belakang Pemda) Karawang," kata Erika.
Dikatakannya, setelah tas berhasil dirampas kedua pelaku, dirinya masih berusaha mengejar. Namun mengingat kecepatan motor yang dikendarainya tidak sebanding dengan kendaraan pelaku, Erika kehilangan jejak. “Saya sempat ngejar mereka, tapi karena dia ngebut menggunakan motornya akhirnya tak terkejar. Tapi saya masih ingat ciri-ciri para pelakunya, yang satu badannya agak tinggi besar dan yang satu rada kecil, kayaknya pelakunya lari ke arah perkampungan,” ungkapnya.
Gagal mengejar pelaku, korban bersama ibunya akhirnya melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Karawang “ Saya sudah lapor polisi di polsek kota, sekaligus menyerahkan potongan tas untuk dijadikan barang bukti," kata Erika.
Selain Erika, di hari yang sama juga terjadi aksi serupa dan korbannya, Nurjanah warga Dusun Maja Desa Margasari Kecamatan Karawang Timur. Kali ini TKPnya di depan Charles Putsal. "Saya kehilangan tas berikut uang Rp 350 ribu Hp dan dompet serta surat penting lainnya," jelasnya usai membuat laporan di Polres Karawang, Sabtu(1/8) lalu.
Agar peristiwa serupa tidak terulang, Erika dan Nurjanah meminta aparat kepolisian terus meningkatkan patroli di ruas jalan tersebut untuk memberikan rasa aman bagi para pengendara lainnya.” Hendaknya polisi meningkatkan patroli di lokasi tersebut sekaligus menangkap para pelakunya," pintanya. (*)
Uang sebesar Rp 700 ribu dan ATM berhasil dibawa kabur pelaku Erika. Kepada wartawan Erika mengatakan, aksi penjambretan itu terjadi ketika dirinya melintasi ruas jalan tersebut usai kondangan dari Rengasdengklok bersama ibu dan seorang adiknya, sekitar pukul 13.45 WIB kearah Pendeuy. Namun ditengah perjalanan, tepatnya di jembatan Kepuh tiba-tiba sepeda motor yang dikendarainya di pepet oleh dua pelaku yang mengendarai sepeda motor besar yang berjalan searah. Sesaat kemudian miliknya yang dipegang oleh ibunya langsung dirampas kemudian kabur dengan kecepatan tinggi. "Kedua pelaku kabur ke arah Jalan Kodim (belakang Pemda) Karawang," kata Erika.
Dikatakannya, setelah tas berhasil dirampas kedua pelaku, dirinya masih berusaha mengejar. Namun mengingat kecepatan motor yang dikendarainya tidak sebanding dengan kendaraan pelaku, Erika kehilangan jejak. “Saya sempat ngejar mereka, tapi karena dia ngebut menggunakan motornya akhirnya tak terkejar. Tapi saya masih ingat ciri-ciri para pelakunya, yang satu badannya agak tinggi besar dan yang satu rada kecil, kayaknya pelakunya lari ke arah perkampungan,” ungkapnya.
Gagal mengejar pelaku, korban bersama ibunya akhirnya melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Karawang “ Saya sudah lapor polisi di polsek kota, sekaligus menyerahkan potongan tas untuk dijadikan barang bukti," kata Erika.
Selain Erika, di hari yang sama juga terjadi aksi serupa dan korbannya, Nurjanah warga Dusun Maja Desa Margasari Kecamatan Karawang Timur. Kali ini TKPnya di depan Charles Putsal. "Saya kehilangan tas berikut uang Rp 350 ribu Hp dan dompet serta surat penting lainnya," jelasnya usai membuat laporan di Polres Karawang, Sabtu(1/8) lalu.
Agar peristiwa serupa tidak terulang, Erika dan Nurjanah meminta aparat kepolisian terus meningkatkan patroli di ruas jalan tersebut untuk memberikan rasa aman bagi para pengendara lainnya.” Hendaknya polisi meningkatkan patroli di lokasi tersebut sekaligus menangkap para pelakunya," pintanya. (*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 17:52
Identitas Pembunuh Junaedi Sudah Diketahui Polisi
Identitas dari salah seorang pembunuh Junaedi bin Koay (19) sudah diketahui polisi setelah memeriksa empat orang saksi. Meski begitu, polisi belum mengetahui apa yang menjadi motif pelaku menghabisi korban.
Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Doni Satria Wicaksono, ketika dihubungi wartawan melalui telepon selulernya, kemarin, mengatakan, hasil pemeriksaan terhadap keempat saksi, diketahui salah seorang pelakunya merupakan pacar mantan pacarnya. "Untuk sementara aksi penganiayaan itu terjadi karena cemburu. Informasi yang kami dapat dari saksi sementara begitu," kata Doni.
Untuk mengungkap kasus ini, pihaknya sudah mengerahkan tim buser untuk mencari tempat persembunyian para pelaku. Beberapa lokasi yang diduga sebagai tempat pelarian para pelaku sudah didata. "Kami berharap, para pelaku sebaiknya menyerahkan diri. Sebab, cepat atau lambat mereka pasti tertangkap," pinta Doni.
Diberitakan sebelumnya, korban tewas dengan luka bacokan dan pukulan benda tumpul setelah dikeroyok sejumlah pemuda. Sempat dilarikan ke dua rumah sakit yakni RS Proklamasi dan RSUD Karawang, namun nyawa korban tak tertolong dan menghembuskan nafas terakhir Kamis (30/7) pukul 07.00 WIB. Persitiwa pengeroyokan terjadi pada Rabu (29/7) sekitar pukul 22.00 WIB, di perbatasan Desa Telukbango dan Desa Telukambulu, Kecamatan Batujaya.
Kapolsek Batujaya, AKP Sumarsono, mengaku motif pengeroyokan yang menewaskan korban dipicu masalah rebutan wanita, bernama Pina (16). Awalnya kedua kelompok pemuda dari kubu korban dan kubu pelaku terlibat perkelahian. Namun, karena kalah jumlah, korban dikeroyok hingga tewas, dan tiga orang temannya menderita luka-luka.
Kanit Reskrim Polsek Batujaya, Iptu Kurnadi, menambahkan, aksi perkelahian kedua kubu diawali dengan upaya penyerangan yang dilakukan oleh kubu korban terhadap kubu pelaku ke daerah Gong Cai, Desa Telukbango,Kecamatan Batujaya. Kemungkinan besar, kubu pelaku sudah mempersiapkan diri sehingga melakukan perlawanan yang berakibat tewasnya korban. “Korban tewas akibat luka bacok di kepala,” pungkasnya.(*)
Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Doni Satria Wicaksono, ketika dihubungi wartawan melalui telepon selulernya, kemarin, mengatakan, hasil pemeriksaan terhadap keempat saksi, diketahui salah seorang pelakunya merupakan pacar mantan pacarnya. "Untuk sementara aksi penganiayaan itu terjadi karena cemburu. Informasi yang kami dapat dari saksi sementara begitu," kata Doni.
Untuk mengungkap kasus ini, pihaknya sudah mengerahkan tim buser untuk mencari tempat persembunyian para pelaku. Beberapa lokasi yang diduga sebagai tempat pelarian para pelaku sudah didata. "Kami berharap, para pelaku sebaiknya menyerahkan diri. Sebab, cepat atau lambat mereka pasti tertangkap," pinta Doni.
Diberitakan sebelumnya, korban tewas dengan luka bacokan dan pukulan benda tumpul setelah dikeroyok sejumlah pemuda. Sempat dilarikan ke dua rumah sakit yakni RS Proklamasi dan RSUD Karawang, namun nyawa korban tak tertolong dan menghembuskan nafas terakhir Kamis (30/7) pukul 07.00 WIB. Persitiwa pengeroyokan terjadi pada Rabu (29/7) sekitar pukul 22.00 WIB, di perbatasan Desa Telukbango dan Desa Telukambulu, Kecamatan Batujaya.
Kapolsek Batujaya, AKP Sumarsono, mengaku motif pengeroyokan yang menewaskan korban dipicu masalah rebutan wanita, bernama Pina (16). Awalnya kedua kelompok pemuda dari kubu korban dan kubu pelaku terlibat perkelahian. Namun, karena kalah jumlah, korban dikeroyok hingga tewas, dan tiga orang temannya menderita luka-luka.
Kanit Reskrim Polsek Batujaya, Iptu Kurnadi, menambahkan, aksi perkelahian kedua kubu diawali dengan upaya penyerangan yang dilakukan oleh kubu korban terhadap kubu pelaku ke daerah Gong Cai, Desa Telukbango,Kecamatan Batujaya. Kemungkinan besar, kubu pelaku sudah mempersiapkan diri sehingga melakukan perlawanan yang berakibat tewasnya korban. “Korban tewas akibat luka bacok di kepala,” pungkasnya.(*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 17:52
Tahun Ini Karawang Berangkatkan 1729 Calon Haji
KARAWANG, RAKA - Tahun ini Kabupaten Karawang akan memberangkatkan 1729 calon jemaah haji. Sementara itu, antrian haji saat ini mencapai 35 ribu dan masih mengantre hingga 15 tahun.
Tahapan pemberangkatan haji tahun 2015 sudah memasukan kegiatan bimbingan manasik haji massal calon jemaah haji yang di ikuti 1729 calon haji. Nah, jumlah tersebut mengalami penurunan qouta haji. Pemerintah daerah sendiri meminta agar qouta haji ditambah. "Tahun ini Karawang alami penurunan kuota untuk akomodir semangat beribadah Haji doakan saja kami akan berupaya Pemkab serta Kemenag Karawang intansi Vertikal sinergis untuk meminta kepada Kemenag pusat untuk menaikan kembali kuotanya," ujar Plt Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.
Lebih jauh ia menuturkan, tahun ini tercatat ada 35 ribu Calon Haji yang masih rela mengantri hingga 2030. Maka dari itu, perlu adanya penambahan qouta, untuk calon haji tahun depan. Agar, calon jemaah haji tidak terlalu lama untuk antri. "Kepada yang antri hingga 2030 pun semakin mendapat kesempatan lebih cepat untuk dapat ibadah Haji, karena bila dilihat dari segi usia kepada yang sudah lanjut usia itu perlu di prioritaskan," tambah dia.
Tingginya animo masyarakat untuk berangkat ibadah haji meski harus antri hingga 15 tahun kedepan ini, juga di apresiasi oleh Cellica. "Kami juga apresiasi antusias masyarakat Karawang sangat tinggi antri hingga 15 tahun kedepan," imbuhnya.
Dalam kegiatan manasik haji tersebut, ia berharap dari kegiatan ini wawasan calon jemaah haji dapat terus bertambah. Sehingga ketika melaksanakan ibadah haji nanti, dapat berjalan sesuai harapan. Jaga Kesehatan kepada seluruh Calon Haji ini sekitar 2 bulan lagi akan melaksanakan Ibadah Haji. "Kami Pemkab Karawang senantiasa mendoakan agar bapa ibu diberikan kelancaran dalam prosesi Ibadah Haji mulai saat ini Manasik hingga pada bulan Haji nanti," beber dia.
Sementara itu Kepala Kemenag Kabupaten Karawang Eddy Yusuf menuturkan, selain persiapan fisik dan hati yang pasrah, persiapan dalam bentuk bimbingan haji telah menjadi kebutuhan yang niscaya. Bimbingan manasik haji ibarat ‘sekolah’ bagi calon jemaah haji. Karena calon jemaah haji ini akan diberikan pembekalan secara teori serta praktiknya. " Dengan mengikuti manasik, setiap calon jemaah haji akan mendapatkan pengetahuan tata cara beribadah haji yang tartil sesuai rukun Haji," tandasnya. (vid)
Tahapan pemberangkatan haji tahun 2015 sudah memasukan kegiatan bimbingan manasik haji massal calon jemaah haji yang di ikuti 1729 calon haji. Nah, jumlah tersebut mengalami penurunan qouta haji. Pemerintah daerah sendiri meminta agar qouta haji ditambah. "Tahun ini Karawang alami penurunan kuota untuk akomodir semangat beribadah Haji doakan saja kami akan berupaya Pemkab serta Kemenag Karawang intansi Vertikal sinergis untuk meminta kepada Kemenag pusat untuk menaikan kembali kuotanya," ujar Plt Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.
Lebih jauh ia menuturkan, tahun ini tercatat ada 35 ribu Calon Haji yang masih rela mengantri hingga 2030. Maka dari itu, perlu adanya penambahan qouta, untuk calon haji tahun depan. Agar, calon jemaah haji tidak terlalu lama untuk antri. "Kepada yang antri hingga 2030 pun semakin mendapat kesempatan lebih cepat untuk dapat ibadah Haji, karena bila dilihat dari segi usia kepada yang sudah lanjut usia itu perlu di prioritaskan," tambah dia.
Tingginya animo masyarakat untuk berangkat ibadah haji meski harus antri hingga 15 tahun kedepan ini, juga di apresiasi oleh Cellica. "Kami juga apresiasi antusias masyarakat Karawang sangat tinggi antri hingga 15 tahun kedepan," imbuhnya.
Dalam kegiatan manasik haji tersebut, ia berharap dari kegiatan ini wawasan calon jemaah haji dapat terus bertambah. Sehingga ketika melaksanakan ibadah haji nanti, dapat berjalan sesuai harapan. Jaga Kesehatan kepada seluruh Calon Haji ini sekitar 2 bulan lagi akan melaksanakan Ibadah Haji. "Kami Pemkab Karawang senantiasa mendoakan agar bapa ibu diberikan kelancaran dalam prosesi Ibadah Haji mulai saat ini Manasik hingga pada bulan Haji nanti," beber dia.
Sementara itu Kepala Kemenag Kabupaten Karawang Eddy Yusuf menuturkan, selain persiapan fisik dan hati yang pasrah, persiapan dalam bentuk bimbingan haji telah menjadi kebutuhan yang niscaya. Bimbingan manasik haji ibarat ‘sekolah’ bagi calon jemaah haji. Karena calon jemaah haji ini akan diberikan pembekalan secara teori serta praktiknya. " Dengan mengikuti manasik, setiap calon jemaah haji akan mendapatkan pengetahuan tata cara beribadah haji yang tartil sesuai rukun Haji," tandasnya. (vid)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 17:49
Subscribe to:
Posts (Atom)










