Friday, 18 March 2016

Asep Saepullah Pimpin Karang Taruna Telukjambe Timur

Asep Saepullah Pimpin Karang Taruna Telukjambe Timur
Masa periode ketua Karang Taruna Kecamatan Telukjambe Timur sudah berakhir pada bulan desember 2015 lalu. Sehingga pengurus Karang Taruna Telukjambe Timur kembali melakukan rapat Temu Karya sekecamatan Telukjambe Timur, di aula RM Indo Alam Sari, Kamis (17/3).

Dalam acara temu karya tersebut, hadir seluruh ketua, sekretaris, dan anggota Karang Taruna se Kecamatan Telukjambe Timur. Dimana dalam acara tersebut juga memilih calon ketua karang taruna baru yang akan menggantikan ketua sebelumnya Rudi BG yang sudah habis masa periodenya. Ketua Karang Taruna yang telah habis masa periodenya Rudi BG, membacakan laporan pertanggungjawaban saat menjadi ketua sebelumnya.

Menurut Rudi, bahwa selama ini kegiatan karang taruna yang ada di Kecamatan Telukjambe Timur berjalan dengan baik, meskipun tidak begitu besar, namun dia berharap kepada Ketua terpilih nantinya dapat lebih menghidupkan kegiatan Karang Taruna yang selama ini seperti mati suri dan tetap menjaga nama baik Karang Taruna di mana pun berada.

Selesai membacakan laporan pertanggung jawaban, peserta kemudian memilih panitia untuk melaksanakan pemilihan calon Ketua Karang Taruna Kecamatan Telukjambe Timur periode 2016-2021. Saat pendaftaran Ketua, terpilihlah tiga kandidat calon Ketua Karang Taruna untuk dipilih oleh masing-masing ketua Kelurahan Karang Taruna. Di antara para kandidat tersebut muncul tiga nama yakni Agus Rusmana, Dodi Armansyah, dan Asep Saepullah.

Saat dilakukan pemilihan untuk mendapatkan siapa pemenang yang akan menjadi Ketua Karang taruna Telukjambe Timur, ASep Saepullah terpilih menjadi ketua. Dengan terpilihnya Asep Saepullah sebagai ketua Karang Taruna Kecamatan Telukjambe Timur, seluruh pengurus dan Ketua Ranting Kelurahan berjabat tangan dan mengucapkan selamat kepada Ketua terpilih. Selanjutnya ketua terpilih diharapkan segera mengurus formasi dan menyusun program-program kerja selanjutnya.

Kepada kami, Ketua terpilih Asep Saepullah mengatakan, pada masa kepimpinannya akan menghidupkan kembali seluruh kepengurusan Karang Taruna di Kelurahan-Kelurahan. Karena menurutnya selama ini banyak anggota karang taruna yang vakum atau kurang aktif, ahkirnya antara sesama anggota Karang Taruna menjadi tidak saling mengenal satu dengan yang lain. Dia juga akan mendukung program dari Karang Taruna kabupaten serta mendukung program Pemerintah. "Saya akan memulai menghidupkan kembali kegiatan Karang Taruna yang selama ini vakum. Motto saya adalah bekerjasama dalam memajukan para pemuda karang Taruna dan selalu bekerja berbuat yang terbaik dan berguna bagi lingkungan dan masyarakat," ungkapnya.(*)



Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 19:36

Wajah Kumuh Karawang Mau Dibersihkan

Wajah Kumuh Karawang Mau Dibersihkan
*Cellica - Jimmy Janji Tertibkan PKL dan Parkir Liar

Lari Cellica, lebih cepat lagi Jimmy. Ini bukan jargon apalagi tagline. Melainkan gambaran tantangan yang harus disingkirkan pasangan pemenang Pilkada ini untuk mengejar ketertinggalan Karawang. Betapa tidak, kalau hanya dalam waktu 100 hari kerja mereka harus mampu mengubah wajah Karawang, pekerjaan yang belum seorang bupati Karawang pun mampu melakukannya. 

Tetapi optimis itulah yang diperlihatkan, Kamis (17/3). Bupati Cellica Nurrachadiana dan Wabup Ahmad Zamakhsari akan menyulap perwajahan perkotaan Karawang dalam waktu 100 hari kerja. Agaknya, untuk itupun bakal melibatkan Satpol PP sebagai penegak perda. Keberadaan polisi pemda ini sebagai ujung tombak optimisme Cellica - Jimmy ini sudah bisa ditebak. Terlebih satuan inipun mulai akrab dengan embel-embel polisi PKL dan parkir liar, dua pekerjaan yang erat kaitannya dengan kemacetan.

Sinyal inilah yang diperlihatkan pemerintahan Karawang saat untuk membersihkan Karawang dari parkir liar dan pedagang kaki lima dari pinggir-pinggir jalan protokol yang selama ini disergap kemacetan. Pasangan bupati dan wakil bupati ini bakal membabat PKL dan parkir liar disepanjang jalur perkotaan dari Karawang Barat hingga Karawang Timur. "Jadi kita akan melakukan penataan kota, sesuai dengan arahan bupati. Karena masuk program 100 hari kerja jadi ibu menginginkan di 100 hari kerja harus rapi total," ujar Wabup Karawang Ahmad Zamaksyari.

Ia menyebutkan, disepanjang jalur exit tol Karawang Barat, jalur exit tol Karawang Timur, jalur lingkar Tanjungpura hingga jalur perkotaan Karawang akan ditertibkan dari parkir liar dan PKL. "Parkir ditata tidak boleh sembarang, nanti kita ingin ada tempat duduk di taman, jadi muka Karawang itu rapi," seru dia tanpa menyinggung-nyinggung parkir pinggir jalan disepanjang Tuparev juga penyebab paling potensial kemacetan di jalur itu.

Pria yang akrab disapa Jimmy ini juga sempat menyindir ruas jalan di exit tol Karawang Timur yang kondisinya sangat rusak. Sehingga membuat pengendara tidak nyaman. "Jalan karawang timur itu jelek banget, jelek banget," imbuhnya.

Oleh karena itu, Jimmy meminta kepada pihak pengelola tol Karawang Timur yaitu PT. Jasa Marga untuk segera memperbaiki ruas jalan tol yang rusak parah tersebut. Bahkan, jika tidak segera diperbaiki, Jimmy mengancam akan berbuat keras, dan tegas seperti Gubernur DKI Jakarta Ahok. "Bapak tahu Ahok, kan? Jangan sampai saya seperti ahok. Kita minta segara diperbaiki itukan kewenangan Jasa Marga," tegas Jimmy berbicara didalam rapat yang dihadiri perwakilan dari PT. Jasa Marga.

Tak hanya itu, Jimmy juga meminta kepada pihak Kepolisian untuk membantu penertiban bongkar muat pasir yang berada di exit tol Karawang Barat dan tol Karawang Timur. Kebeadaan lansir-lansir pasir itu sangat menganggu kenyaman, ketertiban dan menganggu pengguna jalan karena mempersempit ruas jalan. "Pak polisi tolong bantu, yang pasir - pasir itu diberikan surat pemberitahuan untuk ditertibkan," tandasnya. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 19:34

Karawang Butuh Panti Rehabilitasi

Endang Sodikin
HINGGA kini Karawang belum memiliki panti multifungsi. Padahal saat ini kabupaten ini sudah dibanjiri penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Karena tahun ini, DPRD Karawang menargetkan pada 2017 mendatang bisa membeli lahan untuk kebutuhan tersebut.

Dikatakan Ketua Komisi D DPRD Karawang Endang Sodikin, terkait kebutuhan panti multifungsi untuk wadah bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Karawang sendiri ada sekitar 26 PMKS. Namun sayang keberadaannya belum sepenuhnya teranggarkan dan ditampung kebutuhannya oleh pemerintah Kabupaten Karawang. "Ini program serius yang memang selalu kita ajukan disetiap rapat badan anggaran," ujarnya, Kamis (17/3).

Namun, menurut Endang perlu disadari bahwa karena awal setiap rapat banggar desainnya selalu defisit diawal, namun komisi D yang masuk ke dalam banggar, kerap menyuarakan agar pemerintah daerah fokus untuk pembelian lahan sekitar tujuh hektare untuk Panti Multifungsi tersebut. "Kita sudah sering suarakan, namun selalu kandas," imbuh dia.

Meski kata Endang, pemerintah daerah tidak langsung membeli luas lahan seluas 7 hektare, namun bisa dicicil, sehingga nantinya terlihat progresnya tiap tahunnya.

Karena kata dia, PMKS yang memang masih menyisakan persoalan yang paling krusial adalah masalah perlindungan anak. Menurutnya, harus disegerakan pembangunannya agar anak - anak yang terkena dampak permasalahan keluarga KDRT atau karena dampak pergaulan yang yang memang perlu di isolasi.

Apalagi kata dia, Karawang sudah masuk kategori kabupaten darurat narkoba yang merupakan salah satu impact dari peralihan agraris menuju industrialisasi. Sehingga menimbulkan gejala sosial psikiatrik baru. Maka perlu ada panti rehabilitasi pemakai  narkoba. "Itu baru persoalan remaja belum lagi masalah PMKS lainnya anak terlantar dan fakir miskin yang memang menjadi tanggung jawab negara," papar dia.

Karenanya, komisi D berharap pada 2017 mendatang pengadaan lahan untuk panti multifungsi tersebut dapat segera direalisasikan. Meski luas lahan bisa dicicil terlebih dahulu. "Komisi D berharap temen-teman badan anggaran juga lebih fokus di anggaran 2017 ke depan agar dapat mengalokasikan anggaran PMF minimal 1 hingga 2 hektare," tandasnya. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 19:33

Tuesday, 15 March 2016

Sekda Endus Reklame Bodong Bertaburan

Teddy Rusfendi Sutisna
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Teddy Rusfendi Sutisna, mulai mengendus reklame-reklame bodong alias tanpa izin yang terpasang di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Karawang. Karenanya, dia meminta kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mendata reklame tersebut selain meminta Satpol PP melakukan penertiban.

"Pokoknya jika ada reklame bodong harus ditertibkan, artinya supremasi hukum harus ditegakkan dan yang tidak tertib mesti ditertibkan termasuk reklame," ujarnya, Senin (14/3).

Keberadaan reklame-reklame itu secara estesis amat mengganggu keindahan kota karena tampak kumuh. Padahal reklame-reklame itu justru berada dititik-titik strategis yang mestinya menyajikan keindahan kota.
Terlebih lagi, tambah Sekda, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana memiliki program Karawang indah dan bersih. Maka dari itu reklame bodong tanpa ijin harus diberantas. "Harus ditertibkan karena keberadaan reklame-reklame itu tidak sesuai program bupati Karawang yang ingin menciptakan Karawang yang indah bersih dan enak dipandang," beber dia.

Tidak hanya itu, akibat reklame bodong ini juga membuat daerah mengalami kerugian karena pajak reklame bodong tersebut tidak dipungut oleh pemerintah daerah. Makanya dampaknya sendiri ke pendapatan asli daerah (PAD), akan berkurang yang jelas itu sangat merugikan pemerintah daerah. "Ke depan Sat Pol PP agar melakukan pengawasan ketat terhadap reklme bodong," tandas Teddy.

Apalagi, lanjut Teddy, kedepan, pemerintah daerah berencana untuk memasang barcode ditiap reklame yang berijin disertai dengan masa berlakunya. Sehingga memudahkan sat Pol PP dalam proses pengawasan. "Kita berencana bikin barcode, jadi nanti Pol PP mengeceknya melalui barcode kalau tidak ada ijin  ditegor," tegasnya.

Namun sayang Kepala BPMPT Kabupaten Karawang Asikin enggan untuk berkomentar terkait dengan reklame bodong. "Saya no komen soal itu mah," tandasnya.

Sementara itu pihak DPPKAD Kabupaten Karawang masih belum bisa dikonfirmasi. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 00:01

Harga Beras Turun

Ilustrasi Harga Beras Turun
Pedagang pasar beras Johar Karawang, mengaku harga beras mengalami penurunan dibeberapa kategori jenis beras semenjak terjadinya banjir yang merendam sejumlah lahan pertanian di Indonesia. Penurunan harga mencapai 20 persen tersebut dirasakan sejumlah pedagang sejak dua minggu lalu.

Seperti dikatakan Sadeli (49), pemilik toko beras Pasar Johar mengaku penyebab penurunan akibat kualitas gabah disejumlah kabupaten penghasil padi mengalami penurunan karena gabah yang dihasilkan basah. "Memang kualitas gabah lagi jelek sehingga harga mengalami penurunan," ucapnya, Senin (14/3).
Dirinya menyebutkan, beberapa beras yang dibelinya berasal dari sejumlah daerah diantaranya Kabupaten Subang, Indramayu , Demak dan juga berasal dari Karawang sendiri. "Hampir semua daerah, tetapi Karawang belum banyak yang panen," katanya.

Dirinya mengaku dimusim penghujan saat ini kualitas beras pun cepat berubah, dengan menandakan perubahan pada warna beras menjadi hitam. "Kusam bahkan hitam itu sangat pengaruh pada musim hujan, apalagi kondisi pasar Johar yang juga terkadang banjir. Sehingga kita tidak mengeluarkan beras hanya menyimpannya dalam gudang di toko," ungkapnya. Penurunan omzet pun dirasakan Sadeli serta teman-temannya mencapai 50 persen. "Biasanya kita menjual seharinya mencapai 20 ton beras, tetapi kondisi saat ini kita hanya mampu menjual 10 ton setiap harinya," imbuhnya.

Dirinya biasa menjual beras kepada para pedagang di Banten, Merak, Bogor dan Cianjur. Dia menilai, pelanggan khawatir beras yang dikirim akan kebasahan karena hujan, sehingga transfortasi menjadi perhitungan kualitas beras.  "Dalam perjalanan, bisa saja beras kebasahan," bebernya.

Sadeli menyebutkan harga beras kualitas dibawah standar Rp 7.100 perkilogram, beras standar Rp 8.500 perkilogram dan harga beras super mencapai Rp 10.300 perkilogram. "Kalau kita berharap pemerintah dapat membantu perbaikan kualitas padi di para petani saat musim hujan, selai itu untuk pemerintah Karawang segera melakukan perbaikan pengelolaan di Pasar Johar Karawang," ucapnya.(*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 00:01

Monday, 14 March 2016

25 Ribu Pelanggan PDAM Disuguhi Air Keruh

Sejak sepekan terakhir pelanggan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tarum Karawang mengeluhkan buruknya kualitas air yang dipasok perusahaan plat merah tersebut. Itu belum termasuk kecilnya kucuran air yang sampai ke bak mandi pelanggan, bahkan ada yang sampai tidak teraliri. Sementara PDAM berkilah itu akibat terganggunya bahan baku air lantaran curah hujan yang jatuh di hulu di daerah Bandung.

Kabag Hubungan Langganan PDAM Tirta Tarum Karawang, Kiki Kurniawan, dihubungi terkait itu, Senin (14/3), hanya menjanjikan secepatnya kualitas pasokan air PDAM ke pelanggan akan kembali normal. "Karena bahan baku air buruk, PDAM kesulitan dalam memproduksi air bagi pelanggan. Akhirnya, kebutuhan air bagi 25 ribu pelanggan di Karawang Kota menjadi terganggu," tandasnya.

Kiki menandaskan selama ini kualitas air PDAM Karawang masih terpengaruh kondisi cuaca di Bandung. Curah hujan di daerah yang disebut hulu itu bisa menentukan baik atau buruknya kualitas air. Termasuk juga besar dan kecilnya kucuran air yang sampai di rumah warga, terutama bagi pelanggan yang berada di arah wilayah kerja Karawang Kota. "Jadi akibat di hulu Bandung hujan terus mengganggu produksi air kita," ujar Kiki lagi.

Kiki menjelaskan secara teknis bagaimana ganggung itu bisa terjadi. Termasuk kecilnya air yang sampai ke bak-bak mandi di rumah pelanggan. Itu terjadi lantaran tingkat kekeruhan yang tinggi mencapai diatas 4 ribu NTU (Nephelometric Turbidity Unit) atau air bakunya. Sehingga mengakibatkan aliran tidak normal. "Pasokan air untuk cabang Karawang Kota beberapa hari ini menjadi terganggu karena kekeruhan bahan baku mencapai 5 ribu NTU membuat produksi air keluar kecil. Ini membuat kekeruhannya diatas ambang batas, sehingga distribusi kita kecil," imbuh dia.

Akibatnya, terang Kiki, ada sekitar 25 ribu pelanggan PDAM di Karawang Kota pasokannya terganggu. Apalagi, saat ini ada hanya satu pompa yang beroperasi, sehingga membuat produksi tidak optimal. "Ini pengaruhi curah hujan. Kalau tingkat kekeruhannya tinggi di hulu maka itu akan mempengaruhi bahan baku kita," tukasnya.

Meski begitu, diakui Kiki saat ini kondisi air sudah mulai membaik. Sehingga kekeruhan air yang menjadi bahan baku ini sudah dibawah ambang batas. Ia berjanji kedepan pasokan aliran air bagi 25 ribu pelanggan ini sudah kembali normal. "Kemaren ada yang tidak teraliri tetapi sekarang sudah normal kembali," tandasnya. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 22:42

Sunday, 13 March 2016

Kisruh, Warga Rebutan Tanah Perhutani

Ilustrasi Kisruh, Warga Rebutan Tanah Perhutani
Lahan Perhutani yang kabarnya akan dijadikan jalur kereta api cepat Jakarta – Bandung di hutan Kuta Tandingan, Dusun Kiara Hayam, Desa Marga Kaya Kecamatan Teluk Jambe Barat diperebutkan oleh warga. Akibatnya  gesekan antar warga semakin keras sehingga suasana desa semakin tidak kondusif dan rawan konflik. Mengantisipasi hal tersebut, Perum Perhutani menggelar operasi untuk mengamankan aset perhutani, Sabtu (12/3).

“Operasi ini sebenarnya operasi rutin saja, namun karena ada masalah dengan warga disekitar petak 55, atau sekitar 6 hektar, makanya kita menggelar operasi  gabungan dari unsur Perhutani, Polri, TNI dan masyarakat. Soal kabar lahan ini akan dijadikan jalur kereta cepat kami belum tahu karena ini urusan pimpinan,” kata Asisten Perhutani (Asper) Telukjambe Sub KPH Purwakarta – Karawang,  Arif Widodo kepada sejumlah wartawan.

Menurut Arif operasi kali ini mengerahkan sebanyak 200 personel  gabungan yang menyisir seluruh hutan yang menjadi obyek sengketa. Operasi ini nyaris bentrok ketika ratusan warga melakukan penghadangan ketika tim  Perhutani akan pulang. Namun setelah terjadi perundingan antara warga dengan pihak Perhutani akhirnya rombongan bisa meninggalkan lokasi dengan aman. “Kita sudah memberikan pemahaman kepada warga terkai soal isu yang selama ini berkembang. Pada prinsipnya lahan Perhutani adalah milik negara yang tidak bisa dimiliki siapapun,” kata Arif.

Arif mengungkapkan, selain soal lahan permasalahan yang saat ini terjadi adalah perusakan hutan. Pihaknya sudah melaporkan kasus pencurian pohon yang dilakukan oknum warga ke Polres Karawang. Sebelumnya pihak perhutani melaporkan kasus pencurian kayu ini karena ada masyarakat dari LMDH (lembaga masyarakat desa dan hutan)  yang melaporkan pencurian kayu ini mendapat intimidasi dari warga lain. ”Rumahnya didatangi massa yang berjumlah sekitar 150 orang. Akhirnya warga tersebut melaporkan ke pihak kepolisian karena dirinya merasa terancam,” katanya.

Permasalahan sengketa lahan di hutan Kuta Tandingan semakin rumit menyusul  isu kawasan tersebut akan dijadikan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung. Ditambah lagi di kawasan tersebut juga akan dijadikan bandara oleh pemerintah pusat. Sebagian dari lahan Perhutani sudah mulai diperjual belikan kepada investor. Bahan warga yang selama ini menempati lahan Perhutani menuntut diberikan sertifikat atas lahan yang ditempatinya. Sempat terjadi aksi demo warga di kantor BPN Karawang, namun pihak BPN menolak memnerbitkan sertifikat.

Konflik lahan mulai terjadi sejak tahun 2009 ketika industrialisasi di Karawang terjadi booming. Kawasan hutan Kuta Tandingan banyak di lirik investor untuk dijadikan kawasan industry dan pusat bisnis. Namun kebanyakan lahan tersebut dimiliki oleh Perhutani dan sebagian lagi dimliki oleh warga sekitar. Ada juga warga yang menempati lahan Perhutani dan menjadi anggota LMDH binaan Perhutani. Hanya saja kasus penguasaan lahan semakin luas hingga menenmbus hutan lebih jauh lagi. Akibatnya pihak Perhutani kesulitan melakukan pengawasan.

Menurut Kepala Desa Marga Kaya, Muhamad Suketi, mengatakan sengketa lahan ini bukan hanya oleh warga asli. Banyak juga warga pendatang  yang ikut terlibat dalam sengketa lahan dengan Perhutani. "Iya betul  bukan warga asli saja, tapi banyak juga pendatang. Tapi  saya berharap urusan ini bisa cepat selesai karena sudah sejak 2009 hingga sekarang  belum selesai,” katanya.(*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 23:20

Kepergok Curi Uang Maling Babak Belur

Kepergok mencuri uang di salah satu warung kelontong di Kampung Karanganyar, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, MJ (17) babak belur dihajar massa. Aksi main hakim sendiri itu hanya berlangsung beberapa menit saja. Sebab, sesaat kemudian sejumlah anggota Sispamdu Zhadoel dan petugas Patroli Polsek Karawang kota datang dan langsung mengamankan MJ ke Polsek Karawang Kota. Meski begitu  pemilik toko enggan melaporkan peristiwa tersebut ke kanator polisi.

Sutaji warga sekitar mengatakan, aksi pencurian tersebut terjadi ketika pelaku yang berpura-pura menjadi pembeli kemudian mengambil uang dari dalam laci saat pemilik toko tengah lengah. "Modusnya jadi pembeli, tapi saat pemiliknya lengah pemuda ini malah mengambil uang dan tak lama pemiliknya mengetahui dan langsung diteriaki maling," kata Sutaji, Sabtu (12/3) lalu.

Setelah kepergok, lanjut Sutaji, pemilik toko langsung meneriaki MJ dengan teriakan maling dan spontan MJ langsung kabur. Teriakan pemilik toko mengundang reaksi masyarakat dan spontan mengejar MJ hingga akhirnya tertangkap massa. "Pelaku sempat kabur tapi keburu terkejar oleh warga yang lain dan tertangkap, untungnya saat kejadian melintas anggota Sispamdu Zhaduel dan tak lama polisi yang patroli dan pelaku langsung dibawa oleh mobil Patroli dari Polsek Kota," ungkapnya.

Sementara saat dihubungi via SMS Kapolsek Karawang Kota, Kompol Andryan Nugraha membenarkan peristiwa tersebut. Namun pihaknya belum bisa menindaklanjuti kasus tersebut karena pemilik toko belum bersedia membuat laporan atas pencurian tersebut. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 23:19

Kubu PDIP Retak, Buntut Kegagalan Memenangkan Pilkada

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendadak membuat kebijakan dengan merotasi sejumlah kadernya yang menduduki jabatan strategis di DPRD Karawang. Kader yang merasa disingkirkan akibat kebijakan tersebut langsung mengeluarkan reaksi keras. Sementara rumor yang beredar, rotasi itu sebagai buntut kegagalan kader partai berlambang banteng gemuk itu memenangkan pilkada.

Realitas dilapangan terhadap rotasi tersebut seperti menimpa Ketua Fraksi PDIP, Endang Habib, dia dicopot digantikan Sri Sekar Arum. Ketua Komisi C Natala Sumedha digantikan Ellievia. Para Pengganti ini dikenal sebagai orang dekat Ketua DPC PDIP, Karda Wiranata. Rotasi  Endang Habib dan Natala dari alat kelengkapan dewan ini dikabarkan  menjadi puncak dari konflik yang terjadi usai pelaksanaan Pilkada. Kedua tokoh PDIP ini dinilai gagal menjalankan tugas partai dan kurang harmonis berhubungan dengan ketua partai. “Tidak ada konflik apa-apa kok ini hanya penyegaran saja. Keputusan untuk rotasi merupakan kebijakan partai yang harus dipatuhi oleh seluruh kader,” kata Sekretaris DPC PDIP, Ace Sudiar, kepada wartawan, Minggu (13/3) kemarin.

Menurut Ace, keputusan partai untuk melakukan  perombakan bukan karena ada konflik internal, tetapi keputusan tersebut bertujuan  untuk penyegaran dalam pelaksanaan kerja partai di DPRD Karawang. "Semua (kena rotasi, Red), jadi bentuknya penyegaran. Suka tidak suka, mau tidak mau, ya sebagai petugas partai harus melaksanakan hal itu.  Untuk penempatan kan itu hak partai, hanya memang mekanismenya melalui penetapan pimpinan dewan. Suratnya sudah masuk ke DPRD, tapi legalnya nanti di paripurna," ungkap Ace.

Selain  PDI Perjuangan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Karawang juga dikabarkan tengah "memanas". Bahkan, partai besutan Prabowo Subianto itu juga akan melakukan "geser-menggeser" kadernya di dewan. Ajang Sopandi dan Endang Sodikin disebut-sebut sebagai dua kader Partai Gerindra yang tengah bersaing. Ajang sendiri saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Karawang terancam digantikan oleh Endang Sodikin.  Endang Sodikin yang  saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPC Partai Gerindra merasa pantas menduduki wakil ketua DPRD.

Pertarungan menduduki jabatan wakil ketua DPRD dimulai ketika pencalonan bupati dan wakil bupati dimana Gerindra akhirnya mengusung Saan Mustopa. Saat itu partai Gerindra sempat akan mencalonkan ketua partai, Royke Benta Sahetapi untuk mendampingi Cellica. Sudah sempat ada kesepakatan dengan  Royke bakal jadi calon wakil bupainya. Namun rencana itu buyar ketika Ajang Sopandi secara diam-diam maju untuk mendampingi Cellica. Manuver Ajang ini didukung oleh Endang Sodikin. Sampai saat ini,  belum diketahui secara pasti alasan partai berlambang burung garuda itu melakukan geser-menggeser kader. Sebab, ketika hendak dikonfirmasi, Ketua DPC Partai Gerindra Karawang, Royke Benta Sahetapy tengah berada di luar negeri.

Sementara itu, Partai Golongan Karya (Golkar) Karawang juga sempat dikabarkan mengalami perpecahan. Bahkan konflik tersebut saat ini sudah sampai di pengadilan ketika Bendahara Golkar Enan Supriatna menggugat Ketua partai Golkar, Dadang S Muchtar dan Sekretarisnya, Timi Nirjaman atas kasus pemecatan sebagai bendahara. Konflik ini bermula ketika  kader partai yang membelot mendukung calon lain selain yang diusung partai berlambang pohon beringin itu.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Karawang, Dadang S. Muchtar membantah ada perpecahan di tubuh partai yang dipimpinnya. Dadang enggan berkomentar banyak mengenai Enan dan pemecatannya. Menurutnya, menanggapi persoalan itu hanya akan membuat Enan besar kepala. "Saya tidak mau berkomentar soal itu buang-buang energi saja," katanya. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 23:17

Miliaran Rupiah untuk Anak Yatim

Ilustrasi Miliaran Rupiah untuk Anak Yatim
*Tinggal Menunggu Peraturan Bupati

Angin segar agaknya akan berhembus dari lingkungan kantor bupati. Rencananya, untuk memuluskan terkucurnya bantuan senilai Rp 8,64 miliar yang diperuntukan bagi anak yatim ini, peraturan bupati (perbup) yang mengaturnya segera digodog. Selama ini bantuan itu mandeg lantaran belum terbitnya perbup mengenai itu.    

"Sampai saat ini tim verifikasi belum bisa berjalan, karena belum ada Perbubnya. Hingga saat ini Perbubnya belum ada kabar," ujar Kabid Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Karawang, Minggu (13/3).

Nantinya, lanjut Danilaga, yayasan anak yatim yang ada di Karawang mengusulkan ke tim verifikasi. Tim verifikasilah yang menentukan layak atau tidaknya mereka menerima bantuan. Terutama legalitas dari yayasan tersebut. "Mereka mengusulkan nanti kita verifikasi melalui tim verifikasi," tegas dia.

Tahun ini kata Danilaga, jumlah yayasan anak yatim bertambah dari 49 yayasan di tahun sebelumnya, sekarang tercatat ada sekitar 52 yayasan anak yatim akan siap untuk mengusulkan bantuan sosial ini. "Tahun ini lebih banyak, antara 50 sampai 52 yayasan," serunya.

Dari banyaknya yayasan anak yatim tersebut pihaknya menargetkan akan memberikan bantuan kepada 3000 anak yatim dari total anggaran Rp 8,64 miliar. Nantinya tiap anak akan diberikan jatah Rp 200 ribu per bulan. Dengan komposisi 70 persen untuk kebutuhan anak, 20 persen untuk operasional lembaga, dan 10 persen untuk operasional permasalahan orang tua/keluarga. "Prediksi kita sekitar tiga ribuan anak yatim. Kita harap Perbub segera selesai, agar bantuan ini bisa terealisasi," tegasnya.

Seperti yang diketahui, tahun ini pemerintah daerah menggelontorkan anggaran bantuan sosial untuk anak yatim sebesar Rp 8,64 Miliar. Bantuan tersebut diminta untuk disalurkan secara selektif, agar tepat sasaran. "Bantuan sosial untuk anak yatim tahun ini Rp 8,64 miliar," ujar Kabid Anggaran DPPKAD Kabupaten Karawang Bambang.

Bantuan sosial ini akan disalurkan melalui Dinas Sosial. Nantinya Dinas Sosial akan menyalurkan melalui lembaga anak yatim. Karena jika melalui perorangan itu tidak akan bisa terakomodir oleh pemerintah daerah. Dan juga, jika anak yatim bukan dari lembaga itu masih memiliki wali. "Anak yatim penerima bantuan ini, itu ada  di lembaga jadi via lembaga. Bukan person jadi ank yatim di lembaga yang terlantar, tidak ada wali," ulas dia.

Selain itu, Bambang meminta kepada Dinas Sosial untuk betul - betul ketat dalam melakukan verifikasi bantuan anak yatim ini. Sehingga dapat tepat sasaran, dan bermanfaat bagi penerima. "Harus tepat sasaran apalagi untuk anak yatim, jangan main - main," seru Bambang.

Selain itu, agar bantuan ini tiap tahun nya membawa dampak positif, ia berharap anak yatim ini dapat bersekolah. Sehingga, dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas meski tidak memiliki korang tua. "Bagusnya stimulan ini juga bisa digunakan untuk sekolah. Kita ingin nanti juga ada evaluasi," tandasnya. (*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 23:17

Sunday, 6 March 2016

Sistem Online SPT Tahunan Disosialisasikan

SPT TAHUNAN: Bupati Karawang bersama wakil Bupati menandatangani
dukungan pelaksanaan SPT Tahunan 2015 langsung ke kantor pajak.
Penandantangan dilakukan di Lapangan Karangpawitan.
Bupati dan Wakil Bupati Karawang berpartisipasi membubuhkan tanda tangan dukungan pelaksanaan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan  Tahunan PPh di kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Karawang Utara. Kegiatan tersebut bagian dari sosialisasi SPT Tahunan PPh tahun pajak 2015 secara online e-Filing di Lapangan Karangpawitan, akhir pekan (4/3) lalu.

Kepala Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan KPP Pratama Karawang Utara, Wahyu, menyampaikan, e-Filing memudahkan wajib pajak menyampaikan SPT Tahunannya. E-Filing ini dapat dengan mudah diakses melalui situs Direktorat Jenderal Pajak (DJP), yang beralamatkan di www.pajak.go.id. "E-Filling ini dibuat oleh DJP untuk memberikan kemudahan bagi Wajib Pajak (WP) dalam pembuatan dan penyerahan laporan SPT kepada DJP secara lebih mudah, lebih cepat, dan lebih murah," jelas dia.

Dengan e-Filing, tidak perlu lagi menunggu antrian panjang di lokasi dropbox maupun KPP. Hal ini merupakan terobosan baru pelaporan SPT yang digulirkan DJP untuk membuat wajib pajak semakin mudah dan nyaman dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Dalam kesempatan ini KPP Pratama Karawang Utara memberikan brosur terkait tata cara pengisian dan pelaporan SPT tahunan melalui media e-Filing.

Wahyu, menyampaikan pentingnya tertib pajak untuk kesejahteraan bersama. Sebagai konstribusi wajib kepada negara dan digunakan untuk keperluan negara bagi kemakmuran rakyat, strategi penerimaan pajak yang optimal akan berpengaruh kepada kesejahteraan rakyat. Dia menegaskan, ekstensifikasi dan intensifikasi penerimaan perpajakan dengan tetap akan menjaga iklim, investasi dunia usaha, stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

Tidak hanya itu, dukungan insentif fisikal yang diarahkan tidak lain untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah ekonomi nasional. “Bangsa kita belum berdaulat secara ekonomi. Bangsa kita memang sudah merdeka, namun secara ekonomi, kita harus mampu untuk membiayai kehidupan kita untuk bisa merdeka secara ekonomi, untuk membangun ekonomi negri salah satunya dengan kepatuhan dalam membayar pajak baik pajak perorangan maupun badan,” tuturnya.(*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 22:06

STMIK Rosma Gelar Seminar

STMIK Rosma Gelar Seminar
SEKOLAH Tinggi Manajemen Informatika dan Komputerisasi (STMIK) Rosma Karawang, menggelar Seminar yang bertemakan Through Your Future With IT. Kegiatan tersebut diselenggarakan di gedung Grand Taruma yang dihadiri berbagai kampus yang ada di Karawang. Diharapkan dalam output kegiatan seminar ini bisa menjadikan wawasan para mahasiswa yang berada di jurusan IT.

"Dasar awalnya kegiatan seminar ini hasil dari ide kawan-kawan kelas saya. Walau tidak ada dari kami yang paham organisasi tapi kegiatan ini bisa juga tergelar. Dan ini mendapat persetujuan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), pihak kampus dan juga dari Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika, sudah memberikan persetujuan dalam penyelenggaraan kegiatan seminar yang diperuntukan untuk seluruh Kampus yang berada di wilayah Kabupaten Karawang ini," kata ketua penyelenggara kegiatan Egi Fauzi Ridwansyah, akhir pekan kemarin.

Selain itu, dia menuturkan, dalam Kegiatan seminar Umum pun dihadiri dengan jumlah peserta kurang lebih 116 orang dari berbagai kampus. Seperti Unsika, Telkom TDC, UBP, dan kampus BSI. "Kegiatan seminar Umum  yang kami gelar cukup memuaskan. Hal ini karena dengan mampu menghadirkan berbagai perguruan tinggi dan Universitas yang berada di kabupaten Karawang," terangnya.

Tidak Hanya itu, Egi menambahkan, Dalam Kegiatan seminar ini nantinya mahasiswa akan terbekali dengan pengetahuan yang bertambah. Hal tersebut dikarenakan saat ini tidak semua mahasiswa yang benar-benar memahami secara khaffah tentang jurusan yang kini digeluti, sehingga dipandang perlu kegiatan ini pun dilakukan. "Kegiatan seminar ini diharapkan bisa terus dilakukan oleh adik-adik kelas dibawah kami di semester enam. sehingga kegiatan semacam ini bisa berjalan secara kontinyu nantinya. Dan untuk kedepannya pun sudah dipastikan akan terus dilakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan keilmuan yang kami geluti nantinya di masa PMB nantinya," ujarnya. (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 22:06

Bentrok Dua Ormas Rebutan Lahan

Dua kelompok berbeda di Karawang yakni ormas BPPKB Banten dan LSM GMBI, Sabtu (5/3) terlibat bentrok sekitar pukul 18.00 wib. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material berupa satu unit mobil milik ormas BPPKB Banten yang dirusak.

Belum ada konfirmasi dari para pihak terkait mengenai bentrokan tersebut. Tapi keterangan polisi menyebutkan bentrokan itu dipicu oleh rebutan pengamanan lahan pengurugan lahan di salah satu proyek perumahan, yang berada di sekitar jalan baru. Kecamatan Karawang Timur. Bentrokan yang melibatkan ratusan anggota kelompoknya masing-masing itu tak merembet menjadi bentrokan masiv karena puluhan polisi bersenjata dari Polres Karawang langsung menerjunkan sejumlah anggotanya untuk meredakan itu.  Satu orang yang dianggap provokator dalam bentrokan tersebut diamankan.

Kapolsek Karawang kota Kompol Andryan Nugraha mengatakan, pihaknya baru mengetahui adanya bentrokan yang terjadi di wilayah hukumnya tersebut.  "Kami baru tahu adanya keributan antar ormas dari masyarakat, dan kami langsung mendatangi ke lokasi bersama anggota polres karawang dan langsung kami bubarkan," katanya.

Dikatakan Andryan, bentrokan yang melibatkan dua kelompok ormas tersebut berawal adanya penyerangan dari salah satu ormas, di lokasi proyek pengarugan tanah untuk dibangun perumahan, yang diketahui telah dijaga oleh ormas lainnya, Sehingga terjadilah bentrokan yang mengakibatkan satu unit minibus milik salah satu ormas rusak.

"Informasi yang kami kumpulkan bentrok ini diakibatkan rebutan penjagaan proyek pengarugan tanah untuk dijadikan perumahan, tapi kami juga masih menyelidikinya apakah karena itu atau ada hal yang lain, dan kasus ini sudah ditangani oleh Satreskrim Polres Karawang," ungkapnya.

Sementara itu ketika dikonfirmasi Kasatreskrim Polres Karawang AKP Doni Satria Wicaksono membenarkan, saat ini kasus bentrokan yang terjadi di sekitar Desa Margasari, Kecamatan Karawang Timur tepatnya di Jalan Baru, masih dalam penanganan anggotanya. Sedangkan satu unit mobil yang dalam kondisi rusak serta puluhan senjata tajam dan satu orang anggota ormas yang diduga pemilik senjata tajam sudah diamankan. "Kasusnya sudah kami tangani, sedangkan satu orang yang kami amankan saat bentrok terjadi masih kami lakukan pemeriksaan, kami juga masih menyelidiki apa permasalahan yang sebenarnya hingga mengakibatkan kedua kelompok ormas ini terlibat bentrok," ujar Doni, saat dihubungi via telpon, Minggu (6/3). (*)


Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 22:05