Pengawasan terhadap penempatan tenaga kerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Karawang lemah. Selain keterbatasan jumlah personel pengawas yang dimiliki, jika dibanding dengan keseluruhan perusahaan sebanyak 1602 perusahaan, maka 8 orang tenaga pengawas tidak akan mampu melakukan tugasnya.
Kepala Bidang Penta Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang, Teo Suryana, menyatakan itu, Kamis (10/12), ketika berbicara dalam acara pembinaan dan pengendalian Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta (LPTKS), Kamis (10/12) di rumah makan Saung Kuring. Dia menyikapi minimnya tanaga pengawas yang ada di dinasnya.
Karena itu dia mengakui pihaknya tidak bisa melakukan pengawasan secara maksimal terhadap penempatan tenaga kerja jika tetap masih mengandalkan jumlah personel seperti itu. “Kita kesulitan untuk melakukan pengawasan terhadap perusahaan yang menampung tenaga kerja. Itu lantara jumlah pengawas yang kita miliki saat ini hanya sebanyak 8 orang. Sementara jumlahlah perusahaan yang metinya diawasi mencapai 1602 perusahaan,” kata Teo.
Secara umum, kata dia, angkatan kerja di Kabarwang berjumlah 1.026.868 jiwa, yang bekerja sebanyak 912.864 jiwa dan pengangguran terbuka sebanyak 114.004 jiwa. Pendataan tenaga kerja yang ada di perusahaan juga tidak menyeluruh, termasuk yang direkrut oleh LPTKS yang ada di Karawang. Oleh sebab itu pihaknya membuat forum kordinasi LPTKS Karawang. “Kita berharap dengan adanya forum ini bisa membantu pendataan tenaga kerja yang ada di Karawang,” ujarnya.
Dijelaskan Teo, permasalahan lain yang saat ini ada adalah jumlah pencari kerja ditempatkan sedikit dari jumlah pencari kerja yang terdaftar di Disnakertrans. Selain itu pembinaan hubungan industrial belum maksimal karena terbatasnya jumlah mediator. “Untuk itu kami akan membuat program system informasi secara online kedepannya,” tuturnya.
Ia menambahkan, permasalahan ketenagakerjaan antara lain sumber daya manusia di Karawang yang saat ini berbanding lurus dengan jumlah pengangguran. Kondisi ini mempengaruhi kondisi penyerapan tenaga kerja. “Kita berharap dengan adanya LPTKS bisa membantu keterampilan dari calon pekerja sebelum bekerja secara professional,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Forum LPTKS, Ujang Sumarlan mengatakan, saat ini jumlah LPTKS sebanyak 30 dan kedepan kordinasi dan silaturahmi akan lebih diperkuat lagi. Sebab forum ini baru dibuat untuk lebih memaksimalkan serapan tenaga kerja di Karawang. “Kita siap membantu program pemerintah untuk penempatan dan perekrutan tenaga kerja di Karawang,” singkatnya. (*)
Friday, 11 December 2015
Wednesday, 2 December 2015
Jangan karena Kampanye Lalulintas Dilanggar
*Kapolres: Saya Akan Mengambil Tindakan Tegas
Kampanye pemilu memang bagian dari demokrasi tetapi aturan juga harus tetap ditegakkan. Jangan lantaran karena pesta demokrasi lantas bisa seenaknya melanggar peraturan yang ada. Fenomena ini kerap terjadi dalam setiap perhelatan demokrasi. Pelanggaran lalulintas sudah dianggap hal biasa yang meminta siapapun seakan diharap maklum dengan pelanggaran yang terjadi.
Terkait itu, Kapolres Karawang AKBP Andi Muchamad Dicky mengancam akan mengambil tindakan tegas terhadap siapapun yang melakukan pelanggaran lalulintas. Menurut Kapolres tindakan itu perlu diambil karena itu bagian dari peraturan. Karenanya dia mengingatkan agar peserta kampanye mematuhi aturan berlalulintas. "Peserta kampanye yang melanggar peraturan lalulintas akan ditindak tegas," ucap Kapolres, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (1/12).
Tidak hanya itu, Kapolres juga akan memperlakukan peserta kampanye pelanggar lalulintas lintas sama dengan warga umum yang melakukan melakukan pelanggaran lalulintas. Hukumnya juga sama. Selama ini hampir selalu tiap kali kampanye berlangsung peserta yang terlibat dalam kampanye merasa seolah hari itu adalah miliknya. Padahal ada rambu-rambu lalulintas yang mesti dipatuhi. Kesadaran seperti ini yang dimiliki para peserta kampanye sehingga seringkali seenaknya mereka melanggar lalulintas. Fenomen seperti ini yang disinggung kapolres menyikapi tingginya pelanggaran lalulintas yang dilakukan peserta kampanye. Sebab, acapkali juga pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan justru membahayakan pengguna jalan lain. Kesadaran bahwa jalan raya yang digunakan untuk konvoi kampanye juga masih jalan sama yang digunakan warga, itu yang diabaikan peserta kampanye. Kesadaran seperti inilah yang harus ditegakkan kepada para peserta kampanye. "Jangan sampai melakukan pelanggaran yang nantinya bisa membahayakan keselamatan orang lain. Jadi jangan mentang-mentang ini adalah pesta demokrasi atau kampanye tapi aturan tidak dipakai," kata Kapolres Andi.
Ditanya tindakan yang sudah dilakukan sebagai upaya antisipasi pelanggaran lalulintas oleh peserta kampanye, Kapolres mengaku sudah mengerahkan anggotanya memberikan himbauan kepada peserta kampanye. Dia menandaskan hal itu telah dilakukan sejak awal kampanye. Meski tidak menyebutkan apakah sudah atau belum memberi tindakan terhadap massa kampanye pelanggar lalulintas, namun Kapolres menegaskan tindakan sudah pasti akan diberikan. "Saya telah memerintahkan kepada seluruh anggota untuk terus menekan kepada massa yang mengikuti kampanye agar tertib berlalulintas. Sehingga terhindar dari hal-hal yang dapat membahayakan dirinya dan orang lain," ujar kapolres.
Disinggung pelanggaran lalulintas seringkali terpicu sikap pasangan calon (paslon), kapolres juga tidak menampik. Dia memang tidak mengatakan massa kampanye pelanggaran lalulintas karena kurangnya arahan, namun kepada tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati yang belum melakukan kampanye, diharapkan agar ketiga pasangan calon tersebut bisa memberikan arahan kepada massanya yang akan ikut melakukan kampanye. "Kami minta kepada para pasangan calon beserta tim suksesnya sebelum melakukan kampanye bisa memberikan arahan terlebih dahulu. Salah satunya arahan keselamatan saat berkampanye menggunakan kendaraan dan diwajibkan untuk menggunakan helm, tidak berboncengan 3 orang dalam satu motor dan tidak ugal-ugalan," katanya.(*)
Kampanye pemilu memang bagian dari demokrasi tetapi aturan juga harus tetap ditegakkan. Jangan lantaran karena pesta demokrasi lantas bisa seenaknya melanggar peraturan yang ada. Fenomena ini kerap terjadi dalam setiap perhelatan demokrasi. Pelanggaran lalulintas sudah dianggap hal biasa yang meminta siapapun seakan diharap maklum dengan pelanggaran yang terjadi.
Terkait itu, Kapolres Karawang AKBP Andi Muchamad Dicky mengancam akan mengambil tindakan tegas terhadap siapapun yang melakukan pelanggaran lalulintas. Menurut Kapolres tindakan itu perlu diambil karena itu bagian dari peraturan. Karenanya dia mengingatkan agar peserta kampanye mematuhi aturan berlalulintas. "Peserta kampanye yang melanggar peraturan lalulintas akan ditindak tegas," ucap Kapolres, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (1/12).
Tidak hanya itu, Kapolres juga akan memperlakukan peserta kampanye pelanggar lalulintas lintas sama dengan warga umum yang melakukan melakukan pelanggaran lalulintas. Hukumnya juga sama. Selama ini hampir selalu tiap kali kampanye berlangsung peserta yang terlibat dalam kampanye merasa seolah hari itu adalah miliknya. Padahal ada rambu-rambu lalulintas yang mesti dipatuhi. Kesadaran seperti ini yang dimiliki para peserta kampanye sehingga seringkali seenaknya mereka melanggar lalulintas. Fenomen seperti ini yang disinggung kapolres menyikapi tingginya pelanggaran lalulintas yang dilakukan peserta kampanye. Sebab, acapkali juga pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan justru membahayakan pengguna jalan lain. Kesadaran bahwa jalan raya yang digunakan untuk konvoi kampanye juga masih jalan sama yang digunakan warga, itu yang diabaikan peserta kampanye. Kesadaran seperti inilah yang harus ditegakkan kepada para peserta kampanye. "Jangan sampai melakukan pelanggaran yang nantinya bisa membahayakan keselamatan orang lain. Jadi jangan mentang-mentang ini adalah pesta demokrasi atau kampanye tapi aturan tidak dipakai," kata Kapolres Andi.
Ditanya tindakan yang sudah dilakukan sebagai upaya antisipasi pelanggaran lalulintas oleh peserta kampanye, Kapolres mengaku sudah mengerahkan anggotanya memberikan himbauan kepada peserta kampanye. Dia menandaskan hal itu telah dilakukan sejak awal kampanye. Meski tidak menyebutkan apakah sudah atau belum memberi tindakan terhadap massa kampanye pelanggar lalulintas, namun Kapolres menegaskan tindakan sudah pasti akan diberikan. "Saya telah memerintahkan kepada seluruh anggota untuk terus menekan kepada massa yang mengikuti kampanye agar tertib berlalulintas. Sehingga terhindar dari hal-hal yang dapat membahayakan dirinya dan orang lain," ujar kapolres.
Disinggung pelanggaran lalulintas seringkali terpicu sikap pasangan calon (paslon), kapolres juga tidak menampik. Dia memang tidak mengatakan massa kampanye pelanggaran lalulintas karena kurangnya arahan, namun kepada tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati yang belum melakukan kampanye, diharapkan agar ketiga pasangan calon tersebut bisa memberikan arahan kepada massanya yang akan ikut melakukan kampanye. "Kami minta kepada para pasangan calon beserta tim suksesnya sebelum melakukan kampanye bisa memberikan arahan terlebih dahulu. Salah satunya arahan keselamatan saat berkampanye menggunakan kendaraan dan diwajibkan untuk menggunakan helm, tidak berboncengan 3 orang dalam satu motor dan tidak ugal-ugalan," katanya.(*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 20:32
9 Desember Libur Nasional
![]() |
| Illustrasi libur nasional |
"Belum ada surat edaran dari pusat apakah semua sekolah diliburkan atau beraktivitas seperti biasa. Jika saja tidak menjadi libur nasional, Asep berharap kepada semua pelajar dan guru agar beraktivitas seperti biasa setelah menggunakan hak pilihnya di TPS," ujar Sekretaris Disdikpora, Asep Supriatna SE, (1/12) di ruang kerjanya.
Hak pilih itu hak masing-masing, lanjut dia, tetapi soal diliburkan atau tidak sampai saat ini belum ada pengumuman libur. Dia berharap pegawai tetap bertugas seperti biasa kalau memang tidak diliburkan.
Sementara itu, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2015 tentang Hari pemungutan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota tahun 2015 sebagai libar nasional. Keputusan itu berdasarkan pertimbangan bahwa penetapan hari libur nasional dalam rangka pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota secara serentak dilaksanakan guna memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi warga negara untuk menggunakan hak pilihnya;
Selain itu, berdasarkan Pasal 84 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015, pemungutan suara dilakukan pada hari libur atau hari yang diliburkan.
Pertimbangan lain adalah Komisi Pemilihan Umum melalui Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota telah menetapkan hari, tanggal, dan waktu pemungutan suara, yaitu hari Rabu tanggal 9 Desember 2015. Sehingga berdasarkan pertimbangan sebagaimana hal diatas perlu menetapkan Keputusan Presiden tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2015 Sebagai Hari Libur Nasional. (*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 20:32
Karawang Masih Tertidur
![]() |
| PARKIR dipinggir Jalan Tuparev jadi pemicu kemacetan di ruas jalan itu. |
Paling tidak hal itu mengemuka dalam satu pekan terakhir melalui surat elektronik yang tersampaikan ke meja redaksi kami. Dari rata-rata pemerhati masalah perkotaan ini berharap karawang kedepannya akan menjadi lebih baik. "Sudah saatnya pemerintah daerah menyediakan tempat khusus dan strategis bagi PKL dengan biaya sewa yang tidak memberatkan. Terlebih bupati sendiri berkeinginan agar PKL berjualan di tempat nyaman dan ramai pembeli, sehingga trotoar bisa digunakan dengan nyaman oleh pejalan kaki," ucap Jaka Fadrika.
PKL adalah warga negara yang haknya diatur dalam undang-undang. Jadi sudah seharusnya pemerintah daerah untuk melakukan penataan PKL yaitu dengan cara menyediakan tempat khusus yang strategis dengan biaya sewa yang tidak memberatkan, bukan hanya mentertibkan (menggusur) tanpa memberikan solusi bagi PKL," ungkap Jaka.
Sementara sebagian berharap pemkab lebih tegas dalam hal penegakan ketertiban dan kedisiplinan. Terutama mengenai perparkiran yang ada di karawang. Bahkan ada menyarankan cabut pentil kendaraan untuk menciptakan epek jera. Namun, dari sekian banyaknya pendapat yang tersampaikan ada hal menarik dari wacana cabut pentil tersebut yakni ketersediaan tempat parkir memadai.
Alasan terakhir ini dianggap logis karena bisa dikatakan merupakan bagian sarana publik yang mestinya terpenuhi oleh pemerintah daerah sebagai bagian layanan publiknya terhadap masyarakat. Berbagai pendapat yang mendukung alasan tersebut adalah diharapkan penyediaan sarana perparkiran umum itu bisa dijadikan pegangan bagi petugas yang nantinya menegakan aturan cabut pentil tersebut. Seperti halnya yang dilakukan pemerintah DKI Jakarta, petugas dinas perhubungan berani mengempesi ban kendaraan pelaku parkir liar dengan mencabut pentil kendaraan karena tidak semestinya kendaraan itu diparkir sembarangan setelah ada parkir resmi. "Apabila fasilitas untuk parkir tersedia, maka aturan bisa diperlakukan dengan efektif. Seberat apapun hukuman/sanksi apabila fasilitas untuk parkir tidak tersedia maka tidak akan menimbulkan efek jera bagi pelaku parkir liar," ucapnya.
Kendati demikian, tetap harus disadari, hal itupun tidak bisa berjalan lancar tanpa disertai kesadaran masyarakat untuk tertib berlalulintas termasuk agar tidak memarkir kendaraannya ditempat yang dilarang. Hanya saja, untuk menumbuhkan kesadaran itu tentu saja bukan hal gampang. Sebab, diperlukan upaya dan kerja keras memberi pemahaman pentingnya mematuhi peraturan. (*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 20:31
Diparkir di Garasi Avanza Raib
Mobil Avanza silver B 1690 FOK, milik Uus Kusnadi, warga Kampung Sukaresmi RT 16/05 Desa Anggadita, Kecamatan Klari, Selasa (1/12) hilang dari garasi rumahnya. Diduga, mobil tersebut dicuri orang dengan cara menjebol gembok pintu gerbang rumah korban. Raibnya mobil tersebut kini ditangani pihak kepolisian setempat.
Uus Kusnadi saat ditemui wartawan di rumahnya Selasa (1/12) kemarin mengatakan, mobil miliknya dikertahui hilang saat orang ibunya bangun dan mau menunaikan sholat subuh sekitar pukul 04.30 WIB. Kemudian, ibunya pun curiga dan merasa ada yang aneh di halaman rumahnya karena gerbangnya terbuka lebar."Pas orang tua saya bangun dan liat keluar rumah mobil memang sudah tidak ada di tempat, lalu saya dibangunkan oleh ibu saya katanya mobil gak ada dan setelah saya cek ternyata pintu gerbang memang sudah terbuka dan gemboknya juga sudah tidak ada padahal dikunci," kata Uus.
Mengetahui mobilnya hilang, kemudian pada pagi harinya dia langsung menanyakannya kepada tetangga rumahnya apakah ada yang melihat mobil miliknya keluar dari garasi rumahnya atau tidak. Namun para tetangganya tidak mengetahui sama sekali, bahkan warga juga sama sekali tidak mendengar suara mobil dan pintu gerbang dibuka. "Saya udah nanya sama para tetangga rumah saya katanya gak ada yang dengar apalagi yang lihat. Terlebih, semua keluarga saya juga kebetulan malam tadi tidur pada pulas semua dan anehnya gak seperti biasanya," ungkapnya. (*)
Uus Kusnadi saat ditemui wartawan di rumahnya Selasa (1/12) kemarin mengatakan, mobil miliknya dikertahui hilang saat orang ibunya bangun dan mau menunaikan sholat subuh sekitar pukul 04.30 WIB. Kemudian, ibunya pun curiga dan merasa ada yang aneh di halaman rumahnya karena gerbangnya terbuka lebar."Pas orang tua saya bangun dan liat keluar rumah mobil memang sudah tidak ada di tempat, lalu saya dibangunkan oleh ibu saya katanya mobil gak ada dan setelah saya cek ternyata pintu gerbang memang sudah terbuka dan gemboknya juga sudah tidak ada padahal dikunci," kata Uus.
Mengetahui mobilnya hilang, kemudian pada pagi harinya dia langsung menanyakannya kepada tetangga rumahnya apakah ada yang melihat mobil miliknya keluar dari garasi rumahnya atau tidak. Namun para tetangganya tidak mengetahui sama sekali, bahkan warga juga sama sekali tidak mendengar suara mobil dan pintu gerbang dibuka. "Saya udah nanya sama para tetangga rumah saya katanya gak ada yang dengar apalagi yang lihat. Terlebih, semua keluarga saya juga kebetulan malam tadi tidur pada pulas semua dan anehnya gak seperti biasanya," ungkapnya. (*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 20:29
Disdikpora Ajak Pelajar Jangan Golput
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang mengimbau seluruh pelajar yang sudah memiliki hak suara untuk menggunakan haknya dalam pemilukada 9 Desember 2015 nanti.
“Saya berharap pelajar yang sudah tercatat sebagai pemilih pemula jangan golput. Gunakan hak suaranya dengan baik. Karena inilah pertama kalinya para pemilih pemula dianggap sebagai warga negara. Warga negara yang sudah dewasa dan telah dianggap bisa memilih pemimpin mereka,” ujar Sekretaris Disdikpora Karawang, Asep Supriatna SE, (1/12) di ruang kerjanya.
Asep mengatakan, para pelajar yang menjadi pemilih pemula diharapkan menyemarakan pesta demokrasi ini harus bisa menjadi pemilih pemula cerdas dalam memilih pemimpin.
“Pilihlah pemimpin yang bisa dipercaya, jujur dan mengutamakan kepentingan masyarakat bukan kepentingan pribadi,” sarannya.
Ia mengingatkan para pelajar sebagai penerus generasi bangsa, harus mulai berani untuk menentukan pilihannya. Apalagi para pelajar yang menjadi pemilih pemula merupakan pemilih potensial karena jumlahnya mencapai 60 Ribu orang lebih di Kabupaten Karawang. “Jangan mau suara kalian dibeli dan gunakanlah hak pilih dengan baik sesuai hati nurani,” ujarnya.
Asep mengatakan, pada tanggal 9 Desember besok, belum ada surat edaran dari pusat apakah semua sekolah diliburkan atau beraktivitas seperti biasa. Jika saja tidak menjadi libur nasional, Asep berharap kepada semua pelajar dan guru agar beraktivitas seperti biasa setelah menggunakan hak pilihnya di TPS. "Hak pilih itu hak masing-masing, sampai saat ini belum ada pengumuman libur. Tapi kami berharap pegawai tetap bertugas seperti biasa kalau memang tidak diliburkan," pungkasnya. (*)
“Saya berharap pelajar yang sudah tercatat sebagai pemilih pemula jangan golput. Gunakan hak suaranya dengan baik. Karena inilah pertama kalinya para pemilih pemula dianggap sebagai warga negara. Warga negara yang sudah dewasa dan telah dianggap bisa memilih pemimpin mereka,” ujar Sekretaris Disdikpora Karawang, Asep Supriatna SE, (1/12) di ruang kerjanya.
Asep mengatakan, para pelajar yang menjadi pemilih pemula diharapkan menyemarakan pesta demokrasi ini harus bisa menjadi pemilih pemula cerdas dalam memilih pemimpin.
“Pilihlah pemimpin yang bisa dipercaya, jujur dan mengutamakan kepentingan masyarakat bukan kepentingan pribadi,” sarannya.
Ia mengingatkan para pelajar sebagai penerus generasi bangsa, harus mulai berani untuk menentukan pilihannya. Apalagi para pelajar yang menjadi pemilih pemula merupakan pemilih potensial karena jumlahnya mencapai 60 Ribu orang lebih di Kabupaten Karawang. “Jangan mau suara kalian dibeli dan gunakanlah hak pilih dengan baik sesuai hati nurani,” ujarnya.
Asep mengatakan, pada tanggal 9 Desember besok, belum ada surat edaran dari pusat apakah semua sekolah diliburkan atau beraktivitas seperti biasa. Jika saja tidak menjadi libur nasional, Asep berharap kepada semua pelajar dan guru agar beraktivitas seperti biasa setelah menggunakan hak pilihnya di TPS. "Hak pilih itu hak masing-masing, sampai saat ini belum ada pengumuman libur. Tapi kami berharap pegawai tetap bertugas seperti biasa kalau memang tidak diliburkan," pungkasnya. (*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 20:28
Monday, 30 November 2015
Tingkatkan Pelayanan Masyarakat
![]() |
| Tingkatkan Pelayanan Masyarakat |
Netralitas anggota korpri dalam pesta demokrasi, khususnya pemilu kepala daerah yang akan digelar akhir tahun ini, kembali diingatkan. Aparatur berseragam batik ini tidak diperbolehkan mengikuti politik praktis dan berpihak kepada salah seorang calon.
"Aparatur pemerintah harus menjaga netralitas serta tidak menggunakan fasilitas pemerintah untuk kepentingan kampanye pemilukada. Anggota korpri harus fokus pada tugas dan fungsinya, sehingga dapat memberikan pelayanan publik terbaik kepada masyarakat tanpa ada diskriminasi kepada siapapun juga," ucap Sekda Teddy Rusfendi.
Sekda membacakan pesan tertulis Presiden Joko Widodo yang disampaikan serentak di seluruh kota dan kabupaten, Senin (30/11), saat peringatan Hari ulang tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Ke-44.
Peringatan ini digelar dengan upacara yang berlangsung di Plaza Pemda Karawang. Sayangnya, di momentum berbahagia bagi PNS ini Plt Bupati Karawang lebih memilih untuk cuti kerja terkait dengan adanya agenda Pilkada. Padahal dalam upacara tersebut dihadiri oleh para anggota Korpri dari berbagai dinas/instansi yang ada di Kabupaten Karawang.
Sekda Teddy Rusfendi dalam kesempatan tersebut menyampaikan amanat tertulis dari Presiden Jokowi kepada para aparatur pemerintah. Dalam amanatnya Presiden RI mengatakan sesuai dengan tema HUT Korpri Tahun ini yaitu Dengan Memperkokoh Netralitas dan Profesionalitas, Korpri siap Menyukseskan program nawacita melalui gerakan ayo kerja menuju terwujudnya kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat ini adalah tema yang di usung ini menurut Presiden sangat Tepat dan Relevan.
Pengharapan masyarakat saat ini terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik sangat besar. karenanya PNS sebagai insan aparatur negara dituntut untuk mampu memberikan pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, terjangkau dan terukur. Dia yakin dan percaya, saudara-saudara sanggup untuk melaksanakannya. Lima amanat yang ingin saya sampaikan, adalah sebagai berikut, pertama lakukan percepatan reformasi birokrasi di semua tingkatan. Lakukan reformasi birokrasi tanpa basa-basi, cari terobosan serta cara-cara baru dengan menghindari business as usual.
Secara terpisah Ketua Korpri Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri menegaskan, seluruh anggota Korpri tidak terlibat politik praktis menghadapi Pilkada 9 Desember nanti. Menurutnya Korpri sebagai organisasi professional harus bisa menempatkan posisinya secara profesional dan proporsional sehingga bsa bersikap netral dalam Pilkada nanti. “Kami sudah mengirim edaran kepada seluruh anggota Korpri dimanapun mereka bertugas untuk mengambl sikap netral. Sejauh ini kami belum menemukan tanda-tanda adanya keberpihakan untuk mendukung salah satu calon,” kata Acep.
Menurut Acep, jumlah keseluruhan anggota Korpri mencapai 13.000 anggota, paling rawan dimasuki kepentingan politik menjelang Pilkada nanti. Hanya saja pihaknya sudah mengatisipasi kemungkinan ada pihak yang memanfaatkan organisasi Korpri untuk tujuan politik Pilkada. "Kami terus menerus melakukan himbauan kepada seluruh anggota agar tidak terlibat politik praktis. Himbauan ini sesuai dengan arahan Sekda agar Korpri bersikap netral,” katanya.
Acep memastikan secara organisasi Korpri aman dari pengaruh politik siapapun jelang pelaksanaan Pilkada nanti. Hanya saja secara individu dia mempersilahkan anggotanya untuk menunaikan hak politik masing-masing untuk memilih salah satu calon yang ada. “ Silahkan gunakan hak politik untuk memilih, asal jangan aktif untuk mengajak orang lain memilih salah satu calon,” ucapnya.
Sementara itu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat mengamankan berlangsungnya kampanye mengaku melihat sejumlah Pegawai Negeri Sipil(PNS) yang mengikuti kampanye terbuka calon bupati dan wakil bupati yang dilakukan di Lapangan Karangpawitan, kemarin. Hal itu dikatakan Kepala Satpol PP, Widjodjo yang mengaku mendapat laporan ada beberapa PNS yang mengikuti kampanye saat kampanye pasangan Cabup Saan Mustopa dan cabup Cellica di gelar kemarin. Menurutnya seluruh PNS yang mengikuti kampanye tersebut sudah paham aturan, namun mereka tetap cuek dan pura-pura tidak tahu. “Padahal sudah tertera dalam aturan, namun,mereka tetap saja melanggar,” katanya. (*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 22:21
Polisi Ringkus 10 Pengedar dan Bandar Togel
![]() |
| Polisi Ringkus 10 Pengedar dan Bandar Togel |
Kasat Narkoba, AKP Ahmad Faisal Pasaribu, Senin (30/11) mengatakan, ke sepuluh orang tersangka itu dua diantaranya merupakan Target Operasi (TO) dan delapan orang non target operasi (non TO). “Sebagaian besar yang kami tangkap dalam operasi antik merupakan pengedar narkotika jenis sabu-sabu dan lainnya pengedar ganja. Peredarannya di daerah pinggiran kota Karawang titik kawasan rawan narkoba,” katanya.
Operasi ini merupakan agenda tahunan yang bersifat nasional. Tujuan operasi ini untuk mencegah peredaran narkoba dan menangkap pelakunya. Para tersangka kini meringkus di sel tahanan Mapolres Karawang. Mereka diancam dengan pasal 114 ayat (1) jo 111 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman penjara minimal 4 tahun.
Sementara, ditempat terpisah Reskrim Polres Karawang pun meringkus dua bandar togel beromset Rp 300 ribu per hari di sebuah rumah di kampung Pejaten, Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek. Bersama para pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah perangkat judi serta uang hasil perjudian. Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Doni Satria Wicaksono, melalui Kanit Jatanras Iptu Adis Iskandar, mengatakan, dua orang tersebut masing-masing Sarim bin Abrag (54) dan Entis (65), warga Kampung Babakan Cikampek, Desa Citarik, Kecamatan Tirtamulya Karawang. Keduanya diciduk petugas saat serah terima uang hasil judi togel.
"Para pelaku kami tangkap atas laporan dari masyarakat. Kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pelaku," kata Adis, Senin,(30/11).
Kasus judi togel terpantau masih marak di lingkungan masyarakat Karawang. Untuk itu, semampu mungkin pihaknya terus mengungkap dan menangkap para pelaku praktik judi togel yang operasinya terselubung. Alhasil, kata Adis, pada Senin (23/11) pukul 23.00 WIB, petugas mendatangi dan melakukan penyelidikan ke lokasi yang sempat dilaporkan warga kerap dijadikan transaksi judi togel. "Saat itu kami mendapati tersangka Entis tengah menyetor uang kepada Abrag. Saat itu juga kami tangkap, dan sesuai dugaan sejumlah barang bukti pun kami amankan dari tangan tersangka," ungkapnya.
Dikatakan Adis, para tersangka tak berkutik saat petugas mendapati uang sebanyak Rp535 ribu, dan sejumlah perangkat judi togel berupa kupon, buki tafsir mimpi, bolpen lengkap dengan buku catatan, serta HP yang diduga digunakan sarana perjudian. Dari tersangka Abrag, kami sita uang sebesar Rp 235 ribu dan dari tersangka Entis disita uang sebesar Rp 367 ribu," paparnya.
Menurutnya, kedua tersangka mengaku sebagai pelaku praktik perjudian Singapur, yang omsetnya rata-rata mencapai Rp 300 ribu per hari. Namun secara pasti persentase keuntungan yang didapat 20 persen dari total hasil penjualan kupon. "Kedua tersangka bersekongkol melakukan praktik judi togel dan di setor ke bandar besar bernama EK, yang saat ini masih dalam pengejaran kami," jelasnya. (*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 22:15
Remaja Telukjambe Sumbang Darah
| PERIKSA KESEHATAN: Pendonor menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu sebelum melakukan donor darah. |
Kegiatan yang melibatkan tiga Rukun Warga (RW) sekitar serta bekerja sama dengan Palang merah Indonesia cabang Karawang ini selain mengadakan aksi sosial juga menggelar berbagai kegiatan seni lainnya. Ketua Pelaksana kegiatan, Candra Wijaya mengatakan kegiatan itu merupakan wadah kreatifitas remaja sekitar untuk saling meningkatkan rasa persaudaraan antar remaja di lingkungan tempat tinggal mereka.
Kegiatan yang mengambil tema apresiasi kreatifitas sosial pemuda ini juga ikut melibatkan berbagai komunitas yang berada di Karawang. “Selain menampilkan sesi musik akustik di tengah jalannya donor darah, kita juga menampilkan berbagai pementasan seperti puisi yang kali ini di wakili dari komunitas fotosintesa, penampilan musik dari teater gabung Karawang dan aktrasi music dan magic dari komunitas Karawang Reptil Loveris ( Karel ) “ ujar Candra, Senin (30/11).
Candra menambahkan, Semua sumbangan pakaian layak pakai, sembako serta uang yang dihasilkan di kegiatan ini semuanya akan disumbangkan kepada panti asuhan sekitar Telukjambe. “Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi momentum yang pas untuk lebih meningkatkan tali persaudaraan khususnya bagi remaja di sekitar perumahan Puri Telukjambe dan saya pun berharap kedepanya IPP Puteja akan kembali menyelenggarakan kegiatan seperti ini,” tutupnya. (*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 22:14
LSM Ancam Lapor Cabup Curang
LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMB) menggelar konsolidasi nasional menjelang Pilkada serentak di Jawa Barat, Minggu (28/11). Kegiatan yang digelar di Hotel Swiss Bell In, ini dalam rangka menyamakan persepsi menjelang Pilkada serentak di Jawa Barat.
M. Sayegi Dewa, Ketua LSM GMBI Distrik Karawang mengatakan, sebagai bagian dari elemen masyarakat bawah, LSM GMBI akan ikut andil mengawal Pilkada ini supaya berjalan secara demokratis dan sesuai dengan aturannya sehingga pelaksanaan Pilkada serentak, khususnya di Jawa Barat bisa berjalan secara kondusif. “Pada intinya, selain demokratis, sesuai rule (aturan) juga supaya berjalan secara kondusif,” imbuhnya.
Disinggung alasan digelar di Karawang, dijelaskan Dewa, karena Karawang merupakan salah satu kabupaten yang tingkat pelanggaran dan kekisruhannya diperkitakan besar di Pilkada serentak ini selain dari Kabupaten Pangandaran. “Awalnya acara ini akan kita gelar di Pangandaran. Karena satu dua hal pertimmbangan, akhirnya digelar di Karawang. Kita fokuskan di Karawang dan Pangandaran. Karena memang dua daerah ini sangat rawan pelanggaran maupun kekisruhannya,” katanya.
Ia menegaskan bahwa semangat pengawalan yang dilakukan GMBI adalah untuk menciptakan agar Pilkada serentak ini berjalan lancar dan kondusif. Pihaknya minta agar para calon dan pendukungnya, tidak melakukan tindakan di luar aturan. "Kalau ada yang berbuat curang kita akan laporkan ke instansi terkait dan akan kita kawal sampai yang bersangkutan diberi sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Menurut Dewa, Pilkada serentak ini merupakan pertaruhan demokrasi secara nasional. Artinya, kalau dinodai dengan ulah oknum-oknum yang berbuat curang dan menimbulkan kekisruhan, bukan hanya pemerintah saja yang tercoreng tapi masyarakat bawah pun akan tersakiti. Karena anggaran yang dikeluarkan untuk pelaksanaan Pilkada ini sangat fantastis mencapai miliaran untuk setiap daerah. ”Maka dari itu, mari kita bersama-sama untuk mengawal Pilkada ini supaya berjalan demokratis dan sesuai aturan. Karena kalau demokratis, lancar dan sesuai aturan, Pilkada ini akan menciptakan pemimpin berkualitas yang bisa memajukan daerah dan mensejahterakan rakyat,” pungkasnya. (*)
M. Sayegi Dewa, Ketua LSM GMBI Distrik Karawang mengatakan, sebagai bagian dari elemen masyarakat bawah, LSM GMBI akan ikut andil mengawal Pilkada ini supaya berjalan secara demokratis dan sesuai dengan aturannya sehingga pelaksanaan Pilkada serentak, khususnya di Jawa Barat bisa berjalan secara kondusif. “Pada intinya, selain demokratis, sesuai rule (aturan) juga supaya berjalan secara kondusif,” imbuhnya.
Disinggung alasan digelar di Karawang, dijelaskan Dewa, karena Karawang merupakan salah satu kabupaten yang tingkat pelanggaran dan kekisruhannya diperkitakan besar di Pilkada serentak ini selain dari Kabupaten Pangandaran. “Awalnya acara ini akan kita gelar di Pangandaran. Karena satu dua hal pertimmbangan, akhirnya digelar di Karawang. Kita fokuskan di Karawang dan Pangandaran. Karena memang dua daerah ini sangat rawan pelanggaran maupun kekisruhannya,” katanya.
Ia menegaskan bahwa semangat pengawalan yang dilakukan GMBI adalah untuk menciptakan agar Pilkada serentak ini berjalan lancar dan kondusif. Pihaknya minta agar para calon dan pendukungnya, tidak melakukan tindakan di luar aturan. "Kalau ada yang berbuat curang kita akan laporkan ke instansi terkait dan akan kita kawal sampai yang bersangkutan diberi sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Menurut Dewa, Pilkada serentak ini merupakan pertaruhan demokrasi secara nasional. Artinya, kalau dinodai dengan ulah oknum-oknum yang berbuat curang dan menimbulkan kekisruhan, bukan hanya pemerintah saja yang tercoreng tapi masyarakat bawah pun akan tersakiti. Karena anggaran yang dikeluarkan untuk pelaksanaan Pilkada ini sangat fantastis mencapai miliaran untuk setiap daerah. ”Maka dari itu, mari kita bersama-sama untuk mengawal Pilkada ini supaya berjalan demokratis dan sesuai aturan. Karena kalau demokratis, lancar dan sesuai aturan, Pilkada ini akan menciptakan pemimpin berkualitas yang bisa memajukan daerah dan mensejahterakan rakyat,” pungkasnya. (*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 22:11
Test Drive Grand New Avanza Bawa Pulang Innova
![]() |
| Test Drive Grand New Avanza Bawa Pulang Innova |
Sejak dikenalkan pertengahan bulan lalu, Grand New Avanza dan Grand New Veloz diterima dengan penuh antusias oleh para penikmat otomotif Indonesia. Hal itu tak luput dari perhatian Auto2000 sebagai diler utama Toyota. Menanggapi besarnya antusiasme masyarakat, Auto2000 pun menggelar sebuah program yang diberi nama “Test Drive Grand New Avanza ataupun Grand New Veloz, berhadiah 1 unit Toyota Innova.”
Program yang dibuat Auto2000 ini digelar agar pelanggan dapat memiliki pengalaman dalam mengendarai Avanza dan Veloz baru, dengan pengembangan yang mengutamakan kenyamanan saat berkendara bersama keluarga. Dalam acara test drive berhadiah ini, sistem yang dilakukan Auto2000 adalah sistem kupon. Tiap pelanggan yang melakukan test drive akan mendapatkan satu kupon. Jika pelanggan juga melakukan pemesanan, kupon akan ditambah 4.
Grand New Avanza baru keluaran Toyota ini telah dikembangkan dalam berbagai aspek dan bagiannya. Kualitas yang semakin baik didukung oleh pergantian mesin VVT-i menjadi Dual VVT-i. “Teknologi ini memungkinkan tenaga yang disalurkan semakin besar dan bahan bakar menjadi lebih efisien. Selain itu, dengan engine vibration yang semakin minim, membuat pengendara lebih nyaman saat berada di dalam kabin,” kata Supervisor Auto2000 Karawang Aryo Ardianto.
Sebagai mobil yang telah berkecimpung dalam dunia otomotif Indonesia selama 12 tahun, Avanza masih menjadi salah satu favorit konsumen dan menjadi market leader. Pada enam bulan pertama 2015 saja, Avanza telah sukses menjual 63.053 unit dengan pangsa pasar 45,4 %.
Angka diatas lebih besar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya dimana pangsa penjualan Toyota hanya 41%. Auto2000 sendiri menyumbangkan 92% penjualan Toyota skala nasional dimana dalam rentang waktu enam bulan pada 2015, Auto2000 sukses menjual 58.128 unit Avanza.(*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 22:11
Monday, 23 November 2015
Saan Optimiskan Jadi Bupati Karawang
| Saan Mustofa |
“Meskipun nomor 3 saya tetap bersyukur dan tetap optimis menang. Sebab, start kami paling belakang. Saat yang lain sudah melaju sejak 2 tahun lalu, kami baru jalan ramadhan kemarin,”ujar Saan di RM Indo Alam Sari, Sabtu (21/11).
Kendati begitu, Saan tetap mempertanyakan siapa yang melakukan survei tersebut. “Tetapi saya tidak tahu persisi siapa yang melakukan survei tersebut, sehingga hasilnya seperti itu. Tetapi soal ada indikasi hasil survei itu disetting atau tidak, saya tidak tahu,” tambahnya.
Saan yang juga rekan satu partai calon incumbent, Cellica Nurrachadiana itu bahkan mengaku tetap optimis merebut kursi orang nomor satu di Karawang pada 9 Desember mendatang. Ia berdalih masih ada single vote yang belum menentukan pilihannya. “Di dalam survei tersebut juga masih terdapat single vote yang belum menentukan pilihan. Saya yakin potensi buat saya masih ada. Sehingga di masa-masa akhir ini kami akan bekerja lebih keras,” tandasnya.
Akan tetapi, ketika ditanya dari mana saja single vote tersebut, Saan hanya menjawab singkat. “Kalau itu saya tidak tahu karena saya tidak lihat sendiri hasil surveinya,” bebernya.
Tak jah berbeda, Ketua Tim Pemenangan Saan Mustofa-Iman Sumantri atau yang dikenal dengan jargon Sa’Iman, Dadang S. Muchtar, mengatakan, paslon lain telah memulai sosialisasi pencalonan sejak dua tahun lalu. Sementara pihaknya, baru memulai ramadhan lalu. "Cellica, Daday, dan yang lain sudah mulai duluan sejak dua tahun lalu. Lah saya dapat ilham mengenai jagoan calon baru bulan puasa lalu. Tapi alhamdulillah saat ini kami sudah bisa menyamai mereka. Akan tetapi saat ini saiman kini sudah bisa mengejar ketertinggalan tersebut,"tandas pria yang akrab disapa DSM itu.
Bahkan, DSM mengklaim 'kuda hitam' jagoannya dianggap lawan kuat oleh paslon lain. Sebab pihaknya memiliki kekuatan jaringan yang tidak dimiliki paslon lain. “Jangan salah loh, loyalis DSM ditengah-tengah masyarakat masih kuat. Bahkan paslon saya himbau untuk silahturahmi kepada masyarakat minimal lima titik perhari. Kami saat ini dianggap salah satu lawan kuat,"tandasnya.
Apalagi, sambungnya, Sa'lman didukung dua mantan bupati yang mempunyai pengaruh kuat di Kota Pangkal Perjuangan. "Sejelek-jeleknya saya dan Ade Swara, kami masih mempunyai loyalis setia dan pengaruh di Karawang," ucapnya.
Akan tetapi, dirinya menghimbau agar tim pemenangan dan relawan tidak lengah. Sebab lawan politik juga patut dikatakan lawan kuat. “Ya kembali pada mulai kampanye yang saya ungkapkan tadi. Mereka sudah mulai sejak 2 tahun lalu,” katanya.
Menurutnya, dari enam paslon hanya empat yang mempunyai posisi kuat dalam Pilkada Karawang kali ini. Hanya saja, DSM enggan membeberkan keempat paslon tersebut. "Saya kira tidak perlu dibeberkan nama-namanya,"ungkap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Karawang itu. (*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 18:06
Lagi Asyik Pacaran Akbar Dirampok
Apes! Itu mungkin kalimat yang paling tepat dialamatkan kepada Akbar (17) dan Yuli (17) warga Tanjungpura, Karawang Barat, saat nongkrong di sekitar depan Rumah sakit Umum daerah (RSUD) Karawang, Sabtu (21/11) malam lalu. Pasangan yang sedang memadu kasih ini menjadi korban dua pemuda mabuk yang datang secara tiba tiba mengacungkan senjata tajam. Keduanya hanya bisa pasrah ketika barang berharga mereka dilucuti kawanan begal itu
Menurut Akbar, peristiwa penodongan yang menimpa dirinya terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, saat ia sedang nongkrong bersama pacarnya nongkrong tak jauh RSUD Karawang. Tiba-tiba kedua pelaku yang saat itu meengendarai sepeda motor Mio hitam berhenti dihadapan mereka dan tanpa basa basi, keduanya langsung meminta uang untuk tambahan beli minuman keras (miras) sembari menodongkan senjata tajam jenis pisau.
"Mereka datang menghampiri kami dan langsung minta uang buat tambahan beli miras tapi saya tolak. Tiba-tiba temannya marah dan langsung mengeluarkan sangkur dan ditempelkan ke arah perut. Saya menyerahkan uang sebesar Rp 20 ribu tapi malah mereka tambah beringas," jelas Akbar.
Kedua pelaku, lanjut Akbar bukannya senang setelah diberi uang. Mereka malah semakin ngotot dan lebih beringas.Khawatir ancamannya benar-benar terjadi, Yuli mencoba melerainya dengan mengatakan. "Udah dong kan udah dikasih uang" kata Yuli. Kedua pemuda itu sama sekali tidak menggubris permintaan Yuli, mereka malah terlihat semakin nekat sehingga Akbar dan Yuli hanya bisa pasrah ketika pelaku meminta hape berikut dompet."Saya hanya bisa pasrah ketika pelaku ngerampas tiga hape kami dan dompetku,"jelasnya.
Akibat peristiwa itu, korban harus kehilangan dompet berisi uang sebesar Rp 250 ribu, kartu pelajar dan STNK. Akbar mengaku akan melaporkan tindakan kedua pelaku ke aparat kepolisian. "Saya akan segera buat laporan polisi dan semoga saja polisi dapat menangkap mereka. Sebab, menurut informasi dari warga sekitar, kedua pemuda itu merupakan warga sekitar RSUD Karawang," pungkasnya. (*)
Menurut Akbar, peristiwa penodongan yang menimpa dirinya terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, saat ia sedang nongkrong bersama pacarnya nongkrong tak jauh RSUD Karawang. Tiba-tiba kedua pelaku yang saat itu meengendarai sepeda motor Mio hitam berhenti dihadapan mereka dan tanpa basa basi, keduanya langsung meminta uang untuk tambahan beli minuman keras (miras) sembari menodongkan senjata tajam jenis pisau.
"Mereka datang menghampiri kami dan langsung minta uang buat tambahan beli miras tapi saya tolak. Tiba-tiba temannya marah dan langsung mengeluarkan sangkur dan ditempelkan ke arah perut. Saya menyerahkan uang sebesar Rp 20 ribu tapi malah mereka tambah beringas," jelas Akbar.
Kedua pelaku, lanjut Akbar bukannya senang setelah diberi uang. Mereka malah semakin ngotot dan lebih beringas.Khawatir ancamannya benar-benar terjadi, Yuli mencoba melerainya dengan mengatakan. "Udah dong kan udah dikasih uang" kata Yuli. Kedua pemuda itu sama sekali tidak menggubris permintaan Yuli, mereka malah terlihat semakin nekat sehingga Akbar dan Yuli hanya bisa pasrah ketika pelaku meminta hape berikut dompet."Saya hanya bisa pasrah ketika pelaku ngerampas tiga hape kami dan dompetku,"jelasnya.
Akibat peristiwa itu, korban harus kehilangan dompet berisi uang sebesar Rp 250 ribu, kartu pelajar dan STNK. Akbar mengaku akan melaporkan tindakan kedua pelaku ke aparat kepolisian. "Saya akan segera buat laporan polisi dan semoga saja polisi dapat menangkap mereka. Sebab, menurut informasi dari warga sekitar, kedua pemuda itu merupakan warga sekitar RSUD Karawang," pungkasnya. (*)
Posted by: Siti Badriyah
Berita News Karawang Updated at: 18:05
Subscribe to:
Posts (Atom)





